Warung Kopi Abah Sholeh

Warung Kopi Abah Sholeh
YITNO MEMPERSIAPKAN SEGALANYA


__ADS_3

Yitno memang bekerja tak tanggung-tanggung. Dia langsung turun sendiri mengurusi


pesta nya Padli. “Ini adalah momen sekali dalam seumur hidupnya Padli” pikirnya


dalam hati. Dia telah mendatangkan delapan unit mobil RV (Mobil yang dalamnya


seperti rumah), malahan 1 unit diantaranya didatangkan langsung dari Amerika


(yang paling mewah). Mobil ini yang akan di pakai oleh si Inna. Ada juga mobil


box yang berisi seperangkat pakaian dan gaun yang akan dipakai oleh Inna.


Toilet-toilet umum juga didirikan untuk para pekerja dan orang-orang yang hadir disitu,


saluran air sudah dibuat sebelumnya. Persediaan air didapatkan dengan membuat


sumur bor di belakang lapangan, kemudian di salurkan melalui pipa-pipa ke semua


toilet dan juga di dapur umum.


Selain itu juga ada beberapa tenda camping besar yang akan di tempati oleh para kru,


diantaranya adalah kru TV, Operator Soundsystem, Operator listrik, Kameraman, Tata


rias dan makeup, pihak keamanan (polres dan polsek), dari dinas angkutan dan


jalan (Dari pemerintah Kabupaten), dll.


Panggung pertunjukan besar telah didirikan sejak beberapa hari sebelumnya, kemudian


ada lagi panggung pelaminan. Di tengah lapangan di pasang tenda besar yang berkapasitas


2000 tempat duduk, dan tambahan untuk 500 tempat duduk VIP.


Untuk suply listrik juga telah di sediakan genset besar yang diangkut oleh sebuah


truk kontainer. Lampu-lampu juga di pasang di seluruh penjuru lapangan, yang


membuat area tersebut terang-benderang. TV layar lebar telah dipasang di


beberapa titik untuk memudahkan para pengunjung melihat pelaksanaan acara


dengan lebih detail.


Pesta akan dilaksanakan selama 4 hari, hari Kamis, Jum’at, Sabtu dan Minggu, dimana


akad nikah dan resepsinya dilaksanakan pada hari minggu, namun sebelum itu


dilaksanakan rangkaian acara adat dan budaya yang berlaku di daerah tersebut.


Akad nikah yang semula dilaksanakan di rumah Abah, di rubah tempatnya menjadi di


lapangan dan akan disaksikan oleh semua penduduk kampung.


Seluruh penduduk kampung berpartisipasi di dalamnya.


Di pinggir lapangan, telah dibuat tenda besar untuk dapur umum. Puluhan emak-emak


warga kampung di kontrak untuk melakukan pekerjaan memasak, karena pesta ini


tidak memakai undangan, siapa saja yang datang tidak dilakukan pemeriksaan


undangan, mereka bebas untuk hadir dan menikmati hidangan yang selalu tersedia.

__ADS_1


Hampir semua hasil tangkapan nelayan disekitar kampung itu telah di borong untuk acara


pesta ini.


Grup-grup lokal tarian daerah, rebana dan pencak silat, di kontrak untuk memeriahkan


acara. Beberapa malahan ada yang berasal dari kota Kabupaten.


Yitno dan Intan bekerja sama mengurusi kegiatan, sedangkan Bik Surti mengurusi bagian


konsumsi, dia menjabat sebagai kepala dapur umum.


Inna sudah berada di RV nya sejak hari Rabu, dia akan melakukan banyak kegiatan,


diantaranya, Khataman Al-Quran yang akan di gelar pada malam Jum’at, dan


pemakaian Inai. (semacam pewarna untuk kuku) Dia didampingi oleh Dina yang


merupakan sepupunya dari pihak Emak, selain itu juga ada beberapa kru busana


dan tata rias yang selalu saja memperhatikan penampilannya.


Inna : Din, banyak sekali orang disini, kok aku ngak lihat bang Padli ya? (menatap


keluar melalui jendela kaca RV)


Dina : Iya kak, bang Padli kan belum boleh bertemu dengan kakak, jadi dia masih


berada di warung ditemani oleh bang Udin.


Inna : Intan juga ngak keliatan, ngapain aja lah dia.


