
***
“adik Luo , bagaimana pendapatmu tentang anak itu,” ketua sekte bertanya kepada Luo Shin
‘apakah yang ketua maksud adalah Xiao Quan ? ” spontan Luo Shin bertanya
“Hmmm’
“aku merasa ia tidak bisa kita tahan lebih lama disini, menurutku ia ditakdirkan menjadi orang yang hebat diluar sana, sekte kecil kita ini tidak akan sanggup memelihara dan membesarkannya hingga ke puncaknya, lebih baik kita berusaha membangun hubungan yang harmonis dengannya sejak sekarang, paling tidak suatu saat ia masih mengingat sedikit dari sikap baik kita kepadanya” Luo Shin memberikan pendapatnya
Ketua sekte terdiam memikirkan jawaban yang diberikan Luo Shin, ia memahami betul apa yang dimaksud Luo Shin
“aku mendapat informasi dari Long Ming kalau ia akan pergi siang ini” sambung Luo Shin
Ketua sekte menatap Luo Shin, “adik, antarkan ia sampai ke pintu gerbang, berikan seekor kuda yang terbaik untuknya, ia masih muda dan perjalanannya masih panjang, dengan kemampuannya sekarang ia mungkin anak paling jenius di benua ini, aku yakin perbuatan baik akan dibalas juga dengan kebaikan, dan aku yakin kita akan mendapatkannya”
Pertemuan ketua sekte dengan Luo Shin berakhir dengan waktu yang singkat dan masing masing kembali kekediaman mereka.
**
__ADS_1
Xiao Quan sedang berada dikamar, ia hanya berbaring santai mengistirahatkan tubuhnya. Pertempuran yang melelahkan membuat pengalamannya bertambah, sambil berbaring menatap langit – langit kamar, Gambaran demi gambaran terlintas dibenaknya, peristiwa yang ada didalam pikirannya ia dapatkan dari jabat tangan dengan penatua Ning wang. sejak mendapatkan kemampuan melihat masa lalu dari giok ingatan, ia merasa kemampuannya jauh berkembang bahkan kecerdasan analisanya meningkat tajam, kondisi mentalnya tidak seperti anak berumur dua belas tahun lagi melainkan telah menjadi mental orang dewasa.
Xiao Quan melamunkan kemampuan barunya, “aku harus melatihnya lagi”
Dalam keheningan ia hanyut dalam angan – angan dan tekad.
‘Tok.. Tok... Tok.. “ suara pintu diketuk dari luar
Xiao Quan tersadar dari khayalannya, ia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu. Seorang pria berdiri di depan pintu, sosok pria yang kekar dan berotot besar dikedua lengannya. Wajah yang terlihat kasar namun memancarkan senyum.
‘adik kecil, ada sesuatu yang ingin aku berikan kepadamu” ucap pria itu dengan mantap
Pria itu adalah Liu Jun, seorang peserta pertandingan babak penyisihan yang mengolah kekuatan fisik.
Xiao Quan merasa terperanjat dengan keadaan yang begitu tiba – tiba, ia tidak langsung menerima pemberian Liu Jun sehingga sikapnya menjadi sangat canggung.
“adik kecil terimalah, ini hanya salinan, anggaplah ini sebagai ungkapan terima kasih dariku karena kau telah membantu sekte ini dalam pertempuran kemarin” Liu Jun berkata dengan tulus
Xiao Quan menerima pemberian Liu Jun dengan ekspresi kegembiraan “ terima kasih kak, aku akan selalu ingat untuk melatihnya”
__ADS_1
Tidak ada pembicaraan lebih lanjut antara mereka, keduanya sama sama diam membisu.
“baiklah aku pergi dulu” Liu Jun meninggalkan kediaman Xiao Quan
Xiao Quan memandangi kepergian Liu Jun dengan terheran – heran, beberapa hari yang lalu ia sangat berat memberikan petunjuk kepada Xiao Quan, namun sekarang bahkan salinan kitab pun diberikan kepadanya.
“barangkali keberuntunganku memang bagus” celoteh Xiao Quan sendiri
**
Matahari berada diatas kepala, Xiao Quan berjalan menuju gerbang dengan diantar oleh Luo Shin, Long Ming, penatua Ning Wang, sambil membawa seekor kuda berwarna hitam.
“adik kecil, kami akan merindukanmu, dimasa depan datanglah kesini, pintu gerbang sekte ini terbuka untukmu selamanya” celoteh penatua Ning Wang
Xiao Quan memantapkan langkah, ia disediakan seekor kuda untuk menemaninya diperjalanan, ia tidak memiliki arah tujuan yang jelas, ia hanya menuruti kemana takdir akan mengarahkannya
dengan sekali lompat Xiao Quan telah berada dipunggung kuda, ia langsung memacu kudanya dengan sigap.
Luo Shin dan Long Ming serta penatua Ning Wang menatap Xiao Quan yang semakin menjauh hingga akhirnya menghilang tanpa bekas.
__ADS_1
“aku yakin ia akan menjadi orang besar dimasa depan’ ucap Luo Shin
Long Ming dan penatua Ning Wang menganggukkan kepala.