
**
malam kembali tiba, suasana menjadi lebih sunyi. Xiao Quan masih menunggu sampai larut agar lebih leluasa menjalankan rencananya.
Semakin malam udara semakin diluar semakin dingin, Xiao Quan berdiri dan melompat dari jendela lantai dua penginapan, kali ini ia bertujuan mengurangi jumlah penjaga di penginapan. Sesampainya dibelakang penginapan ia langsung menemukan dua orang penjaga. Tidak menunggu lama keduanya dipukul oleh Xiao Quan sampai mati tanpa menimbulkan suara.
Dia terus bergerak secara sembunyi – sembunyi , satu persatu penjaga yang sedang bertugas dan mengarah kebelakang penginapan ia habisi tanpa kesulitan.
Xiao Quan memasuki pintu belakang penginapan, kali ini ia membawa sebilah pedang yang ia dapatkan dari seorang penjaga yang telah ia habisi.
Xiao Quan masih mengingat dengan baik lorong dan kamar yang telah ia lewati kemarin.
“aku merasa malam ini lebih sepi dari malam biasanya” seorang penjaga berseru kepada temannya
“Ach tidak juga, inikan sudah larut malam jadi wajar kalau terasa lebih sunyi” jawab temannya
__ADS_1
Dua orang penjaga ini berbincang – bincang sambil berjalan dilorong, mereka ditugaskan untuk memeriksa bagian belakang melalui lorong didalam penginapan.
Tanpa mereka sadari seseorang dari belakang mereka datang secara spontan menebas batang leher keduanya secara bersamaan.
Mereka tidak sempat menoleh kebelakang, tiba – tiba kepala mereka terjatuh kebawah dengan mata yang masih membelalak menunjukkan ekspresi kebingungan.
Xiao Quan menyeret dan menyembunyikan mayat dua penjaga itu seperti yang ia lakukan dengan penjaga – penjaga lainnya.
“Aku harus lebih cepat memberikan pil penawar ini” ucapnya lirih
Melihat tempat penyimpanan arak yang ada didepannya, sebuah ide muncul dibenaknya. “karena kalian suka menggunakan racun, aku ingin kalian juga menikmati racun kalian sendiri, hehehe “ ia tertawa pelan sendiri sambil mengeluarkan beberapa guci kecil yang masih tersegel dari saku bajunya, guci – guci ini berisi racun yang ia ambil dari kamar tempat penyimpanan racun kemarin.
Xiao Quan memasukkan satu guci untuk satu tempat penyimpanan arak lalu mengaduknya. Ia lakukan hal itu untuk kelima tepat penyimpanan arak itu.
Setelah memasukkan racun , Xiao Quan kembali mengintip disela – sela pintu. Ia memastikan keadaan diluar lebih aman. Xiao Quan keluar dari tempat penyimpanan arak dan menuju tangga kelantai dua.
__ADS_1
dilantai dua Xiao Quan melihat dua orang penjaga dengan ranah Kondensasi Qi tingkat tiga. Xiao Quan berjalan santai tanpa menunjukkan sedikitpun ekspresi mendekati keduanya. Ia sangat yakin mampu mengalahkan kedua penjaga itu.
“Bocah kecil, apa yang kau lakukan disini” salah satu penjaga itu bertanya dengan ekspresi mata memelototi Xiao Quan, tapi ia tetap santai berjalan
Setelah berada cukup dekat dengan keduanya Xiao Quan tersenyum dan tiba tiba menarik pedang dan menusukkannya ke dada salah satu penjaga. Penjaga yang lain terkesiap melihat temannya ditusuk, ia langsung menyerang Xiao Quan, ia menebaskan pedangnya kearah Xiao Quan secara horizontal yang kemudian dihindari Xiao Quan dengan menjatuhkan tubuhnya kelantai kemudian ia berdiri kembali dengan satu gerakan dan mencabut pedang yang tertancap di dada penjaga yang lain.
“teng teng teng” suara pedang berbenturan tiga kali
Penjaga kemudian menyerang kembali secara diagonal, Xiao Quan menarik penjaga yang telah ditusuknya dan menjadikannya sebagai perisai. Tangan penjaga itupun terputus bahkan hingga ke perut dan mempercepat kematiannya.
Masih merasa bersalah terhadap temannya, ia mencoba menarik pedangnya dan dengan cepat pedang Xiao Quan menebas kepala penjaga itu dengan posisi vertikal.
Kedua penjaga itupun ambruk kelantai dengan darah yang mengalir
Xiao Quan memasuki Kamar Long ming
__ADS_1