Wanita Gendut Itu Aku

Wanita Gendut Itu Aku
67 - Semakin Baik


__ADS_3

Hari Itu.


Keadaan Aluna sudah semakin baik, ia pun tampak duduk sembari bersandar mengupas buah yang di bawa oleh Herry untuk nya.


Herry, Ello dan Reni ada di ruangan ini mengobrol dan berbicara dengan Aluna, semua tampak tertawa mendengar candaan Ello.


"Sayang, Apa aku masih bisa jalan kata dokter?." Tanya Aluna yang seketika membuat suasana di ruangan itu sekejab begitu sunyi.


"Tentu saja sayang, setelah kamu pulih, kita akan mengikuti terapi, sekarang, pulih lah dulu." Ucap Rehan dengan senyuman manis nya pada Aluna.


Aluna pun tersenyum mendengar nya, namun Aluna tidak tahu kalau di dalam hati Rehan, ia sangat sedih, ia pun tak tahu kapan Aluna akan bisa berjalan, kata-kata nya tadi hanya ingin Aluna tidak kecewa, karena mengatakan Aluna mungkin akan lumpuh entah sampai kapan.


Aluna kembali menyicipi buah nya dengan senyuman nya.


"Aku tinggal dulu sayang, aku mau ke mau membeli kopi." Ucap Rehan.


"Herry, Jaga Aluna sebentar." Ucap Rehan.


"Iya kak, jawab Herry."

__ADS_1


Rehan pun keluar sebenarnya untuk menyembunyikan wajah sedih nya karena telah membohongi Aluna. Reni yang tahu hati kakak nya pun ikut keluar mengikuti Rehan.


"Kak, aku susul kak Rehan." Ucap Reni, Aluna yang melihat pun merasa heran.


Rehan duduk di kursi di lorong rumah sakit, menundukkan kepala nya tampak lemas. Reni melihat dan mendekati sang kakak, duduk di samping Rehan.


Rehan menoleh saat menyadari seseorang menghampiri nya.


"Kakak kenapa sedih?." tanya Reni dengan pelan.


"Aku sudah berbohong pada nya Reni, aku bahkan tidak tahu apa ia akan bisa kembali berjalan atau tidak, Apa aku ini jahat." Ucap Rehan dengan sendu. membuat Reni merasa sedih melihat keadaan kakak nya saat ini.


Mendengar kata Reni, sedikit ada ketenangan di hati Rehan saat ini. Rehan tersenyum tipis dan mengangguk.


•••


Malam Itu.


Bu Rose datang untuk mengunjungi Aluna saat mendengar kabar aluna telah sadar, Namun saat ia sampai Ia melihat Aluna sedang tertidur sendirian.

__ADS_1


"Mana mereka, kenapa meninggalkan nya sendiri?." Tanya Bu Rose.


Ia mengelengkan kepala nya karena Aluna yang tengah sakit di tinggal sendiri. Bu Rose perlahan mendekati Aluna meletakan buah yang ia bawa di atas meja samping Aluna.


Aluna mendengar sedikit suara pun membuka mata dan melihat Ibu mertua nya berada di samping nya. Aluna tersenyum melihat Bu Rose.


"Ma." Panggil Aluna membuat Bu Rose agak terkejut.


"Aluna, apa Mama menganggu mu?." Tanya Bu Rose. Aluna mengelengkan kepala nya.


Bu Rose tersenyum melihat Aluna. "Nak, Mama minta maaf ya, selama ini sudah jahat sama kamu, Kini Mama sadar Kalau Rehan sangat mencintai kamu, dan kamu bisa membawa Rehan Menjadi lebih baik." Ucap Bu Rose


Aluna agak heran mendengar ucapan ibu mertua nya. "Iya Ma, Aku sudah memaafkan mama sejak kemarin, lagian, aku seperti ini bukan karena Mama, untuk apa Mama meminta maaf lagi." Jawab Aluna. Bu Rose tersenyum mengangguk, tak banyak kata yang bisa ia ucapkan saat ini.


"Kamu mau Buah, Mama akan buka kan untuk kamu makan." Ucap Bu Rose. Aluna pun tak menolak, ia mengiyakan dan segera Bu Rose membukakan buah untuk Aluna Makan.


Aluna lalu menoleh ke arah lain, melihat Rehan tampak berada di ambang pintu mendengar ibunya meminta maaf pada Aluna. Rehan tersenyum dari balik pintu pada Aluna, Aluna pun membalas nya sama.


Rehan lalu membiarkan Ibu nya dan Wanita yang ia cintai itu bersama beberapa saat.

__ADS_1


__ADS_2