Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
57 - Tertawa


__ADS_3

Rehan dan Aluna pun bersiap untuk pergi bersama di supiri oleh Frans yang juga ikut bersama.


Di dalam mobil.


Aluna pun tampak mengobrol dengan Rehan, Tangan Rehan pun tampak tak melepaskan Tangan Aluna sebentar pun. Frans yang berada di dalam mobil pun hanya menjadi patung sesekali ia melihat dari kaca spion kedua insan yang sedang jatuh cinta itu.


"Sekertaris Frans. boleh aku bertanya?."Tanya Aluna pada Frans yang sejak tadi terdiam.


"Silakan Nona." Balas Frans.


Aluna yang di persilakan pun tersenyum senang. "Kau punya pacar?." Tanya Aluna. Frans yang mendengar pun mendehem salah tingkah.


"Kenapa kau bertanya pada nya?, kau suka pada nya?." Tanya Rehan dengan tatapan penuh selidik.


"Tidak, Aku hanya bertanya saja."Balas Aluna yang agak kecut, karena Rehan begitu sensitif pada nya.


"Kau sensitif sekali."Ucap Aluna.


"Karena aku tak ingin kehilangan mu lagi."Kata Rehan. Aluna pun tersipu malu.


"Jawablah Frans." Suruh Rehan pada Frans yang terdiam dan malah mendengar kedua di belakang saling melempar tanya.


"Tidak ada Nona."Balas Frans.


"Kenapa?, kau ingin menjomblo berapa lama?." tanya Aluna dengan Ekpresi heran.

__ADS_1


Rehan yang mendengar pun tersenyum menahan tawa. "Dia terus sibuk bekerja, mana sempat dia mencari kekasih."Ucap Rehan meledek Frans.


"Hm, aku rasa Sekertaris Frans baru bisa mendapatkan kekasih dengan Perjodohan."Balas Aluna. Rehan pun tak mampu menahan tawa nya.


Ha ha ha ha


Aluna dengan heran menoleh ke arah Rehan yang tertawa, begitu juga Frans. kedua nya merasa tidak ada yang lucu, tapi Rehan tampak tertawa lepas.


"Apa yang lucu?." Tanya Aluna, mewakilkan Frans yang juga ingin bertanya hal yang sama.


"Dia memang harus di jodohkan, tapi aku tidak nyakin dia akan mau, kau tahu?, dulu Dia di sentuh tangan nya oleh sekertaris wanita dari perusahaan sahabat, tapi dia lansung ke kamar mandi dan mencuci tangan, Aku sempat berfikir dia mungkin Gay."ucap Rehan kembali bertanya.


Mendengar hal itu, Aluna mengerutkan kening nya, Ia tidak merasa lucu, malah i merasa geli kalau memang Frans adalah seorang gay.


"Tidak Nona."Jawab Frans. Aluna menghela nafas lega.


Melihat hal itu, Rehan kembali tertawa. Frans menjawab tanpa aluna bertanya. Meski agak Aneh, tapi Aluna tersenyum melihat suami nya tertawa lepas seperti itu.


"Baik lah, Baik lah, Aku sudah cukup tertawa nya, kau itu kebanggaan ku Frans, aku tak ingin meledek mu, sekarang katakan kenapa kau tidak memiliki pacar?." Ucap Rehan setelah menghentikan tawa nya.


"Hanya belum ketemu yang cocok saja Tuan."Balas Frans.


"nah sayang, kau lihat dia, dia selalu memberikan jawaban yang sama pada ku."Ucap Rehan lagi.


"Tapi, mungkin dia punya alasan nya sendiri, tapi kita tidak bisa mengecap nya sebagai gay kan "Saut Aluna.

__ADS_1


"Terima kasih pengertian nya Nona."Ucap Frans.


Rehan pun menghela nafas. "Baik lah, aku seharusnya tidak mengatakan itu atau menduga mu Gay Frans, maafkan aku."Kata Rehan.


"Tapi kau harus buktikan pada ku, dengan membawa wanita di hadapan ku."lanjut Rehan tersenyum nakal.


Frans pun hanya bisa dia saja, ia tak bisa mengatakan apa-apa.


•••


Sementara di tempat lain.


Bu Rose baru sampai di rumah.


"Reni, mana kakak mu?." Tanya Bu Rose.


"Pergi ke mall dengam kakak aluna."Balas Reni.


Bu Rose yang mendengar pun lalu masuk ke kamar dan duduk di depan meja rias, membuka anting-anting milik nya untuk membersihkan diri.


Reni yang heran melihat sikap ibu nya yang tidak terkejut dan marah pun mengerutkan kening nya. "Apa kah mama sudah menerima kak Aluna?." Batin Reni.


Di kamar, Bu Rose duduk menatap diri nya di cermin. "Untuk sekarang, aku tak bisa melakukan apa-apa, hanya bisa menerima wanita itu datang dan leluasa masuk ke rumah ini."Batin Bu Rose tentang Aluna.


Sejenak memilih diam tanpa membuat Aluna sedih, akan membuat dirinya tetap aman di mata putra nya, entah sampai kapan ia harus berpura-pura. karena di dalam hati kecil nya, ia masih belum bisa menerima kehadiran Aluna di keluarga nya

__ADS_1


__ADS_2