
Di tempat pameran lukisan.
Aluna tampak sedang menatap lukisan yang begitu indah.
"Hei, kau lihat siapa yang datang."Perkataan dari seorang wanita yang berdiri tidak jauh dengan Aluna pun terdengar oleh nya.
Meski bukan mengajak dirinya bicara, namun Aluna ikut menoleh ke arah yang menjadi tempat tujuan para wanita-wanita itu lihat.
Alangkah terkejut nya Aluna saat ia melihat Rehan datang bersama sang sekertaris. Aluna dengan cepat membalikkan tubuh nya untuk menghindari Rehan melihat diri nya.
"Kenapa dia ada disini?." Batin Aluna dan merasa cemas.
Ia pun menoleh sejenak untuk segera melarikan diri dari sana, ia sungguh belum siap untuk kembali bertemu dan berbicara lagi dengan Rehan. Namun Aluna kembali di buat terkejut saat Elena datang menghampiri Rehan dan mengandeng tangan Rehan dengan lembut.
Melihat hal itu, ke salah pahaman kembali tercipta di antara mereka. Aluna pun lebih tak ragu lagi untuk menghindar ke ruangan lain. karena ia keluar sekarang tidak lah mungkin.
"Elena."
"Rehan, aku tak menyangka kau akan datang kesini."Ucap Elena.
"Ini milik mu?." Tanya Rehan terkejut.
__ADS_1
"Bukan, ini punya sepupu ku."Balas Elena dengan senang.
Rehan lalu melepaskan tangan Elena dari lengan nya. "Aku datang mencari seseorang."Kata Rehan dan berjalan masuk ke dalam untuk tujuan nya mencari Aluna.
Elena pun hanya berdiri mematung menatap laki-laki berjalan masuk.
Pesona seorang Rehan pun menjadi bahan lirikan dan omongan para wanita. Aluna masuk ke toilet dan melihat beberapa wanita ada di dalam juga saling berbicara.
"Aku dengar dia sudah tidak bersama istri gendut nya itu, aku pakai sedikit lipstik barang kali dia mau melirik ku."
"Iya, aku juga."
"Kita tak boleh melewatkan semua ini."
"Aku akan disini dulu."Batin Aluna. saat wanita-wanita itu pergi.
Setelah setengah jam telah berlalu, Aluna melihat jam pada pergelangan tangan nya pun lalu memutuskan untuk keluar dan melihat kondisi di luar. "Apa Dia sudah pergi?."
Namun setelah membuka pintu toilet untuk keluar, Aluna di buat terkejut saat Rehan telah berdiri di depan pintu. Rehan menatap nya dengan Dingin, seolah ingin menelan Aluna saat ini, Aluna pun menelan Saliva saat ia melihat laki-laki yanag pernah ia cintai, yang mungkin memang masih ia cintai berdiri menatap diri nya.
"Tuan."
__ADS_1
"Apa kau tak punya tempat lain untuk bersembunyi dari ku?." tanya Rehan datar.
Mendengar hal itu, Aluna pun jadi salah tingkah, mengaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Hm, A..aku..."
Kiss
Tanpa berkata, atau pun kesiapan, Rehan Mencium bibir Aluna, kedua bibir saling bersentuhan terasa begitu hangat. Kedua mata Aluna terbelalak terkejut, jantung nya terasa memompa darah nya begitu cepat, hingga berdetak begitu cepat.
Sekertaris Frans yang juga melihat pun segera menundukkan kepala saat adegan itu terjadi.
Namun segera Aluna mendorong tubuh Rehan menjauh dari nya. lalu...
Plak
Satu tamparan di layangkan Aluna di pipi Rehan. Frans ingin menegur Aluna, Namun Rehan mengangkat tangan nya meminta Frans berhenti.
"Tolong jangan kurang aja pada saya Tuan."Ucap Aluna. ia lalu berjalan melewati Rehan. namun tangan nya segera kembali di tarik Rehan untuk tidak pergi.
"Kau masih istri ku, itu bukan hal kurang ajar jika di lakukan oleh suami istri."Kata Rehan.
__ADS_1
Aluna mengepalkan tangan nya menahan Geram. Namun tak membuat nya ingin kembali melihat Rehan.
"Tidak lagi, setelah Kau mengirimi ku surat cerai."Ucap Aluna, menepis tangan Rehan untuk di lepaskan. lalu kembali melanjutkan langkah nya. Rehan pun kembali di buat tak berdaya dan tak dapat berkata.