
Rehan yang begitu terkejut bahkan tak bergeming, seketika ia seolah terhipnotis dan tak sanggup menahan Aluna. setelah beberapa bulan tak bertemu, kembali ia bertemu degan wanita yang selama ini ia cari dan angan kan.
Aluna berjalan pergi keluar meninggal kan Herry begitu saja, ia sangat tidak siap untuk kembali bertemu dengan Rehan saat ini.
Sementara Rehan yang menyadari Aluna telah pergi lekas mengejar nya, namun saat ia sampai di luar, Aluna sudah pergi dengan Taxi, ia ingin mengejar, mencari Frans yang membawa kunci membuat Rehan merasa kesal saat Taxi itu sudah pergi dan tak lagi terlihat.
Di saat kekesalan sedang melanda nya, ia melihat ada Herry yang tak menyadari kepergian Aluna duduk di sebuah meja memainkan ponsel. ia pun dengan kesal menghampiri Herry.
Herry melihat kedatangan kakak nya begitu terkejut, ia pun lekas berdiri, Rehan lalu menarik Kerah baju Herry saat ia melihat kursi di depan Herry kosong tak ada orang, sementara di atas meja ada 2 gelas air dan 2 buah piring.
"Kak."
"Kata kan pada ku kalau Kau tahu selama ini Aluna berada dimana?." Ucap Rehan.
Herry lalu melihat sekitaran, ia pun duga Aluna telah pergi.
"Kata kan dimana dia."Ucap Rehan.
"Lepaskan kak, malu di lihat orang."Ucap Herry.
__ADS_1
Rehan lalu melepaskan Herry saat ia melihat sekeliling org memperhatikan mereka dengan heran.
"Ikut aku." ucap Rehan. Herry pun dengan enggan mengikuti Rehan keluar dari restoran.
•••
Di tempat lain.
Aluna merasa gelisah saat kembali ia bertemu dengan Rehan.
"Katakan dimana Aluna tinggal saat ini?." Tanya Rehan dengan sorotan tajam penuh penekanan.
"Jangan bohong Her, bagaimana bisa kau menyembunyikan dia dari ku, sementara kau tahu aku mencari ny sejak dulu."Ucap Rehan.
Herry pun hanya diam tak membalas ucapan Rehan. Rehan lalu duduk di sebuah kursi dengan penuh kekecewaan yang mendalam.
Melihat kakak nya Sedih, Herry pun menghela nafas berat.
"Bukan kah kakak yang meminta nya pergi, lalu kenapa kakak masih mengharapkan nya?." Tanya Herry.
__ADS_1
"Aku tahu apa yang terjadi di antara kalian, pernikahan macam apa yang kakak buat sampai dia mau menikah dengan kakak, namun terlepas dari semua, bukan kah kau sudah lihat kalau dia tulus menerima semua nya, meski jauh di dalam lubuk hati nya dia juga pasti sangat terluka, di tambah lagi kakak kadang menghina diri nya, di tambah hinaan dari Mama, Apa kakak rasa dia bahagia?." Tutur Herry. Rehan pun terdiam mendengar kan ucapan Herry.
"Tidak ada urusan dengan Mama." Ucap Rehan.
Herru terkekeh. "Kak, Apa kakak percaya dengan mama begitu saja, aku hanya dengan melihat nya saja sudah tahu mama tidak menyukai Aluna." Ucap Herry. Rehan pun kembali diam.
"Kau menyukai nya?." Tanya Rehan.
Herry tersenyum dingin. "Dia wanita yang baik, siapa pun akan jatuh hati pada nya kalau sudah dekat dengan nya , tapi aku menyukai nya sebagai ipar ku, karena dia berhasil membuat kau berubah, jika ada kesempatan aku akan membuat nya senang sebagai tanda terima kasih ku pada nya."Ucap Herry.
Rehan pun semakin galau saat ia mengingat terakhir ia salah paham karena melihat Herry bersama Aluna, hingga keluar kata-kata untuk meminta nya pergi.
"Dimana dia?." Tanya Rehan lagi dengan suara yang terdengar sendu.
Herry mengelengkan kepala nya.
"Kemarin aku tahu, sekarang aku tidak tahu dia dimana, tapi besok dia akan ke tempat pameran lukisan,untuk jalan-jalan, kau bisa menemui nya disana." ucap Herry lalu menepuk pundak sang kakak sebelum ia berlalu pergi.
Herry lalu berjalan pergi sembari mengecek ponsel, melihat sebuah pesan dari Aluna.
__ADS_1
"Maaf aku pergi duluan Her, aku pulang dulu, ada keadaan mendesak."Isi Pesan Aluna.