Warung Kopi Abah Sholeh

Warung Kopi Abah Sholeh
PESTA PERNIKAHAN PADLI DAN INTAN - END


__ADS_3

Pagi ini sebelum Akad Nikah, Mama memanggil Intan untuk datang ke RV nya.


Mama : Intan, Mama mau menyerahkan kalung ini kepadamu, sebagai restu Mama kepada pernikahan kalian. (Mama memakaikan kalung tersebut di leher Intan)


Intan : Makasih Mama, Intan akan jaga kalung ini. Semoga Intan tidak mengecewakan


Mama.


Mama : (Memberi nasehat) Intan, kamu adalah seorang yang terpelajar. Hati kamu


lembut dan suka mengalah. Tapi kadang kala kamu juga harus tegas, jangan takut untuk mempertahankan pendapatmu kalau hal itu kamu anggap benar. Padli itu seorang manusia biasa, bisa saja melakukan kesalahan dan kekhilafan, peran kamu


sebagaimana istrinya kelak yang akan meluruskannya. Kedepan akan kalian temukan perbedaan pendapat antara kamu dan Padli, untuk itu dibutuhkan kebijaksanaan


diantara kalian. Bagaimana kalian menyikapinya. Doa Mama semoga kalian menjadi pasangan yang Sakinah Mawaddah Warahmah.


Mama memeluk Intan yang menangis di pelukan Mama sambil mengangguk-angguk.


Kini tibalah saatnya pelaksanaan Akad Nikah antara Padli dan Intan, dimana yang


menjadi wali nikah Intan adalah Wak Rusdi, pamannya. Tuan kadi sudah datang, dan saksi nikah yaitu Abah dan Pak Erik.


Setelah semuanya duduk di tempatnya masing-masing, maka Wak Rusdipun mengucapkan :


““Nur Fadli Pahlevi bin Ahmad Pahlevi, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan


Intan Sari Affandi binti Ruslan Affandi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai”


Kemudian dijawab Padli :


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Intan Sari Affandi binti Ruslan Affandi dengan mas


kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai”


Sah.. sah... para saksi dan pengunjung beramai-ramai mengucapkan kata sah.

__ADS_1


Padli mencium kening Intan dan kemudian Intan menyalaminya dengan mencium tangan


Padli, setelah itu baru mereka menyalami semua orang yang ada disitu.


Dan begitulah, acara tersebut telah selesai dan akan dilanjutkan dengan acara


resepsi pernikahannya. Para warga kampung beramai-ramai menyalami pasangan


penganten tersebut, dan juru foto tak henti-hentinya mengabadikan momen itu.


Disaat acara resepsi pernikahan tersebut, tercetus perkataan dari Wak Rusdi kepada Bik


Surti.


Wak Rusdi : Surti, setelah Intan menikah, lantas bagaimana dengan dirimu sendiri?


Apa rencanamu?


Bik Surti : Aku bang, yah biasa ajalah, paling juga kalau aku kangen sama Intan, aku akan datang kerumahnya, menginap beberapa hari disana dan kalau sudah bosan yang pulang lagi ke kampung ini.


masih cukup muda. Kalau kau sudah bersuami, maka akan ada yang menjagamu seumur hidupmu.


Abah : (Duduk disamping mereka dan ikut berbincang) Bagaimana kalau kau ku jodohkan dengan si Udin? Nanti biar ku bilang sama si Udin agar tidak bekerja ke luar kota lagi. Biar dia mengurusi warung aja bersamamu?


Wak Rusdi : Betul itu Bah, ngak kepikiran aku. Istri si Udin kan udah belasan tahun ngak pulang, jadi yah, sama saja artinya mereka kan sudah pisah. Wajar saja kalau si Udin menikah lagi.


Bik Surti : (Tertunduk malu) Ah, abang, aku belum berpikir untuk menikah lagi lah,


lagian juga belum tentu si Udin mau sama aku bang.


Abah : Nanti coba aku ngomong dulu dengan si Udin, biar dia juga dapat hidup dengan


teratur, dan ada yang mengurusnya juga.


Perbincangan mereka terhenti karena mang Udin naik ke pentas dengan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu dari Iwan Fals. Para penontonpun bertepuk tangan dengan riuhnya. Pesta berlanjut sampai sore hari dengan suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan.

__ADS_1


Intan berdiri di samping warung kopi Abah, memperhatikan suaminya yang sedang sibuk


berpamitan kepada semua orang. Ya, dia dan Padli akan segera berangkat sore itu juga ke daerah provinsi sumatera utara, tepatnya daerah wisata Danau Toba. Danau terbesar di Indonesia untuk berbulan madu.


Sekilas dia melihat kearah gang rumahnya. Tampak olehnya seseorang secara samar samar.


“Inna”, jeritnya lirih. Inna tersenyum lebar sambil mengacungkan jempol kanannya. Dan


perlahan-lahan bayangan tersebut itupun menghilang.


END


**************


Hai.... readers.


Sebenarnya Author mau bikin ceritanya panjang sampai beberapa episode lagi, namun karena berbagai pertimbangan, cerita ini cukup sampai disini saja. Mohon like dan


comentnya ya.


Di cerita Author yang selanjutnya yang berjudul “Terpaksa jatuh cinta”, Author


akan menampilkan  sebuah karya yang


berbeda, dan juga dengan gaya bahasa yang berbeda pula. Dan tentu saja kocak abis serta bikin baper para readers. Semoga dapat menyenangkan hati para readers semua.


Sinopsis :


Seila, gadis yang sedikit liar dan bebas dalam pergaulan, mencintai abang angkatnya


sendiri yang bernama Reyhan. Namun Reyhan berbanding terbalik dengan gaya


hidupnya. Reyhan adalah sesosok pria yang religius, dan pekerja keras, apalagi dia sudah mempunyai seorang pacar yang cantik dan alim bernama Nissa. Apakah Seila berhasil mengalihkan cinta Reyhan kepadanya? Atau justru Seila yang mengalihkan cintanya kepada pria lain? Nantikan di “Terpaksa jatuh cinta”.


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2