
Rehan berhenti tepat Dimana lokasi Aluna terakhir terlacak dari ponsel nya. Namun ia tak menemukan Aluna ada dimana pun, Ia pun menepikan mobil nya dan berteriak memanggil nama istri nya.
"Aluna."
"Aluna."
"Aluna, Kau dimana." Teriak nya, namun semua nya tidak menghasil kan apa pun, hingga Pandangan Rehan melihat sesuatu ada di atas aspal yang tersorot dari mobil penguna jalan yang lewat berjarak beberapa meter dari tempat ia berada saat ini, Rehan melangkah berlari mendekat.
Ia mengambil dan melihat pobsel Aluna yang telah hancur. Yah, Aluna berada disini sebelum akhir nya ponsel nya di buang oleh penculik.
"Astaga sayang, kau dimana." Gumam Rehan penuh kekhawatiran dan ketakutan.
Dering Telefon berbunyi.
"Kak, kau sudah menemukan nya?." Tanya Herry.
"Belum, kau dimana?."
"Kami sudah dekat." Jawab Herry. hingga beberapa saat mobil Yang di bawa Frans pun sampai di tempat Rehan berdiri saat ini.
"Bagaimana kak?." Tanya Herry menghampiri.
Rehan mengelengkan kepala nya dan memperlihatkan ponsel Aluna pada adik nya dan Frans.
"Hanya ini, ini lokasi terakhir Aluna mengirimi ku keberadaan nya." Ucap Rehan.
"Mungkin ponsel Aluna di buang saat itu kak, mungkin saja kan, aku sudah telefon bantuan, mereka akan menyusuri tempat ini, kita coba cari lagi kak, siapa tahu masih belum jauh." Ucap Herry.
Rehan pun mengangguk, ketiga laki-laki itu lalu masuk ke dalam mobil Rehan, meninggalkan mobil Frans berada disana.
•••
Di tempat lain.
Reni yang sangat kesal dengan perbuatan Elena yang sudah tak memiliki hati nurani pun mengunakan mobilnya untuk menemui Elena.
__ADS_1
Elena yang sedang menunggu informasi dari anak buah nya.
"Bagaimana, sudah kau urus wanita itu?." Tanya Elena.
"Tadi ada sedikit kendala bos, Wanita itu memberontak dan membuat mobil kecelakaan, dan wanita itu jatuh ke jurang bos."
"Apa?, Urus wanita 1 aja kalian gak becus, Lalu bagaimana keadaan nya?." Tanya Elena dengan kesal.
"Jurang nya dalam bos, seperti nya sudah mati bos." jawab nya.
Elena pun tersenyum puas. "Bagus, ingat, jangan meninggalkan bukti apa pun, dan satu lagi, aku ingin kalian mencari wanita itu, pastikan dia sudah mati."Ucap Elena.
"Baik Bos."
"Hei wanita jahat, dimana kamu." Sebuah suara masuk ke dalam rumah Elena, Elena yang berada di dalam kamar lekas menyudahi sambungan telefon nya. "Kabari aku segera." Ucap Elena sebelum mematikan sambungan telefon nya.
Elena lalu lekas keluar dari Kamar nya dan melihat Reni datang mencari nya dengan wajah yang kesal.
"Ada apa kamu datang kesini?." Tanya Elena dengan wajah kesal melihat Reni.
Elena melipat kedua tangan nya dan memandang Remeh Reni.
"Jangan sembarangan menuduh orang tanpa bukti, cari saja, aku tidak punya waktu untuk menyembunyikan kakak ipar mu itu."Jawab Elena.
"Jangan bohong, Aku sudah dengar semua percakapan kamu dengan Mama, dasar kau perempuan jahat, tidak tahu malu, dan tak punya hati, kau sama seperti iblis."Ucap Reni mencercanya dengan Hinaan.
"Wajar saja kakak ku tidak mau kembali lagi pada mu, kau sangat tidak tahu malu dan sangat rendah, Kak Aluna lebih baik dari mu." Ucap nya lagi.
Mendengar hal itu, Elena pun sangat kesal, mendengar orang menghina nya dan memuji Aluna sangat tidak ingin ia dengar.
"Keluar dari rumah ku." Usir Elena dengan bentakan.
"Kau marah, kau merasa benar kan apa yang ku katakan." Ucap Reni.
"Berani-berani nya kau menghina ku."Ucap Elena mendekat dan ingin menampar Reni. Namun Seseorang memegangi tangan Elena, membuat Elena terkejut.
__ADS_1
"Ello."
"Kau kenapa bisa disini?." Tanya Reni.
"Aku melihat mu keluar buru-buru tadi dari rumah dan aku mengikuti mu."Kata Ello sembari menghempas tangan Elena dengan keras, hingga membuat Elena terjatuh.
"Berani-berani kalian datang kerumah ku dan menuduh ku yang tidak-tidak."Ucap Elena.
"Sudahlah, Ayo pergi, tidak ada gunanya kau disini, dia tak akan mengaku."Ucap Ello.
"Aku akan melaporkan nya ke polisi." Ucap Reni.
"Kau tak akan bisa melakukan nya, kau tak punya bukti, aku akan menuntut kalian, masuk ke rumah ku tanpa izin."Ucap Elena.
Ello menarik tangan Reni yang masih ingin memaki Elena, membuat Reni agak kesal pada Ello yang memaksa nya pergi.
"Pergi kalian, dasar sampah." Teriak Elena.
"Kau kenapa membawa ku pergi, Aku masih ingin menanyai nya, aku ingin tahu keberadaan Aluna."Ucap Reni memarahi Ello.
"Percuma kau menanyakan pada nya, dia tak akan mengaku, Lebih baik kita cari Aluna sekarang, aku sudah dapat kabar keberadaan lokasi kakak ipar mu terakhir kali." Ucap Ello.
"Benarkah?."
"Iya."
"Kalau begitu, ayo kita kesana." ajak Reni.
Ello dan Reni pun berangkat ke tempat Rehan dan yang lain nya berada mencari Aluna.
"Ini semua salah ku."Ucap Reni saat berada di dalam mobil bersama Ello.
"Kenapa kau bilang begitu?." Tanya Ello.
Reni hanya menoleh dengan cemas, ia sungguh tak berani mengatakan nya, kalau Elena tahu acara makan malam ini dari nya.
__ADS_1