
Keesokan hari nya.
Rehan berada di kantor nya menyelesaikan meeting dengan klain dan berjalan keluar dari ruangan meeting.
"Tuan, seperti nya suasana hati anda sedang baik saat Nona Aluna kembali."Ucap Frans.
"Yah, seperti yang kau tahu."Balas Rehan dengan senyuman manis nya kala ia mengingat wajah Aluna.
Saat tengah sibuk di meja kerja nya, Rehan di kagetkan dengan kedatangan ibu nya ke kantor.
"Rehan, kamu sedang sibuk nak?."
"Ada apa Ma?."Tanya Rehan.
"Mama membawakan kejutan untuk kami Rehan."Ucap Bu Rose.
Rehan agak tak mengerti, ia masih melihat ibu nya Rehan heran, Ia tak merasa sedang berulang tahun. namun saat ia melihat kejutan yang di maksud ibu nya, Rehan pun tersenyum lebar, Terkagum melihat Sosok Aluna yang datang bersama ibu nya.
"Mama sudah menemui Aluna dan meminta maaf, Mama memang salah sudah memisahkan kalian, karena Aluna itu sudah membawa mu menjadi lebih baik, Mama sehatus nya mendukung."Kata Bu Rose dengan mata berkaca-kaca.
Rehan yang mendengar penuturan ibu jua tersenyum melihat Aluna yang juga tersenyum melihat nya. Rehan lalu bangkit dari duduk nya, lalu mendekati Bu rose.
"Terima kasih Mama sudah mengerti aku."Ucap Rehan. Bu Rose tersenyum mendengar nya, kedua nya pun saling berpelukan.
__ADS_1
Pemandangan itu membuat Aluna merasa senang.
"Baik lah, sekarang, nikmati waktu kalian bersama, Mama pergi dulu ya sayang."Kata Bu Rose pada Rehan dan berganti pada aluna pula.
"Iya Ma."Balas Aluna dengan sopan. Perubahan diri Aluna tak merubah sopan santun dan penuturan kata Aluna.
Rehan lalu melihat Ke Aluna tanpa mendekat, berjarak 1 meter kedua nya saling memandang dan melempar senyuman. Aluna menjadi yang paling salah tingkah saling melihat seperti itu.
Hingga beberapa saat kemudian, kedua nya saling mendekat da berpelukan.
"Jadi, kau akan kembali?." Tanya Rehan sembari melepaskan pelukan nya, agar ia bisa melihat dengan jelas wajah sang kekasih hati.
"Setelah kau melamar ku."Ucap Aluna.
Aluna mengerutkan kening nya. "Apa harus aku yang meminta dan mereques nya?." Tanya Aluna dengan heran.
Rehan pun jadi bingung, karena ia memang bukan tipe orang yang romantis dan bisa memberikan kejutan.
Melihat ekpresi Rehan yang bingung, Aluna pun tertawa lepas.
"Aku cuman bercanda, dengan mu saja aku sudah sangat bahagia, tak perlu yang seperti itu."Kata Aluna.
"Baik lah."Balas Rehan dan kembali memeluk Aluna dengan hangat.
__ADS_1
"Tuan." Frans yang datang melihat kedua nya berpelukan pun begitu terkejut dan lekas membalikan tubuh nya.
"Maaf Tuan, saya akan kembali nanti."Ucap Frans.
Tak menyangka lansung masuk saat melihat pintu ruangan Rehan terbuka akan melihat pemandangan seperti itu.
"Dia." Ucap Aluna tak enak pada Frans, yang membuat Frans tidak jadi masuk dan melihat pemandangan itu.
"Biarkan saja, biar dia juga segera melepas masa lajang nya dan mencari pacar."Kata Rehan tak ingin melepaskan pelukan nya pada Aluna.
Aluna yang mendengar pun tertawa. "Kau nakal sekali Tuan Rehan." Ucap Aluna. ia pun juga mengeratkan pelukan nya di pinggang Rehan. kedua nya begitu bahagia, ketika tak ada lagi perasaan yang di sembunyikan satu sama lain.
"Berhenti lah memanggil ku Tuan."
"Lalu harus panggil apa?."
"Panggil sayang, lebih enak di dengar."Kata Rehan.
"Baik Lah Tuan Sayang."Ucap Aluna.
Kedua nya pun menghabiskan waktu di ruangan Rehan siang itu, Aluna menemani Rehan dengan kerjaan nya yang begitu tampak menumpuk.
Rehan yang di temani Aluna puan terus melihat Aluna yang memainkan ponsel duduk di sofa sesekali sembari melihat kerjaan nya.
__ADS_1