
**
“Arena nomor satu pemenangnya adalah Long Xue” Wasit mengumumkan hasil pertandingan untuk arena nomor satu dan disambut oleh penonton dengan suara dan teriakan yang meriah penuh dengan kegembiraan, namun terlihat juga beberapa orang yang menjagokan Guo Cheng kecewa karena jagoan mereka harus kalah dibabak penyisihan putaran pertama.
Long Xue berjalan kembali ketempat duduk peserta usai wasit mengumumkan bahwa ia memenangkan pertandingan untuk arena nomor satu. Ia tidak begitu menghiraukan tatapan dan teriakan penonton kepadanya. Ekspresinya biasa saja bahkan terasa tampak begitu dingin.
Sementara itu di arena nomor tujuh pertarungan sengit antara empat orang sekaligus juga terjadi yaitu, Zhuo Leng, Shi Shihong dan dua peserta lain, mereka menggunakan pedang sebagai senjata dalam pertarungan mereka. Kilatan – kilatan pedang yang beradu saling menyambar dan berbenturan dengan keras namun belum ada tanda – tanda siapa yang akan keluar menjadi pemenangnya.
Zhuo Leng menebaskan pedangnya kearah Shi Shihong. “ Tarian Naga” pedang Zhuo Leng mengeluarkan Aura berwarna merah, beberapa gerakan yang ditampilkan Zhuo Leng tampak berkelok – kelok laksana ular yang sedang menari. Serangan yang dikeluarkannya juga semakin intensif menyasar titik vital ditubuh lawan sehingga cukup menyudutkan Shi Shihong.
Tak mau kalah begitu saja Shi Shihong membalas serangan Zhuo Leng dengan Jurus delapan pedang, seketika pedang yang digenggam Shi Shihong terlihat menjadi delapan bilah karena kecepatan yang dimainkannya. Ia mulai membalas serangan Zhuo Leng dengan cepat untuk membalikkan keadaan.
Ketika pertarungan keduanya masih sengit, serangan tiba – tiba datang dari seorang murid menuju Zhuo Leng, namun dengan sigap masih bisa ditangkis olehnya, bahkan ia balik mendaratkan pukulan di dada murid itu dan membuatnya langsung keluar dari Arena .
Mata penonton terpesona menyaksikan respon zhuo Leng yang sangat cepat mengantisipasi setiap serangan yang ditujukan kepadanya.
“anak itu memang memilki bakat dan kemampuan yang tinggi “ Komentar ketua sekte kepada Luo Shin, beberapa penatua juga memberikan komentar mereka terhadap para peserta yang sedang bertanding diarena, mereka mengomentari mulai dari bakat, kelemahan dan kelebihan serangan hingga respon peserta .
***
__ADS_1
hujan turun semakin deras membasahi seluruh arena dan tempat duduk penonton, tapi tetap tidak ada yang meninggalkan tempatnya, dengan antusias yang tinggi semua orang tetap bertahan menyaksikan pertandingan termasuk Xiao Quan.
Xiao Quan menganalisa serangan demi serangan yang bertubi – tubi dari ketiga orang yang berada didalam panggung nomor tujuh. Ia menutup mata dan mensimulasikan nya didalam pikirannya. Ia merasa ketiganya mendapat lawan yang seimbang.
“ini adalah pertarungan yang sulit, kemampuan mereka dalam memainkan pedang hampir berimbang”. Matanya terus mengikuti gerakan demi gerakan yang temponya semakin lama bukan melambat tetapi semakin cepat.
“pedang Penakluk naga” Shi Shihong merubah pola serangannya secara tiba – tiba. Permainan pedangnya membentuk sebuah formasi berbentuk segi delapan. Dalam sepersekian detik langsung maju menuju Zhao Leng dan peserta yang lain.
Semua mata menatap arena nomor tujuh dengan tegang termasuk Xiao Quan. Mereka ingin melihat bagaimana Zhuo Leng akan mematahkan serangan Shi Shihong.
“bagaimana mereka akan memblokir serangan Shi Shihong itu”
Komentar penonton terdengar beragam sesuai dengan pemahaman mereka masing – masing.
Tiba – tiba, “ya ada celah” Xiao Quan berkata cukup keras secara spontan, menyebabkan mata penonton disekitarnya langsung berpaling melihatnya dengan mata melotot.
Xiao Quan tersenyum tipis, ia bisa memahami ekspresi yang timbul dari para penonton yang ada disekitar
***
__ADS_1
Didalam arena , Zhao Leng mengibaskan pedangnya dua kali secara diagonal, serangannya kali ini bertujuan memecah serangan Shi Shihong. Dan beberapa saat kemudian kedua serangan saling berbenturan sehingga mengakibatkan peserta yang lain yang kurang waspada terkena efek serangan. Murid itu langsung keluar arena diserang oleh dua serangan yang saling berusaha untuk menjadi yang paling kuat.
“baiklah tinggal kita berdua, aku harap kau akan menggunakan segenap kemampuanmu,” ucap Zhao Leng kepada Shi Shihong, namun dibalas oleh Shi Shihong dengan serangan tiba – tiba.
Zhao leng mengelak dan balas menyerang, keduanya beradu serangan pedang. Dentangan pedang terus terdengar saling sahut menyahut. Dalam sekejap mereka telah bertukar dua puluh jurus, namun belum ada tanda – tanda untuk berhenti.
“Penakluk Naga”
“Tarian Naga”
Serangan terkuat keduanya langsung bertabrakan, energi Qi yang besar langsung menyatu dan menyebabkan gelombang serangan Rebound besar kepada keduanya, hal ini membuat keduanya terlempar kebelakang. Mata penonton yang gugup menyaksikan mengikuti gerakan keduanya yang mundur terpental, keduanya berhenti
pada posisi berdiri dengan kondisi cukup baik . Zhao Leng berdiri dibatas arena sementara Shi Shihong sayangnya berdiri diluar garis Arena.
Sorak sorai penonton terdengar begitu keras meluapkan kegembiraan mereka, pertarungan yang berimbang akhirnya di menangkan oleh Zhao Leng bedasarkan keberuntungan.
“bagaimana, Bagaimana Bisa ? “Shi Shihong tidak percaya dengan apa yang telah dialaminya, ia merasa sangat kecewa terhadap dirinya sendiri, karena kekalahannya bukan karena kelemahannya tapi karena keberuntungannya yang buruk.
“pemenangnya adalah Zhao Leng, wasit mengumumkan hasil pertandingan untuk arena nomor tujuh, disambut dengan tepuk tangan dan sorakan kegembiraan dari para penonton.
__ADS_1