Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
45 - 2 Bulan Berlalu


__ADS_3

2 bulan telah berlalu.


"Bagaimana Frans, kau sudah temukan dia?." Tanya Rehan saat Frans datang menjemput nya ke kantor.


"Belum Tuan." Balas Frans..


"Apa yang kau lakukan Frans, kenapa menjadi begitu lamban, kau tak dapat menemukan nya, bahkan sudah 2 bulan berlalu" Kesal Rehan.


"Lalu bagaimana dengan supir itu?." Tanya Rehan lagi.


"Ello sudah tidak bekerja sebelum Nona Aluna pergi Tuan, Saya juga memantau pergerakan nya, tapi tidak ada."Tutur Frans.


Mendengar penjelasan Frans, Rehan pun menarik nafas panjang dan membuang nya dengan berat.


•••


"Bagaimana ini Tante, Rehan bahkan tak sedikit pun mau memandang ku, bukan kah Tante bilang kalau dia sangat tersakiti saat aku pergi." ucap Elena dari sisi lain berdiri dengan Bu Rose mengawasi Rehan yang tengah berbicara dengan Sekertaris.


"Sabar dong Elena, kamu tidak sabaran sekali, seiring berjalannya waktu, Rehan pasti akan menerima kamu, lagian, Rehan bertahun-tahun tersakiti sama kamu saja dia mampu bertahan, masa kamu baru sebulan saja sudah lemas lemes."Ucap Bu Rose kesal.


•••


Sementara di tempat lain.

__ADS_1


Herry sedang video call dengan seorang wanita, dan melihat wanita itu sedang melakukan Yoga pun tersenyum. wanita itu tampak anggun dan Cantik yang adalah Aluna, melewati diet ketat dan olahraga rutin Aluna berhasil menurunkan berat badan selama ia bertapa di rumah milik Herry yang ada di luar kota.


Memutuskan semua alat komunikasi atas nama nya, dan hanya membuka sosial media dengan Akun milik Herry membuat posisi Aluna tak pernah terlacak sama sekali.


"Kau sudah sangat berbeda"Ucap Herry.


Aluna tersenyum dan menatap Herry.


"Semua berkat mu Herry, terima kasih."Ucap Aluna.


"Jadi kau sudah siap untuk keluar dari rumah?." Tanya Herry.


Aluna sejenak terdiam dan menatap Herry. "Aku..."


Aluna lalu mekar kan senyuman tipis pada Herry dan mengangguk, menyetujui untuk keluar dari rumah, di setujui Aluna, Herry pun tersenyum.


•••


Di sebuah restoran.


Rehan baru saja selesai meeting bersama Klain nya, Wajah yang tampak datar tanpa senyuman melangkah keluar dari sebuah ruangan VVIP.


Aluna yang juga berada disana bersama dengan Herry lebih dulu melihat keberadaan Rehan disini, saat ia baru saja akan menuju ke toilet, ia pun lekas membalikkan tubuh nya sebelum Rehan melihat diri ny.

__ADS_1


"Astaga, ini baru hari pertama ku, kenapa ada dia disini?." Batin Aluna.


Rehan lalu melewati nya begitu saja tanpa menyadari wanita yang sedang membelakangi nya adalah Aluna.


Hingga baru saja beberapa langkah ia melewati Aluna, Rehan menghentikan langkah nya, saat ia menoleh ia melihat wanita itu sudah berjalan pergi.


"Ada apa Tuan?." Tanya Frans.


"Wanita itu, ah sudah lah, mungkin hanya perasaan ku."Ucap Rehan.


Aluna pun merasa lega karena Rehan tak menyadari keberadaan diri nya. Saat di toilet Aluna melihat diri nya di cermin.


"Bagus lh Tuan, kau hidup dengan baik."Ucap Aluna.


Aluna lalu membuang nafas berat nya, sebelum ia mencuci tangan nya dan lalu keluar dari kamar mandi. saat ia membuka pintu kamar toilet itu, Aluna malah di kejutkan dengan keberadaan Rehan yang ada di depan toilet. menatap diri nya dengan tajam dan dingin.


"Tuan." ucap Aluna.


Rehan terkejut saat wanita yang ia rasa menarik perhatian nya tadi, hingga ia menunggu nya di depan toilet, ia lah Aluna, bahkan perubahan Aluna sangat membuat nya terkejut.


"Maaf." Ucap Aluna dan berlalu pergi menghindari Rehan, melewati laki-laki itu begitu saja.


Rehan yang begitu terkejut bahkan tak bergeming, seketika ia seolah terhipnotis dan tak sanggup menahan Aluna. setelah beberapa bulan tak bertemu, kembali ia bertemu degan wanita yang selama ini ia cari dan angan kan.

__ADS_1


__ADS_2