
"Tidak lagi, setelah Kau mengirimi ku surat cerai."Ucap Aluna, menepis tangan Rehan untuk di lepaskan. lalu kembali melanjutkan langkah nya. Rehan pun kembali di buat tak berdaya dan tak dapat berkata.
•••
"Benar Tuan, anda dan Nona Aluna sudah resmi bercerai."Ucap Frans setelah memeriksa dokumen yang di kirimkan pengacara.
"Bagaimana ini bisa terjadi?, aku bahkan tidak tahu semua ini."Ucap Rehan dengan wajah kusam penuh kekesalan.
"Ibu Anda yang melakukan nya Tuan." Kata Frans.
Ucapan itu sangat membuat Rehan terkejut dan sangat marah. "Kau sudah periksa benar-benar?." Tanya Rehan lagi. Anggukan Frans pun semakin membuat Rehan sangat marah.
Hati penuh amarah pun segera meledak dalam diri laki-laki itu. Ia bangkit dari duduk nya dan keluar dari ruangan kerja nya.
"Mama...." teriakan Rehan memanggil ibu nya, sembari ia menyusuri anak tangga mencari ibu nya.
"Ada apa lagi sih."Ucap Reni kesal saat mendengar teriakan Kakak nya, karena ia tahu, pasti ada masalah yang terjadi jika sang kakak sudah berteriak seperti itu.
Rehan membuka pintu kamar ibu nya dan melihat Bu Rose sedang duduk di depan meja rias, terkejut saat sang putra masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu.
__ADS_1
"Ada apa Nak?." Melihat Putra nya menatap diri nya dengan Marah, Bu Rose pun sedikit was-was, namun ia mencoba menutupi nya dengan tersenyum menatap Rehan.
"Kapan Mama mengirimi Aluna surat cerai? , Mama tahu aku mencari nya sepanjang waktu, Kenapa mama melakukan itu?" Tanya Rehan dengan sorotan tajam.
"Rehan."
"Kenapa Ma?." Tanya Rehan.
"Kenapa berbicara dengan mama begitu keras kak?."Tanya Reni.
"Diam, jangan ikut campur."Bentak Rehan membuat Reni pun terkejut dan diam seketika.
"Jadi kamu seperti ini karena Perempuan itu?, kamu lebih bela dia dari pada mama yang membesarkan kamu."Ucap Bu Rose dengan wajah sedih.
"Sejak kapan Mama mengirimi Aluna surat cerai dan bagaimana mama melakukan nya tanpa tanda tangan ku?." Tanya Rehan.
Reni yang mendengar hal itu, yang tidak tahu kalau Ibu nya melakukan hal itu pun begitu terkejut.
"Pengacara mama, Kamu sebdiri yang menanda tangani nya saat kamu terus minum memikirkan wanita itu."Ucap Bu Rose.
__ADS_1
"Mama lakukan ini juga semua untuk kamu, Mama sayang sama kamu Rehan, Mama gak tega liat kamu mikirin wanita itu terus, wanita itu bahkan tak memikirkan kamu, dia mungkin asik dengan laki-laki lain di luar sana."Ucap Bu Rose lagi.
"Stop Ma. ini hidup ku, jangan pernah ikut campur hal rumah tangga ku lagi setelah ini, Aku tidak mau tahu, bagaimana cara nya mama harus membawa Aluna kembali ke rumah ini."Ucap Rehan.
"Kenapa kamu mengancam Mama Rehan, aku ini mama kamu, yang membesarkan kamu, bagaimana kamu mengatakan hal itu, pdahal mama mikirkan kamu."Ucap Bu rose dengan sedih.
Bu Rose lalu menangis tersedu-sedu.
"Mama tahu, Mama bukan mama kandung mu, tapi mama ingin yang terbaik untuk kamu, Mama menyayangi kamu sama seperti anak mama sendiri."
Melihat Ibu nya menangis, Rehan pun tak melanjutkan kemarahan nya, ia menyudahi ucapan dan pergi dengan kesal, mengingat apa yang di lakukan ibu nya pada nya.
"Mama, kenapa tega sih, padahal Mama tahu kalau Kakak cariin kak Aluna setiap hari."Ucap Reni.
Bu Rose pun menghentikan tangisan nya, namun ia merasa sedih juga, karena Rehan membentak diri nya.
"Diam kamu, Mama lakukan semua juga demi kakak kamu, kamu tidak lihat dia bagaimana setelah wanita itu pergi."Ucap Bu Rose.
"Mama Egois tahu gak."Kata Reni dan juga berlalu pergi dari kamar ibu nya.
__ADS_1
Tak satu pun anak yang memihak pada nya, Bu Rose pun merasa sangat kesal.
"Semua karena wanita sialan itu, jangan harap aku mau mengajaknya kembali."Ucap Bu Rose kesal saat tak lagi ada orang di kamar.