Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
38 - Rehan Marah dan Salah Paham


__ADS_3

"Ada apa ini?." Rehan yang sudah kembali mendengar keributan dari atas dan bersamaan melihat Bu Rose tersungkur di lantai.


" Tuan Rehan." Ucap Aluna terkejut melihat Rehan telah kembali.


Rehan melihat vas bunga yang berserakan di lantai, dan juga melihat ibu nya yang tampak terduduk di lantai.


"Ma, Apa yang terjadi?." Tanya Rehan sembari membantu Bu Rose berdiri.


Melihat putra nya telah kembali, Bu Rose tersenyum tipis sembari memasang wajah memelas.


"Istri mu yang melakukan nya."Kata Bu Rose. Rehan menatap Aluna dengan tajam, Aluna tampak mengelengkan pelan kelapa nya.


"Mama memarahi nya karena semalam dia pergi dengan adik mu tanpa berpamitan dengan Mama, bahkan pulang dia tak menganggap Mama sama sekali, dia sangat tak menghargai mama Rehan, dia malah memecahkan pot bunga kesayangan nenek mu dan mendorong mama sampai jatuh." Dengan Wajah sedih memelas Bu Rose mengfitnah Aluna.


"Tidak." Ucap Aluna namun kembali di sela Bu Rose.


"Yang buat Mama sedih, dia bahkan mengatakan kalau dia tidak Sudi memiliki Ibu mertua seperti ku, kalau bukan karena terpaksa."Ucap Bu Rose.


Dari semua yang di katakan ibu nya, yang paling membuat Rehan kesal saat ia mendengar kalau Aluna terpaksa menikah dengan nya, Semua itu membuat Rehan kembali teringat saat Aluna membentak nya dan mengatakan tentang pernikahan, Seolah Aluna benar-benar terpukul karena sudah menjadi alat tukar dalam pernikahan ini.

__ADS_1


"Tidak seperti itu."


Rehan mengangkat tangan nya meminta Aluna berhenti berkata. "Nanti kita bicara lagi."Kata Rehan dan akan membawa Ibu nya ke kamar.


"Tapi Tuan."Aluna masih ingin menjelaskan agar tak ada kesalah pahaman hanya karena perkataan Bu rose yang tak memiliki bukti yang cukup mennunduh nya seperti itu. namun ucapan Aluna kembali tertahan saat Aluna kini benar-benar di buat terkejut saat melihat Elena ada disini.


"Tante apa yang terjadi?."Tanya Elena..


Bu Rose memasang wajah sedih mengelengkan kepala nya. Elena lalu melihat Aluna yang berdiri diam mematung dan juga melihat diri nya.


Elena lalu berjalan pergi mengikuti Rehan dan Bu Rose tanpa mengatakan apa pun lagi.


Aluna lalu masuk ke dalam kamar dan menangis sesegukan, Rehan tak percaya pada nya dan bahkan tak mau mendengar penjelasan dari nya.


"Aku sudah berusaha menjadi istri yang baik, dan menjaga nya, memberikan yang terbaik pada nya, apa hanya dengan perkataan ibu nya lalu dia menganggap ku tidak baik?". batin Aluna.


Tiba-tiba pintu terbuka, Aluna pun dengan cepat mengelap air mata nya dan berbaring. Rehan masuk ke dalam dan melihat Aluna sejenak, Aluna juga melihat Rehan, kedua nya sejenak saling beradu tatapan, Rehan lalu lebih dulu mengakhiri nya dan tak mengatakan apa pun, ia lalu membuka lemari dan mengambil pakaian dan kembali keluar.


Melihat sikap Rehan yang cuek pada nya, Aluna pun semakin di buat sedih. bahkan saat malam tiba, Rehan tak menampakkan diri sama sekali, entah berada dimana suami nya, tapi yang jelas ia menghindar dan tak ingin tidak bersama diri nya.

__ADS_1


•••


Keesokan harinya.


Di meja makan, Aluna dan Bi Ani menyiapkan sarapan untuk semua. Rehan tampak keluar dari salah satu kamar tamu dan mendekati meja makan.


"Tuan, sarapan sudah siap." Kata Aluna berusaha mencairkan suasana, memberikan senyum matahari pada Rehan, Namun Rehan tak memperdulikan sapaan Aluna sama sekali dan berlalu pergi keluar untuk berangkat bekerja, membuat Aluna merasa sedih, Bi Ani yang melihat sikap Rehan pada Aluna pun merasa kasihan pada Wanita itu.


Bu Rose yang melihat semua nya tersenyum penuh kemenangan, ia lalu berjalan melewati Aluna dengan mengangkat kepala nya dan senyum mengejek.


"Nyonya gak sarapan?." Tanya Bi Ani.


"Engak, makan di luar saja."jawab Bu Rose tanpa mengehentikan langkah nya.


"Sabar Ya non." Ucap Bi Ani.


"Iya, gak apa-apa bi, kita sarapan bareng ya Bi."Balas Aluna. Bi Ani mengangguk dengan sopan.


Aluna duduk melamun di meja makan, sembari sesekali menyuapi nasi sedikit ke mulut nya, bahkan tanpa Aluna sadari air mata jatuh dari pelupuk mata nya.

__ADS_1


__ADS_2