
Malam Itu.
Aluna di ajak Herry untuk menghadiri Ulang tahun pernikahan Sahabat Ayah nya.
"Apa Rehan ada disana Her?." Tanya Aluna tampak khawatir ketika memikirkan akan bertemu dengan Rehan lagi, Bingung dan di lema yang di rasakan Aluna saat ia berhadapan dengan Rehan karena tidak tahu harus bersikap seperti Apa pada laki-laki yang pernah menjadi suami nya.
"Seperti nya kakak tak akan datang, setiap tahun dia tak pernah datang."Balas Herry.
Mendengar hal itu, Aluna pun merasa sedikit Lega, Ia melebarkan senyuman nya dan membuang nafas berat yang terasa begitu sesak di dada nya.
Herry dan Aluna pun berangkat ke tempat Acara, Tanpa mereka tahu, Rehan juga tengah bersiap untuk menghadiri acara itu.
•••
Sebuah gedung tampak begitu ramai orang-orang tengah saling berbicara, Saat Aluna dan Herry masuk, Banyak mata yang tertarik melihat ke hadiran Mereka. Aluna yang tampak cantik dan Herry yang tampak gagah membuat orang yang melihat tersenyum dan terkagum, tak ada yang mengenali Aluna yang adalah wanita gendut yang pernah duduk di pelaminan bersama Kakak dari laki-laki yang berada di samping nya saat ini.
"Wah, dia cantik sekali."
"Iya, Cantik."
"Bukan kah itu Adik nya Rehan Abian Wijaya?."
"Iya, apa itu kekasih nya?."
__ADS_1
Berbagai pertanyaan Terdengar samar-samar di telinga Aluna. "Aluna, kau disini dulu ya, aku akan kembali."Ucap Herry. Aluna pun mengiyakan.
Aluna pun duduk sendirian di tengah keramaian hingga sebuah Suara menyapa nya, membuat Aluna menoleh.
"Hai." Sapa seorang laki-laki tampan dan Gagah yang ingin mengajak Aluna berkenalan.
"Hai." Balas Aluna.
"Boleh aku duduk disini?." Tanya Laki-laki itu yang Bernama Edward. Aluna mengangguk ragu.
"Aku Edward."
"Aluna."
"Makasih." Mata Aluna mencari-cari sosok Herry, Berharap Herry segera muncul dan menemani nya disini, Karena ada ketidak nyamanan Aluna bersama Edward.
Namun, Bukan Herry yang Aluna temukan,Melainkan Rehan. Melihat Rehan ada disini, Aluna pun begitu terkejut dan segera memalingkan wajah nya.
"Ada apa?, Apa ada masalah?." Tanya Edward.
"Tidak, tidak ada apa-apa." Balas Aluna.
Aluna terpojokkan, ia tak bisa pergi karena jarak nya begitu dekat. Sementara di sisi Rehan, Ia seperti melihat Aluna, namun wanita yang membelakangi nya tampak bersama laki-laki lain, Rehan tak percaya itu Aluna dan menganggap nya wanita yang berbeda, hingga ia kembali fokus pada obrolan nya dengan Rekan bisnis yang ia temui saat ini.
__ADS_1
"Aluna, Ayo kita berdansa." Ajak Edward antusias tanpa menunggu jawaban Aluna mau atau tidak.
Edward menarik tangan Aluna membuat diri nya Begitu kaget, kedua mata nya membulat besar. Hingga Rehan pun kini melihat dengan jelas kalau itu memang Aluna, Melihat Aluna di pegang tangan nya oleh laki-laki lain, Rehan mengepalkan tangan nya dengan geram.
Aluna yang kini sadar diri nya ketahuan pun melihat Rehan yang kini sudah menatap nya dengan dingin bercampur kecewa.
Rehan lalu berjalan bukan untuk menuju ke arah Aluna, tapi ia berjalan pergi keluar dari gedung Acara.
Sadar Rehan telah salah paham pada nya, Aluna dengan cepat melepaskan tangan Edward yang memegangi nya. Edward pun begitu terkejut saat tangan nya di hempas kan, ia melihat Aluna berjalan keluar dari tempat acara.
Aluna Keluar untuk mengejar Rehan, namun ia tak menemukan nya, begitu cepat Rehan berjalan hingga ia kehilangan nya untuk menjelaskan ke salah pahaman yang tadi di lihat.
Mata nya mengelilingi halaman yang begitu luas itu. "Kemana dia?." Batin Aluna dengan nafas yang agak terengah-engah.
Hati Aluna begitu sedih, Ketika mengingat kesalah pahaman karena ke tidak percaya Rehan pada nya, membuat Hubungan mereka hancur dulu.
Aluna sejenak berdiri mematung dengan sedih dan kecewa mengingat bagaimana Rehan dulu mengusir nya karena Bu Rose. meminta nya pergi tanpa mempertanyakan seperti apa perasaan nya. hati Aluna patah.
Bersambung
•••
Author mengucapkan selamat hari lebaran untuk yang merayakan, Mohon maaf lahir batin 🙏
__ADS_1