Warung Kopi Abah Sholeh

Warung Kopi Abah Sholeh
AKAD NIKAH


__ADS_3

Setelah melalui rangkaian pegelaran adat, kini tibalah saatnya acara Akad Nikah yang


akan dilaksanakan di panggung pesta, lapangan kampung. Hari itu Minggu jam 9.00


WIB, Abah telah bersiap dengan kemeja Batik dan peci hitamnya. Tuan kadi juga


telah hadir lengkap dengan membawa segala macam berkas-berkas administrasi


untuk pernikahan. Inna juga hadir dengan gaun pestanya, dia terlihat sangat


cantik, dengan kalung berlian teruntai di dadanya. Panduan busana muslim dari


butik terkenal menambah pesonanya. Panggung besar tersebut telah penuh dengan


orang-orang yang akan menyaksikan ritual suci tersebut.


Tak lama kemudian, Padli datang dengan mengendarai mobil sedan hitam yang disopiri


Mang Parno. Dia berjalan di iringi Irvan dan Yitno, langsung menuju atas panggung


tempat dilaksankannya Akad Nikah. Dengan busana baju koko, dan peci hitam,


walaupun dari bahan yang terbaik, namun tidak terkesan mewah, malahan serasi


dengan kulitnya yang putih.


 Abah dan Padli duduk bersila dan berhadap-hadapan, dan disampingnya telah hadir


tuan kadi dan para saksi-saksi yaitu Irvan dan Andi.


Abah terlihat gugup, kemudian menenangkan diri sebentar sambil memejamkan matanya,


setelah itu dia pun menarik napas dalam-dalam Kemudian Abah mengucapkan :


 “Nur Fadli Pahlevi bin Ahmad Pahlevi, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan


Inna Pertiwi binti Ismail Sholeh dengan mas kawin sebuah cincin emas dan seperangkat


alat sholat dibayar tunai”


 Kemudian dijawab Padli :


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Inna Pertiwi binti Ismail Sholeh dengan mas kawin


sebuah cincin emas dan seperangkat alat sholat dibayar tunai”


Sah.. sah... para saksi dan pengunjung beramai-ramai mengucapkan kata sah. Ternyata


cukup sekali saja Padli mengucapkan Ijab kabul tersebut.


Mak Lena yang berada di sisi Inna langsung mencium kening Inna, air mata menetes di


pipi Inna, dia sangat terharu dan sekarang dia telah sah menjadi istri dari Padli.


Cincin emas bertahtakan berlian disematkan di jari manisnya Inna, kemudian dia menyalami


Padli dengan mencium tangannya, setelah itu mereka berduapun menyalami Abah dan


Mak Lena. Setelah mendengar peraturan perundang-undangan tentang perkawinan


yang disampaikan oleh tuan kadi, kemudian mereka menanda tangani buku nikah.


Maka sah lah mereka sebagai suami-istri dimata hukum. Doa pun dilantunkan oleh


Ustad Bambang. Jaringan televisi menyiarkan acara mereka secara langsung dari


lapangan kampung. Sampai disini selesailah acara akad nikah tersebut.


Padli dan Inna duduk berdampingan di pelaminan, kemudian beberapa wartawan tampak


mengabadikan momen tersebut. Tak lama kemudian, tampak rombongan Bapak Gubernur


memasuki area pesta, mereka disambut oleh Yitno dan Pak Erik sebagai perwakilan

__ADS_1


dari tuan rumah. Mereka menyalami Padli dan Inna, kemudian Bapak Gubernur


menyampaikan sepatah dua kata kepada para mempelai yang kemudian disambut


hangat oleh penonton dengan bertepuk tangan. Kemudian acara pun dilanjutkan


dengan menyajikan lagu-lagu rohani yang dibawakan oleh rombongan para remaja


mesjid tingkat kecamatan dan kabupaten.


Intan naik kepanggung, dia bernyanyi dengan diiringi gitar solo mang Udin.


                Dalam mimpi kulihat bayanganmu


                Yang semakin jauh dari pandanganku


                Seandainya kau tahu isi hatiku


                Yang slalu mencintamu dan sayangimu


                                Kasihku rindu aku untukmu


                                Kasihku aku cinta padamu... oh..oh


                Andai kau ada disisi ku


                Temani malam ini ku sendiri


                Kekasih rinduku untukmu


                Setulus hati aku cinta padamu... oh..oh


Suaranya mengalir lembut dan penuh perasaan, pandangannya berkaca-kaca terarah


kepada Padli.


