WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 24. Sombong Sekali


__ADS_3

**


“hei bocah kecil” seorang murid berteriak memanggil Xiao Quan


Xiao Quan yang mendengar panggilan langsung menoleh kearah datangnya suara.


“apa yang kau lakukan disini ? “ tanya murid laki – laki itu sambil menghampiri Xiao Quan


“maaf senior, aku hanya melihat – lihat” jawab Xiao Quan sambil membungkuk


Murid laki – laki itu memiliki postur  tinggi dengan tubuh yang berotot, ia berada pada ranah Kondensasi Qi tingkat ketujuh sama dengan Xiao Quan.  Kulitnya yang berwarna coklat  terlihat mengkilap diterpa sinar matahari pagi yang cerah. Dengan tatapan mata beringas ia menunjukkan ekspresi tidak bersahabat kepada Xiao Quan.


“aku belum pernah melihatmu sebelumnya, apakah kau murid baru di sekte ini, katakan siapa yang merekrut mu ?”


Xiao Quan tetap menjaga sikapnya dengan tenang, ia tidak ingin menimbulkan keributan di sekte bulan sabit.  maafkan aku senior, aku datang bersama wakil ketua Luo dan penatua Long, namaku Xiao Quan. Ia mulai memperkenalkan diri


Mendengar nama wakil ketua dan penatua disebut, alis  murid laki – laki itu langsung berkedut. “hahahaha” tiba – tiba ia tertawa terbahak – bahak sehingga mengundang perhatian murid lain disekitarnya.


“leluconmu sungguh bagus, aku tidak menyangka kau sangat pandai membuat lelucon”.


“Ditempat ini senioritas sangat dijunjung tinggi, jadi bersikaplah sopan kepada seniormu,baru pertama kali bertemu saja kau sudah berbohong kepada kami. ” murid laki – laki itu tidak percaya terhadap ucapan yang disampaikan oleh Xiao Quan dan disertai anggukan sebagian murid lain

__ADS_1


Tak mau memperpanjang masalah, Xiao Quan beranjak dari tempatnya dan ingin pergi meninggalkan tempat itu, baru beberapa langkah ia akan pergi, sebuah tangan menghampirinya dengan cepat dan sontak membuat ia menghindar kesamping.


“sekali lagi maaf senior, aku tidak mau membuat masalah disini” ucap Xiao Quan tegas


Merasa dianggap remeh oleh seorang anak kecil, murid laki – laki itu langsung menyerang Xiao Quan. Pertarungan tidak bisa dihindarkan, beberapa serangan tinju diluncurkan oleh murid laki – laki itu tapi dengan mudah ditepis oleh Xiao Quan. Ia berusaha untuk menghindar saja lagi pula ia tidak tertarik untuk berkelahi. Ia masih menghargai Luo Shin dan Long Ming yang membawanya ke sekte bulan sabit


Dengan emosi yang meninggi sampai ke ubun – ubun, murid itupun terus menyerangnya dengan brutal, banyak serangannya yang bahkan melenceng jauh dari sasaran karena kontrol yang buruk.


“penguasaan tempur orang ini sangat buruk, dengan kultivasinya saat ini masih banyak serangannya sama sekali sia –sia. Apa yang telah ia pelajari disini ?” batin Xiao Quan


Aku harus mengakhiri perkelahian ini sebelum murid lain terprovokasi untuk menyerang.


“buch” satu tendangan bersarang diperut murid itu dan langsung membuatnya terduduk kesakitan sambil memegangi perutnya, beberapa saat kemudian ia muntah .


Beragam tanggapan muncul di hati yang menyaksikan. Rasa kagum, marah, gembira bahkan sedih melihat teman mereka.


“ini pasti sebuah kebetulan, ini hanya karena lawannya yang lengah terbawa emosi”


“wow, ia sungguh hebat”


“aku juga mampu melakukan yang lebih baik dari pada itu”

__ADS_1


Setiap murid yang menyaksikan memendam ungkapan yang tidak bisa mereka utarakan. di satu sisi mereka sebenarnya kagum tapi disisi lain mereka terlalu gengsi mengakuinya.


Murid laki – laki yang terkena serangan terus muntah kemudian pingsan ditempatnya. Beberapa murid lain membawanya ke Aula Pengobatan. Sementara Xiao Quan berjalan santai seolah merasa tidak terjadi apa –  apa.


“sombong sekali bocah itu” seorang murid senior mengomentari sikap Xiao Quan yang santai. Murid senior itu adalah Long Xue yang merupakan sepupu dari Long Ming, kultivasinya berada pada ranah kondensasi QI tingkat kesembilan.


***


Dikediaman ketua sekte seorang penjaga masuk menemui ketua sekte dan para penatua.


“salam hormat kepada ketua dan penatua”


“hmmm, ada apa ?” ketua sekte bertanya


“tuan, beberapa orang menyampaikan bahwa ada seorang anak kecil yang tidak dikenal sedang berkelahi dengan seorang murid sehingga murid itu pingsan”. Penjaga itu melaporkan kepada kepala aula penegakan hukum


Semua yang hadir saling berpandangan, mereka telah mengira bahwa yang dimaksud penjaga itu adalah Xiao Quan.


Kepala Aula penegakan langsung berdiri, “baik kembalilah, nanti akan aku tangani”


Penjaga itupun keluar meninggalkan kediaman ketua sekte.

__ADS_1


“aku merasa rencana kita tidak akan mudah untuk dilaksanakan” Ketua sekte berkomentar


__ADS_2