Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
09 - Hari Pernikahan 1


__ADS_3

Aluna tampak gugup, ia berkeringat dingin berdiri di samping Rehan menerima setiap ucapan selamat dari orang-orang yang datang pada acara pernikahan nya, Iya Aluna kini telah sah menikah dengan Rehan.


Malam Ini, kedua mata Aluna di kagetkan dengan pandangan tak biasa di depan nya, biasa ia hanya akan menghadiri pernikahan orang-orang, tapi ia tak pernah berada di tempat pernikahan semewah ini, Bahkan ini adalah acara pernikahan milik diri nya.


Meski semua orang tampak tersenyum menikmati acara ini, tak sedikit juga yang memandang sinis Aluna, berbadan gemuk bisa bersanding dengan laki-laki yang di puja banyak wanita, tentu saja rasa iri tidak terelakan.


Setiap orang yang bersalaman dengan Aluna, Aluna tampak menerim dengan ramah dengan senyuman serta di ikuti anggukan, berbeda dengan Rehan yang hanya melihat dan tersenyum samar. Anggukan Aluna membalas mereka membuat Rehan merasa Aluna terlalu berlebihan. seolah kekuasaan nya di pertaruhkan melalui sikap Aluna juga.


Ia yang memiliki sikap yang dingin dan tegas hingga sangat di segani berkebalikan dengan Aluna yang ramah.


Meski tersenyum, jauh di dalam lubuk hati Aluna ia menangis, menangis karena Pernikahan yang menjadi mimpi setiap orang yang saling mencintai, harus terjadi pada nya tapi bukan dengan laki-laki yang ia cintai.

__ADS_1


Mata Aluna mencari sosok sahabat nya yang tak terlihat sejak tadi. hingga membuat Rehan tidak nyaman.


"Apa kau bisa bersikap diam, kau merusak pemandangan." Kata Rehan berbicara dekat telinga Aluna. Aluna pun kembali duduk diam.


"Apa yang aku lakukan?, aku hanya menoleh dan itu tidak boleh?, astaga, dia menyamai aku dengan dia yang duduk seperti robot." Batin Aluna tak habis pikir dengan teguran pada diri nya.


Aluna dengan terpaksa duduk diam memandangi orang-prang tampak sedang asik bercengkrama, sementara diri nya hanya duduk di atas pelaminan bersama laki-laki yang menyebalkan.


Di tengah Acara


"Willy." Ucap Aluna Reflek hingga membuat Rehan bisa mendengar nama itu.

__ADS_1


"Kenapa Willy ada disini?, siapa wanita itu?." Batin Aluna.


Aluna menundukkan kepala nya, tidak mau melihat laki-laki yang sudah meninggalkan nya karena tubuh nya yang gemuk dan kini terlihat berjalan dengan wanita yang cantik dan berbody seksi.


"Aluna." Suara itu mengagetkan Aluna, karena Willy kini sudah ada berada di hadapan.


Aluna mengangkat wajah nya dan mencoba tersenyum walau pun sebenarnya sangat sulit.


"Selamat Tuan Rehan." Ucap Willy, Rehan hanya dengar wajah datar dan dingin nya menyambut salaman dari Willy, bahkan ia tidak tahu siapa Willy, tapi Willy sangat mengenalnya karena perusahaan Rehan yang besar itu.


"Selamat Aluna. aku tak menyangka kau akan menikah secepat ini " Kata Willy pada Aluna.

__ADS_1


"Iya, Terima kasih." Balas Aluna. mata nya melihat sosok wanita mengandeng tangan Willy tiba-tiba, menatap Aluna dengan tatapan tidak suka, sengaja ingin memamerkan kemesraan, namun tangan Willy pelan-pelan melepaskan nya, tak ingin Aluna jadi sakit hati karena melihat ini.


Aluna ingin tertawa saat itu juga, namun ia menahan nya. hingga saat Willy dan Kekasih nya itu turun dari pelaminan, Aluna pun tertawa kecil sembari menutup mulut nya dengan tangan nya. Rehan pun terheran apa yang di tertawa kan Aluna, namun ia acuh tak perduli.


__ADS_2