WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 60. Klan Meng


__ADS_3

matahari terik berkobar menyinari jalan-jalan di kota kabut ilusi. Xiao Quan bersama Wu Jing terus berjalan, ia sangat tidak antusias dengan penjelasan Wu Jing. ini dikarenakan Xiao Quan yang telah pernah menyaksikan kota yang lebih besar puluhan kali lipat dari kota kabut ilusi, yaitu sekte pedang emas.


" kakak, mana jalan yang akan kita lalui? " tanya Xiao Quan


Wu Jing menunjuk kearah barat, " kita akan pergi kearah sana, keluargaku ada di sana "


***


di dalam sebuah rumah yang besar di kota kabut ilusi, seorang pria paruh baya duduk di atas kursi yang megah, aura yang dia keluarkan begitu menindas orang-orang di sekelilingnya, dengan jubah berwarna hijau bersulam dengan warna kuning emas bermotif naga menambah kewibawaan pria perahu rumah yaitu, sementara itu beberapa orang di sampingnya juga duduk berhadap-hadapan dibatasi dengan sebuah meja panjang di depan mereka.


"bawa Meng Yin ke tempat ini" perintah pria paruh baya itu

__ADS_1


seorang penjaga langsung pergi meninggalkan ruangan dan tidak berapa lama datang dengan membawa seorang wanita muda berpakaian biru


wanita ini adalah orang yang bersama wujing. yang merupakan anggota klan Meng, salah satu klan paling berpengaruh di kota kabut ilusi.


Wanita berpakaian biru itu duduk berseberangan dengan pria paruh baya. dengan kepala tertunduk ia memberikan penghormatan kepada seluruh orang yang hadir ditempat itu.


wanita berpakaian biru itu adalah Meng Yin, Putri dari pemimpin Klan, kemampuannya berada pada ranah kondensasi Ki tingkat ke 6. beberapa hari yang lalu dia melarikan diri bersama wu jing namun tertangkap dan dibawa kembali ke rumah besar klan Meng. dan hari ini Meng Yin dihadapkan di rapat tetua untuk memberikan keputusan akhir.


" pernikahanmu dengan tuan muda Klan Fu telah ditetapkan oleh para tetua klan. jika hal ini tidak terjadi maka bukan hanya kerugian yang kita derita melainkan kita akan dipermalukan oleh klan Fu di kota kabut ilusi ini serta akan menjadi bahan tertawaan generasi-generasi yang akan datang"


dengan bibir yang bergetar wanita muda itu mengangkat kepalanya, dengan berurai air mata ia mulai berbicara.

__ADS_1


"ayah, aku begitu menghormatimu sebagai seorang ayah yang ku jadikan panutan dalam kehidupanku, ayah yang mengajarkan kepadaku prinsip untuk teguh memegang pendirian. ayah yang memberikan pedoman kepadaku untuk kuat dalam mengambil keputusan, ayah yang berkata tidak peduli apa yang orang lain katakan jalankan apa yang benar-benar kau yakin. tapi mengapa ayah sekarang yang melanggar prinsip itu ?" .


suasana didalam ruangan menjadi diam membisu. atmosfer seakan-akan terkikis membuat semua orang menjadi canggung


"hentikan omong kosong mu, ini sudah diputuskan dan tidak ada tawar-menawar lagi. dan yang paling penting tetaplah di kamarmu karena sebagai pemimpin klan Meng aku menyatakan bahwa kau tidak boleh meninggalkan rumah ini, dan bagi pria itu jika ia masih hidup, aku tidak akan segan segan menghabisinya dengan tanganku sendiri" pria paruh baya itu memecahkan suasana canggung


"tapi, ayah !"


"ach, sudahlah, semua di ijinkan bubar, bawa nona muda kembali ke kamarnya dan awasi dia" perintah pria paruh baya itu kepala penjaga.


para tetua di ruangan pergi satu persatu meninggalkan pria paruh baya itu, berbagai macam ekspresi terlihat di wajah mereka, ada yang terlihat sedih ada yang terlihat menunjukkan ekspresi gembira ada yang terlihat biasa saja.

__ADS_1


pernikahan yang melibatkan dua klan besar di kota kabut ilusi merupakan sebuah keuntungan besar bagi masing-masing klan, terlebih lagi bagi klan dari pihak wanita.


__ADS_2