Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
50 - Aku Mencintaimu


__ADS_3

Siang itu.


Aluna duduk di sebuah cafe menunggu seseorang yang mengajak nya bertemu. Ia pun tampak duduk dengan anggun menyerumput Kopi susu yang ia pesan.


"Aluna." sebuah suara mengalihkan Pandangan Aluna yang tengah duduk memainkan ponsel nya.


"Mama, Silakan duduk!." Ucap Aluna pada Bu Rose yang sedang berdiri di hadapan nya.


Bu Rose tersenyum, lalu duduk di kursi, kini berhadapan dengan sang menantu.


"Ada Apa Mama mengajak saya bertemu?." Tanya Aluna.


"Apa kabar nak?."


"Baik."Jawab Aluna dengan heran Ragu.


"Aluna, saya tahu, saya sangat bersalah pada mu, Saya hanya ingin meminta maaf untuk sikap tidak baik saya pada kamu." Dengan wajah yang tampak bersalah membuat Aluna merasa heran dan bertanya apa yang membuat ibu mertua nya tiba-tiba seperti ini.


"Kamu mau kan memaafkan saya?."Tanya Bu Rose lagi saat melihat Aluna yang terdiam membisu.


"I-iya." Jawab Aluna ragu.


"Terima kasih Aluna, Saya masih berharap memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita yang dulu, apa kamu mau kembali pada Rehan?." Tanya Bu Rose.


Alun mendengar hal itu kembali membisu diam beberapa saat.

__ADS_1


"Soal itu, Maaf kan saya Ma, saya harus memikirkan kembali." Ucap Aluna.


"Baiklah, saya mengerti nak, saya akan menunggu kabar dari kamu, saya masih berharap kamu mau."Ucap Bu Rose.


Aluna pun tersenyum tipis dan menganggukkan kepala nya. setelah beberapa saat berbicara begitu canggung di antara kedua nya, Aluna lebih dulu pamit karena ia tidak bisa berbicara lama-lama dengan Bu Rose yang ingin membujuk nya kembali.


Setelah Aluna pergi, Bu Rose pun memasang wajah kesal nya, Ia merasa sangat malu ketika ia harus merendah, meminta maaf pada wanita yang tidak ia sukai, hanya demi putra nya yang kini tak ingin berbicara dengan nya, semua nya Demi Rehan yang meminta nya untuk menebus kesalahan nya dengan membawa Aluna kembali.


•••


"Kau akan kembali pada kakak ku?." Tanya Herry pada Aluna yang datang ke cafe nya setelah bertemu dengan Ibu nyya.


"Aku tidak tahu, aku masih ragu Her, menurut mu, aku harus bagaimana?."


"Semua keputusan ada Pada mu, Apa pun yang menjadi keputusan mu, aku akan mendukung mu." Ucap Herry.


Herry membalas dengan senyuman hangat pada ucapan aluna tentang nya.


•••


Di tempat lain.


Rehan duduk di ruangan kerja nya memikirkan Aluna, Tiba-tiba suara kekukan pintu mengalihkan perhatian Rehan.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Masuk." Saut Rehan dari dalam.


Pintu lalu terbuka dan terlihat Elena datang menghampiri Rehan dengan senyuman manis nya.


Rehan yang melihat kedatangan Elena pun menghela nafas malas.


"Rehan, aku datang membawakan mu makan siang."Ucap Elena dengan lembut


"Ini Makanan aku buat ...."


"Maaf Elena saya sudah makan siang."


"Kau bisa menyimpan nya untuk makan nanti sore." jawab Elena dengan cepat.


"Elena, Aku rasa sudah saat nya aku katakan pada mu, Aku harap kau tidak tersinggung. Aku mengerti maksud semua yang kau lakukan saat ini, Tapi aku ingin tegas kan pada mu, Sejak kau pergi meninggalkan ku saat itu, Aku sudah tidak lagi mencintai mu, Aku masih menghargai kehadiran mu hanya karena kau dekat dengan Ibu ku."Ucap Rehan 0anjang lebar. Ia ingin Elena tak lagi menganggu hidup nya, untuk membuat nya berhenti memberikan perhatian yang sangat tidak lagi di butuhkan oleh Rehan lagi.


"Apa karena Aluna?." tanya Elena dengan sendu. kedua mata nya berkaca-kaca melihat Rehan.


"Iya, Aku mencintai Aluna." Jawab Rehan dengan tegas.


Elena tersenyum tegar, melebarkan senyuman meski ia sangat sedih.

__ADS_1


"Baiklh Rehan, Aku Pergi dulu."Ucap Elena lalu berbalik untuk pergi, Air mata nya menetes hingga ia berjalan sembari menyembunyikan wajah nya yang di jatuhi air mata dengan tangan nya. Melihat Elena terluka karena ucapan kejujuran nya, Namun ini harus ia lakukan.


"Iya, Aku mencintai mu Aluna, Kau harus kembali pada ku, aku membutuhkan mu."batin Rehan.


__ADS_2