(https://www.youtube.com/watch?v=MGwl4MQ_qPw)


henti-hentinya datang dan menyalami mereka. Acara berlangsung hanya sampai


pukul 5 sore, karena setelah itu, mereka akan segera berangkat ke Bali untuk


berbulan madu.


Selama resepsi pernikahan tersebut, Padli berkesempatan mengobrol dengan Inna.


Padli : Nna, capek ya?


Inna : Iya bang, Nna ngak bisa tidur tadi malam.


Padli : Sama, abang juga. Untung ada Irvan yang menemani ngobrol.


Inna : Tadi malam Nna teringat sama Mama, Mama hanya melihat acara dari televisi


aja, ngak ikut merasakan pesta ini bang.


Padli : Iya, tapi abang tadi malam udah nelpon Mama kok, kata Mama Nna sangat cantik


waktu khataman Qur’an kemaren.


Inna : Nna gugup bang waktu itu, untungnya setelah mulai membaca Qur’an, gugupnya


dah hilang.


Padli : Mama menunggu kedatangan kita di rumah, tapi sebelum itu kita istirahat dulu


di Bali ya Nna.


Inna : Bali?


Obrolan mereka terputus karena beberapa tamu sudah mulai berdatangan untuk bersalaman


dengan mereka.

__ADS_1


Jam 5 Sore, selesailah acara tersebut, Padli dan Inna bersiap-siap menuju Bandara


untuk selanjutnya terbang menuju Bali. Yitno berencana malam itu juga akan


segera kembali ke kota bersama Irvan, karena dia akan kembali bekerja setelah sekian lama


libur selama pestanya Padli. Sedangkan Andi, dia masih ingin tinggal sebentar


di kampung, menemani Abah dan Emak. “Abah dan Emak pasti kesepian sepeninggalannya


Inna”, pikir Andi


Padli menyalami Abah dan Mak Lena, tak lupa juga dia menyalami Andi dan Ningsih serta


semua penduduk kampung yang berada disekitanya. Mak Lena menangis menciumi


Inna, seakan-akan tak rela anak gadis satu-satunya pergi meninggalkannya. Tadi


malam dia banyak berpesan kepada Inna;


Mak Lena : Na, Kau jangan membantah kata-kata suamimu ya!


Inna : Kalau misalnya Nna ngak setuju dengan kata bang Padli, gimana mak?


Mak Lena : Kau katakan saja alasannya, tapi jangan membantahnya. Dan juga, sebisa


mungkin setiap pagi kau harus menyiapkan sarapan untuk suamimu, jangan kau


biarkan dia sarapan diluar. Itu pantang ya Nna. Terus kalau dah nikah nanti,


kalian itu udah halal, jadi kalau dia menyentuhmu ngak apa apa, malahan ibadah


untukmu. Kamu mengertikan maksud emak?


Inna : Iya Mak, tapikan Nna malu mak. (Inna tertunduk malu)


Mak Lena : Malu dan haram kalau sama orang lain, tapi kalau suami sendiri ngak apa


apa. Malahan kamu bisa durhaka kalau menolaknya.


Inna : Iya Mak.


Setelah berganti baju, Padli dan Inna berangkat menuju bandara dengan mengendarai


mobil yang di sopiri oleh mang Parno, selama di perjalanan keduanya terlihat sangat


lelah, Inna tertidur di jok belakang dengan bersender ke bahu Padli. Padli


membiarkannya saja karena dia tahu Inna sangat lelah menghadapi acara dari pagi


sampai sore hari itu, tanpa ada istirahat sama sekali.


Setibanya di bandara mereka menyempatkan diri untuk makan. Inna terlihat sangat


ketakutan, ini adalah pertama kalinya dia menaiki pesawat terbang. Padli butuh waktu


sedikit lebih lama untuk membujuk Inna agar mau menaiki pesawat terbang itu dan


setelah Inna berhasil dibujuk maka pesawat jet mewah milik perusahaan Padli


tersebut langsung terbang menuju Bali.


********************


Hai


readers.....


Bantu saya untuk share ya, dan jangan lupa untuk vote, like dan koment nya kalau suka


dengan cerita ini...


Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2