WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 73. Penyergapan II


__ADS_3

**


Pertarungan terus berlanjut, Xiao Quan melawan empat orang dengan sengit. Walaupun kultivasi keempatnya tidak terlalu tinggi, namun dengan jumlah, teknik dan strategi yang mereka gunakan membuat kemampuan kedua belah pihak bisa dikatakan berimbang.


Beberapa kali kilatan pedang terlihat dengan jelas seperti menari diatas tanah. Perlahan aura yang semula begitu tenang berubah menjadi aura pembunuhan.


Kekuatan yang digunakan juga semakin besar, serangan juga semakin intens diluncurkan. Berbagai kemampuan ditunjukkan oleh kedua belah pihak.


“nafas  api “ salah seorang pria bertopeng menarik nafas dalam- dalam dan menghembuskan api besar dari mulutnya.


Xiao Quan dengan refleks menjauh dari titik serangan dengan cepat. Ia melompat dengan berjingkat dua kali kebelakang dan dengan kekuatan kakinya ia mengelak pula kesamping. Seketika pohon yang terkena serangan pria bertopeng yang mengeluarkan api langsung membakar beberapa pohon disekitar tempat Xiao Quan berada sebelumnya.


Merasa serangannya tidak berguna untuk melumpuhkan Xiao Quan, kemarahan mulai terlihat dari pria pria bertopeng itu. Mereka mengeroyok Xiao Quan dari empat arah.


Sementara itu Wu Jing masih mencoba melawan pemimpin gerombolan bertopeng hitam. Dengan tingkat kultivasi yang sangat jauh berbeda membuat Wu Jing sangat kewalahan untuk mengalahkannya. Bahkan dalam beberapa kesempatan hampir saja serangan pemimpin pria bertopeng membuatnya terbunuh.


Wu Jing mundur kebelakang, berusaha memisahkan diri dari Xiao Quan. Pemimpin kelompok pria bertopeng berjalan mengejar Wu Jing. Ia berjalan sambil tertawa bahagia, ia menganggap Wu Jing  layaknya seekor buruan kecil yang ia bisa tentukan nasibnya kapan saja.


“Hahaha, teruslah berlari tikus kecil, kau tak akan bisa bersembunyi” teriaknya dengan penuh ekspresi kegirangan.

__ADS_1


Wu Jing yang berlari dan mengendap endap dari satu pohon ke pohon yang lain terus menerus mencari cara untuk memberikan kesempatan kepada Xiao Quan mengalahkan keempat orang yang mengeroyoknya sekarang.


‘diam kau bodoh” balas Wu Jing


“aku tahu kalian semua akan mati ditempat ini, mungkin bangkai kalian pun tidak akan tersisa sebentar lagi, hahaha “


Mendengar ocehan dari Wu Jing, seketika darah pria bertopeng itupun menjadi naik. Ekspresinya menjadi kalang kabut . otot otot wajahnya menegang menahan kemarahan.


“jangan kira aku tidak akan berani membunuhmu bajingan tengik “ komentar pria bertopeng itu.


Wu Jing terus berlari ke depan disusul oleh pria bertopeng dibelakangnya.


Ditempat pertarungan lain Xiao Quan mengeluarkan kemampuan pedangnya, karena kelalaian salah seorang pria bertopeng, pedang Xiao Quan langsung menebas bahu salah satu pria bertopeng dengan senjata pedang besar ditangannya.


Darah mengucur dengan derasnya, pria itu langsung jatuh terkulai tak berdaya . hanya dalam beberapa gerakan ia telah kehilangan nyawanya.


Melihat kebuasan Xiao Quan  melakukan pembunuhan terhadap pria dengan pedang besar itu, pria bertopeng lainnya menjadi mulai bergidik ngeri. Mereka tidak memperkirakan kekuatan anak kecil seperti Xiao Quan akan mampu mengimbangi gabungan kekuatan dari mereka berempat.


Xiao Quan mundur kebelakang sambil mengatur nafas, ia menyeka darah di pedangnya.

__ADS_1


“baik, siapa lagi yang ingin menyusul, aku akan mengantarkan  kalian agar segera bertemu dengan teman kalian tadi ”,  Xiao Quan mengolok ketiga pria yang masih berdiri dengan senjata mereka ditangan.


Para pria bertopeng itu saling berpandangan satu dengan yang lainnya.


“hiyaaaaa”


Kali ini Xiao Quan yang berinisiatif melakukan serangan terlebih dahulu. Ia menyasar salah satu pria  dengan pedang berbentuk bulan sabit.


Pria bertopeng itu langsung memblokir serangan Xiao Quan dengan pedangnya. Dengan kematian salah seorang temannya, ia tidak lagi meremehkan kekuatan dan kemampuan Xiao Quan. Pria itu menahan serangan yang ditujukan padanya sambil memberi waktu bagi yang lain untuk meluncurkan serangan dari dua sisi kepada Xiao Quan.


Xiao Quan langsung mundur kebelakang dan mengelak dari dua serangan yang ditujukan kepadanya.


Beberapa bekas luka mulai terlihat ditubuh Xiao Quan, begitu juga dengan ketiga pria bertopeng. Darah dan keringat bercampur dengan debu yang beterbangan.


Suasana semakin mencekam. Kelelahan mulai terlihat pada wajah kedua belah pihak yang sedang melakukan pertarungan. Udara terasa begitu hangat masuk kedalam paru – paru. Dengan satu sentakan Pria bertopeng dengan pedang bulan sabit mengeluarkan suara raungan keras.


“ haaaaaaaarrrrkkkk”


Suaranya terdengar untuk beberapa ratus meter. Beberapa binatang hutan berlari menyelamatkan diri. Dengan suara yang ditanamkan Qi membuat suaranya bisa memantulkan benda benda disekitarnya beberapa meter.

__ADS_1


__ADS_2