Dina : Kak Intan kan jadi ketua panitia untuk urusan warga kampung kak, jadi dia


sibuk, warga kampung kalau ada yang bertanya, selalu kepadanya. Kakak bosan ya?


diluar.


Dina : Disini kan enak kak, pake AC, ngak kepanasan, lengkap lagi.


Inna : Lebih enak diluar Din, lebih bebas dan ketemu orang-orang, kakak kepengen


naik kepanggung itu, mau liat peralatan-peralatan disana.


Dina : Ngak bisalah kak, kakak kan lagi di pingit, jadi memang ngak bebas keluar.


Inna : Hufff... Ya udah, kakak mau nonton youtube ajalah di tv, kamu kalau mau


keluar ya ngak apa apa, tapi abis itu temani kakak lagi ya.


Abah dan Emak tinggal di salah satu RV yang berdampingan dengan RV nya Inna, di


depan RV ada sebuah tenda payung dan beberapa kursi dibawahnya. Sore itu mereka


terlihat santai duduk-duduk disana. Pak Erik datang menghampirinya.


Pak Erik : Assalamualaikum Bah


Abah : Wa’alaikum Salam, duduk Rik... (Abah menawarkan, kemudian menyuruh seorang


pekerja untuk mengambilkan minuman kepada Pak Erik)


Pak Erik : Bah, ini adalah acara terbesar yang ada dikampung ini, kampung ini bisa

__ADS_1


hancur Bah, banyak sekali orang yang datang ke kampung kita Bah.


Abah : Ngak tahu lah Rik, aku ngak bisa ngapa-ngapain, dari kemaren aku disuruh


tinggal di mobil ini, cuma duduk dan mengobrol saja kerjaku.


Pak Erik : Tingkatan pestanya udah berbeda Bah, kita ngak akan bisa membuat pesta


seperti ini, contohnya ini, mobil-mobil rumah ini, darimana mereka bisa


mendatangkannya? Terus genset besar itu? Berapa ya Bah, biaya untuk acara ini?


Abah : Aku ngak tau Rik, nyesalpun aku menyerahkan pelaksanaan pesta ini kepada


Padli. Kupikir hanya tempatnya saja yang di lapangan, tapi acaranya sederhana


saja. Ngak taunya jadi seperti ini.


Pak Erik : Iya Bah, ku dengar sapi Wak sakeh habis sudah diborong untuk pesta ini.


Orang-orang sudah ngak kelaut lagi, mereka sudah di gaji sebagai pekerja di acara


ini. Kapal-kapalku aja hari ini sudah ngak ada yang kelaut. Ngak ada orang yang


mau membawanya. (Pak Erik mengeluh)


Abah : Anakmu si Edwin kenapa? Apa ngak bisa dia membawa salah satu kapal itu?


Pak Erik : Diapun udah kerja disini Bah, udah 3 hari dia ngak pulang-pulang, tidur


disini terus.


Abah : Mau gimana lagi, gaji disini lebih besar daripada pendapatan mereka kalau


kelaut, dapat hiburan dan makanan lagi, yah jelaslah mereka lebih memilih


disini.


Pak Erik : Yah memang Bah, gak apa apalah hitung-hitung biar mereka istirahat dan


dapat hiburan, mumpung ada pesta besar ini. Hehehe (Pak Erik tertawa sambil


terkekeh-kekeh)


Tak lama kemudian Pak Kades datang dan bergabung bersama mereka. Pak Kades


menceritakan bahwa dia mendapat pesan langsung dari Bupati untuk mengawasi


kelancaran pesta ini, karena dalam pesta ini ada acara dakwah dan ceramah dari


Ustad Kondang xxx dan juga diliput oleh stasiun TV.


Begitu meriah dan ramainya di lapangan kampung, tetapi Padli masih berada di warung


kopinya, ditemani oleh bang Udin dan wak Kocu. Rumah Abah sudah kosong dan


dikunci, karena semua penghuninya sudah tinggal di lapangan. Padli menghabiskan


waktunya dengan bermain catur dengan Wak Kocu. Andi sudah datang, dia mendapat


cuti khusus untuk menghadiri pesta perkawinannya Padli. Izin cuti tersebut langsung


di tanda tangani oleh Direktur Utama perusahaan Retail tersebut. Andi datang

__ADS_1


bersama keluarganya, dia juga mendapat fasilitas RV yang berada di samping RV


nya Inna.


__ADS_2