Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
41 - Kemenangan Bu Rose


__ADS_3

Aluna berjalan keluar dari rumah itu, namun ia agak terkejut saat Ello sudah berdiri di depan mobil.


"Apa dia juga meminta Ello mengantar ku pergi?." Gumam Aluna dalam hati.


Ello menatap Aluna dengan tatapan kasihan dan Iba atas apa yang terjadi pada Aluna.


"Aku akan naik Taxi saja."Ucap Aluna.


"Aluna, Izin kan aku, aku akan mengantar mu, sebagai seorang teman."ucap Ello.


Aluna menatap Ello sejenak sebelum ia melebarkan senyum dan menganggukkan kepala nya setuju. Ello tersenyum lalu membuka pintu mobil untuk Aluna.


Aluna pun masuk, namun ia kembali di kejutkan dengan Herry yang juga berad di mobil.


"Herry."


"Kau kenapa disini?." Ucap Aluna.


"Ikut dengan mu, sampai kau sampai tujuan dengan selamat."kata Herry. di ikuti masuk nya Ello ke dalam mobil.


Aluna melihat kedua laki-laki itu tampak kompak, entah sejak kapan, Aluna pun yang masih sedih tak mengatakan apa pun, dan melihat keluar jendela membuat wajah nya yang tampak masih sedih.

__ADS_1


Saat mobil telah meninggalkan rumah itu, Ello yang tak tahu tujuan mereka pun bertanya. "Kemana kita?." Tanya Ello.


"Kerumah keluarga Aluna." jawab Herry mewakilkan Aluna yang terdiam.


"Jangan, Aku tak ingin pulang, aku tak ingin menjadi beban bagi keluarga ku lagi, mereka pasti akan malu setelah tahu ini telah terjadi."Ucap Aluna.


"Aku akan kerumah Bella saja, aku juga sedang tak ingin bertemu dengan mereka semua sekarang, termaksud Rehan." Ucap Aluna.


"Tidak perlu ke rumah Bella, kalau begitu, kita ke sebuah tempat saja."Ucap Herry.


"Kemana??" Tanya Aluna heran.


"Kau Pasti akan suka."Ucap Herry.


"Aku rasa tidak akan, tugas ku sudah selesai."ucap Aluna.


"Tugas?, Tugas apa?." Tanya Ello tak mengerti, Ucapan Aluna yang tengah mengatakan soal pernikahan dadakan antara diri nya dan Rehan.


"Aku Tahu."Ucap Herry tiba-tiba.


Aluna menoleh dengan agak terkejut. "Tahu apa??" Tanya Aluna.

__ADS_1


"Tentang pernikahan mu dan Kakak ku."ucap Herry.


"Aku tahu semua nya Aluna."Ucap Herry. kata Panggilan kakak ipar yang kini berganti Aluna membuat Aluna merasa ia seperti teman bagi Herry.


"Aku tak tahu sejauh mana kau tahu, tapu aku sedang tak ingin membahas ini,kalau bisa tidak ingin membahas nya lagi, semua sudah berakhir."Ucap Aluna.


Saat Ini, hati Aluna begitu hancur setelah apa yang di lakukan Rehan pada nya, Ia masih tidak menyangka ia akan pergi setelah beberapa saat ia mulai merasa nyaman dengan sosok laki-laki yang telah mengikatkan dengan sebuah pernikahan.


"Aku seharus nya tidak harus sesedih ini, datang tanpa membawa hati ku, kenapa kini aku pergi aku membawa sebagian hati nya, aku benar-benar tidak tahu diri, bisa-bisa nya aku mencintai laki-laki yang dulu bahkan tak satu hari pun tidak menghina fisik ku, Yah yah, aku memang bodo, tidak tahu diri, Seharus nya tidak ada perasaan seperti ini."Aluna mengutuki diri nya sendiri karena kini ia menyadari kalau Ia telah mencintai sosok Rehan dalam hidup nya.


Di tempat lain.


Bu Rose sangat senang karena Aluna kini telah pergi dari sini.


"Aluna telah pergi, Elena, kau harus bisa mengambil hati Rehan kembali dan memperbaiki kesalahan yang telah kamu lakukan dulu pada Putra Tante."Ucap Bu Rose.


"Meski kamu pernah menyakiti Rehan sebelum nya, tapi Tante lebih baik kamu yang menjadi pendamping Rehan, dari Wanita itu (Aluna)."Ucap nya lagi.


"Iya, Tante, Makasih ya Tante, kalau bukan karena Tante menghubungi Elena, Elena mungkin gak akan punya keberanian menginjakan kaki di rumah ini dan bisa berbicara hangat dengan Rehan."Balas Elena.


Bu Rose pun tersenyum dan mengangguk. Beberapa hari yang lalu, Bu Rose menghubungi Elena dan mengajak nya bertemu, melihat Elena yang masih mengharapkan Rehan, Bu Rose pun mengunakan Ke salah pahaman agar menyingkirkan Aluna dari kehidupan Rehan dan mengantikan Elena sebagai ganti Aluna, agar Rehan tak perlu lagi memikirkan Aluna lagi.

__ADS_1


"Wanita gendut itu, sedikit pun tidak ada pantas-pantas nya bagi Rehan, berharap menjadi seorang ratu, itu sangat memalukan."Ucap Bu Rose dengan senyuman sini, di ikuti senyuman Elena pula.


__ADS_2