Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
49 - Hati Yang Kacau


__ADS_3

Keributan yang tercipta di rumah membuat Reni merasa tidak nyaman untuk lama-lama ada di rumah. Ia pun memutuskan untuk pergi ke bar Yang ada di sebuah hotel terbesar di kota itu.


Ia sendiri, seteguk demi seteguk minuman ia masukkan kedalam mulut nya, semua karena masalah keluarga yang sangat menganggu ketenangan Reni.


"Hai." Sapa seorang laki-laki. Namun Reni tak menghiraukan nya sama sekali dan kembali asik melanjutkan minuman nya.


"Mau di temani gak?." Tanya Pria itu lagi.


Reni lalu mengangkat wajah nya melihat orang yang sedang mengajak nya bicara.


"Pergi, jangan berisik."Ucap Reni. laki-laki itu tersenyum sinis.


"Udah lah, jangan jual mahal." Menyentuh Tangan Reni untuk mengajak nya pergi.


Reni lalu menarik kembali tangan ny dan melayangkan 1 tamparan di wajah laki-laki itu.


"Cewek sialan."Ucap Nya.


Dengan kasar, pria itu memegangi tangan Reni dan akan mengajak nya keluar. Reni memberontak dengan lemah, karena ia sudah sempoyongan, bahkan berjalan pun sudah tidak bisa lurus.


Aluna yang juga sedang menginap di hotel itu tidak sengaja melihat Reni bersama seorang pria. tengah berjalan di lorong, Aluna pun sejenak terdiam sebelum akhir nya ia memutuskan untuk mendekati Reni.


"Reni."


"Kak Aluna, tolong kak." Ucap Reni dengan suara yang samar-samar terdengar jelas.


"Ada apa?." Tanya Aluna sembari melirik laki-laki yang tengah bersama Reni.


Reni lalu meminta laki-laki itu melepaskan tangan nya, Laki-laki itu yang melihat kedua nya saling mengenal pun menjadi gugup, ia melepaskan tangan Reni dan lekas Reni memeluk Aluna, berlindung di belakang sang kakak lpar.

__ADS_1


Laki-laki itu lalu dengan cepat melarikan diri dari sana, mengurungkan niat nya untuk mengerjai Reni.


"Hei, jangan pergi."Teriak Aluna dengan kesal.


"Kamu gak apa-apa kan?, dia siapa?." Tanya Aluna sembari mencoba memeluk Reni dan menenangkan nya.


Reni mengelengkan kepala nya tanda ia tak mengenal nya, mendengar hal itu Aluna pun kini mengerti orang itu mencoba menjahati Aluna.


Aluna lalu membawa Reni ke dalam kamar hotel nya. aluna memberikan Reni air untuk ia minum.


"Istirahat lah Ren, nanti baru bicarakan lagi."Kata Aluna pada sang Adik Ipar.


Reni pun mengangguk mengiyakan, lalu membaringkan diri nya di kasur, karena ia sudah sangat mengantuk.


Aluna melihat Reni sejenak, mengambil ponsel nya untuk menghubungi Herry, namun terpikirkan kembali Jika Rehan tahu Reni seperti ini, Reni pasti akan di marah oleh Rehan karena mabuk-mabukan. Aluna lalu mengurungkan niat ny untuk menghubungi Herry.


•••


Pagi-pagi sekali Reni terbangun dan melihat Aluna sudah menunggu nya dengan sarapan yang tampak telah di atas meja.


"Kak Aluna."


"Sudah bangun Ren?, Ayo sarapan, cuci muka dulu "Ucap Aluna.


Reni tersenyum agak sungkan lalu masuk ke kamar mandi. Reni mencoba mengingat kejadian semalam yang masih samar-samar teringat oleh nya.


"Kak Aluna tinggal disini?." Tanya Reni saat kedua nya duduk menikmati sarapan.


"Baru beberapa hari."Balas Aluna.

__ADS_1


"Aku senang bertemu Kaka lagi, kak Aluna tampak sudah sangat berbeda."Ucap Reni. Aluna pun tersenyum tanpa menjawab.


"Maaf ya kak, selama ini aku sudah jahat sama kakak."Ucap Reni.


"Kita hanya belum ada kesempatan untuk dekat saja Ren."Balas Aluna. Reni pun tertunduk tersenyum tidak enak.


"Kalau kita sudah dekat, kita pasti bisa menjadi teman kan."Kata Aluna lagi. Reni mengangkat kepala nya dan lekas mengangguk.


"Kak, Kakak kembali lagi ya sama Kak Rehan, Kak Rehan itu selama ini cari kakak."Ucap Reni.


Aluna mendengar nama laki-laki yang ia cintai itu pun sejenak terdiam, sebelum akhir nya kedua nya melanjutkan obrolan kembali.


•••


Di tempat lain.


Bu Rose yang mengetahui Reni tidak pulang semalaman pun sangat khawatir.


Ia lalu berjalan ke arah kamar Rehan, saat ia akan mengetuk pintu, ia pun tiba tiba teringat pada masalah kemarin, ia nyakin Rehan pasti belum mau ia ajak bicara, Bu Rose pun mengundurkan niat nya untuk meminta Rehan mencari Reni.


Saat Bu Rose duduk di meja makan untuk sarapan, Ia menunggu Rehan untuk coba ia ajak bicara. setelah menunggu, Rehan keluar dari kamar.


"Sarapan Nak." Kata Bu Rose.


Namun Rehan tak membalas ucapan Ibu nya, ia langsung berjalan pergi melewati ibu nya begitu saja.


"Kata kan Pada nya, jangan mengajak ku bicara sebelum bawa Istri ku kembali, bahkan aku tak akan peduli walau ia sakit sekali pun. karena ini kesalahan nya." Ucap Rehan pada salah satu pelayan dengan suara agak keras hingga di dengar Bu Rose.


Mendengar hal itu, Bu Rose pun kesal bercampur sedih, tak satu pun anak ya h memihak pada nya.

__ADS_1


__ADS_2