Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
14 - Tempramen


__ADS_3

Saat Mendengar Kalau Rehan telah kembali dari kantor, Aluna pun keluar untuk meminta izin keluar sebentar, namun saat masuk aura tidak baik Rehan terpancar, membuat Aluna pun mengurungkan niat nya saat melihat suasana Rehan yang tidak baik hari ini, baru melihat nya turun dari mobil saja sudah memarahi pengawal yang dia rasa lama membuka kan pagar untuk nya.


Rehan masuk ke dalam rumah dan melihat Aluna, menatap nya dengan tatapan tidak suka, Aluna punya hanya diam dan menundukkan kepala nya memberikan hormat pada Rehan.


"Ada apa dengan nya?." Batin Aluna.


Rehan masuk ke dalam ruangan kerja nya dan terdengar suara sesuatu yang pecah karena di banting. tentu saja semua pengawal dan Pelayan pun berbisik, tapi ini seperti nya sudah biasa, hingga tak ada yang berani mendekati ruangan kerja Rehan.


Aluna melihat dari sela pintu yang masih terbuka, melihat Rehan melampiaskan kekesalan nya dengan melempar semua barang yang ada di atas meja nya.


Saat Aluna melihat tangan Rehan berdarah namun masih saja membanting - banting barang, Aluna pun bermaksud masuk ke dalam untuk menghentikan nya, namun Pelayan Enna datang menghentikan nya.


"Nona, anda jangan masuk." Ucap Enna..


"Kenapa?, Tuan Rehan Terluka." Kata Aluna.


"Ini hal yang sudah biasa Tuan muda lakukan Nona, setelah dia tenang dia akan mengobati diri nya sendiri, dia tak ingin di bantu orang lain, jika anda masuk, anda akan menjadi sasaran kemarahan tuan muda." Tutur pelayan Enna.


Mendengar hal itu, Aluna tak menyangka Rehan tempramen seperti itu. ingatan nya tentang Elena membuat Rehan merasa kesal dan melampiaskan pada barang-barang saat sampai di rumah.

__ADS_1


Aluna sejenak melihat laki-laki itu yang darah nya terus menetes. tak tahan lagi, Aluna pun masuk ke dalam ruangan itu, Enna sudah berusaha menahan Aluna, tapi Aluna tak tahan melihat orang lain terluka dan di biarkan.


Akibat nya, Bertepatan dengan sesuatu yang melayang yang di lempar oleh Rehan, membuat Aluna pun terkenal lemparan itu. kening nya tergores dan terluka, tentu saja Aluna pun terjatuh dan tangan nya kembali terkena beling yang pecah.


Melihat wanita di hadapan nya berdarah, Aksi yang di lakukan Rehan pun berhenti, Pelayan Enna lansung menghampiri Aluna dan membantu nya untuk berdiri.


"Nona, anda tidak apa-apa kan?." Tanya Pelayan.


Aluna mengeleng-gelengkan kepala nya, Aluna melihat Rehan, namun laki-laki itu hanya melihat nya dengan sorotan tajam, bahkan tak menghampiri nya sama sekali.


Di bantu Pelayan Enna, Aluna di bawa keluar untuk di obati.


"Tidak tahu Nona, tapi kalau suasana hati nya sedang buruk, Tuan muda memang sering seperti itu, lebih baik anda menghindar Nona, kalau tidak Tuan muda akan menyakiti Anda." Ujar Pelayan Enna.


Setelah selesai membalut luka Aluna dengan perban. Pelayan Enna pun pamit keluar dari kamar Aluna.


Aluna lalu membuka koper milik nya, mengambil kotak obat p3k milik nya yang memang ia bawa. lalu ia berjalan ke ruangan di mana Rehan sedang duduk.


Ceceran pecahan kaca berserakan di lantai, Aluna pun masuk ke dalam dan melihat laki-laki itu sedang bersandar pada kursi sembari menutup mata nya.

__ADS_1


"Untuk apa kau kesini?." tanya Rehan.


Aluna menelan Saliva nya, mengumpulkan keberanian nya yang mendadak ciut ketika masuk ke dalam.


"Tuan, saya akan membersihkan luka di tangan anda." Ucap Aluna.


"Apa aku meminta mu?." Tanya Rehan, Aluna mengelengkan kepala nya.


"Tapi luka anda harus di obati tuan." ucap Aluna lagi.


Rehan membuka mata nya dan menatap Aluna dengan tajam, seolah tatapan itu ingin menelan wanita itu.


Rehan lalu meletakkan tangan nya di atas meja, Aluna pun tersenyum tipis lalu mendekati Rehan yang sudah mengizinkan nya.


Aluna membersihkan luka laki-laki itu, tapi Rehan malah tampak tertidur.


"Apa dia tidak merasakan sakit saat akan menyentuh luka nya?." Batin Aluna yang melihat Rehan tertidur tampak pulas.


mata Aluna lalu melihat tangan sebelum Rehan, ia melihat bekas luka yang sudah kering di tangan itu, menandakan perkataan Enna itu benar, kalau Rehan sudah sering melakukan hal ini.

__ADS_1


Setelah selesai, Aluna pun meninggalkan tempat itu, Rehan yang hanya memejamkan mata nya membuka mata nya dan melihat Aluna luka yang di balut Aluna dan ada yang di plester Aluna dengan handsaplas bergambar boneka, sosok laki-laki yang Maco dan tegas mendapatkan plester pada luka nya dengan plester bergambar lucu. namun ia kembali memejamkan mata nya untuk beristirahat.


__ADS_2