WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 48. Penyerangan III


__ADS_3

**


“kita akan ditertawakan oleh sekte lain dan dianggap tidak ada bedanya dengan sekte aliran hitam yang menggunakan cara – cara licik“ ketua sekte menyela usul Luo Shin dan penatua Ning Wang


“tapi situasi kita saat ini sedang genting  ketua” Luo Shin kembali menekankan


Tujuan Luo Shin menyatakan hal ini adalah agar korban yang diderita oleh sekte tidak banyak, karena jika para pasukan sekte berkurang kekuatannya, maka bisa dipastikan sekte akan kalah bahkan akan hancur tinggal nama.


“Kita akan menghadapi mereka dengan langsung turun kepertempuran secara ksatria”  balas ketua sekte


‘apakah kalian semua takut untuk menghadapi kematian, ketika kita memutuskan untuk menjadi seorang kultivator dan memutuskan untuk menjaga sekte  ni apakah kita berfikir bahwa kematian adalah sesuatu yang harusnya kita tidak perlu takuti”


“tapi, ketua” Luo Shin masih menyela


“tidak ada tapi, dengarkan perintahku. Semua maju untuk bertempur, kita hancurkan para pengacau ini” perintah ketua sekte


Ketua sekte dan seluruh penatua keluar dari aula utama dan ikut terjun dalam pertempuran. Dibeberapa tempat terlihat banyak mayat yang telah tergeletak diatas tanah . jeritan demi jeritan kesakitan terdengar, eskalasi perang memenuhi seluruh area sekte.


Ketua sekte langsung mencari keberadaan Lin Xiong, sementara Luo Shin menuju sisi barat sekte. Ditemani oleh  penatua Li wei, keadaan disisi barat merupakan yang paling parah, hampir seluruh pasukan dari sekte bulan sabit telah dipukul mundur. Penatua Ning Wang menuju Utara membantu Long ming. penatua Liu Kang menghadapi wilayah selatan. Beberapa penatua utama lainnya mengamankan aset milik sekte, karena walaupun kemenangan bisa diraih, namun jika harta milik sekte hilang maka kemampuan sekte untuk pulih akan semakin sulit. Didalam sebuah perang biasanya ada beberapa orang yang akan menarik kesempatan untuk menjarah harta berharga dari sebuah sekte dan digunakan secara pribadi.

__ADS_1


**


“akulah lawanmu”  ketua sekte berhadapan dengan Lin Xiong sambil mengeluarkan sebuah pedang dengan ukiran tujuh bulan sabit di bilahnya, dari aura yang dikeluarkan semua orang bisa menebak kalau pedang tersebut juga adalah sebuah pusaka raja, bahkan mungkin lebih baik dari milik Lin Xiong.


Ketua sekte menghunus pedangnya kearah Lin Xiong,


“aku tidak akan membiarkan kau mati dengan cepat, aku ingin kau menyaksikan bagaimana kami dari Organisasi Daun Emas memberikan kematian yang tidak mudah terhadap musuh – musuh kami”.  Lin Xiong tertawa mengejek


Ekspresi ketua sekte menjadi geram dengan perkataan Lin Xiong.


“dalam mimpimu” ketua sekte maju menyerang Lin Xiong,


“pedang malam” Ketua sekte menyerang dengan tebasan diagonal


Aura energi yang keluar terasa sangat kuat dan mampu menggetarkan sekelilingnya, beberapa Kultivator ranah kondensasi Qi yang menyadari keberadaan Aura dari pedang ketua sekte langsung memilih untuk menjauh.


“pedang penghancur gunung”


Lin Xiong menebaskan pedangnya dengan kekuatan yang besar untuk memblokir serangan ketua sekte.

__ADS_1


“boom.. boomm.  Boooommm..


Rentetan suara ledakan terdengar sangat jelas.


Disekitar mereka dua pasukan terus saling membantai, beberapa orang menggunakan senjata rahasia mereka untuk membunuh lawan  namun beberapa kultivator yang memiliki kultivasi yang tinggi dengan mudah menghindari senjata rahasia yang dilepaskan kearah mereka.


Jumlah kekuatan yang pada awalnya berimbang menjadi berat sebelah karena penggunaan racun oleh organisasi Daun Emas. Aula pengobatan merupakan Aula paling sibuk, banyak korban yang dibawa ke Aula untuk mendapatkan pertolongan, beberapa orang tidak sempat tertolong nyawanya.


Luo Shin dan Li Wei masing masing menghadapi tiga orang dari organisasi daun emas. Dengan kehadiran Luo Shin dan penatua Li wei semangat para pasukan sekte Bulan sabit menjadi bangkit. Serangan – demi serangan dibangun untuk menghancurkan musuh.


Luo Shin berhadapan dengan salah satu kepala perampok dan dua orang dari ranah Fighter. Walaupun kekuatan Luo Shin berada pada ranah Fighter tahap Mid – stage, namun menghadapi tiga orang secara langsung akan cukup merepotkan.


‘kau boleh memiliki kekuatan yang hebat, tapi lihatlah orang – orang di sekelilingmu, mereka semua telah sampah tidak berdaya” kepala perampok berusaha memprovokasi Luo Shin


Luo Shin melirik ke kiri dan ke kanan dan melihat banyak orang dari sekte Bulan sabit telah terkapar tidak berdaya. Beberapa orang terlihat penuh luka di sekujur tubuhnya, beberapa orang lain bahkan tidak lagi bergerak.  Luo Shin berusaha tetap tenang tidak terpancing, ia menyadari betul jika menyerang hanya mengandalkan emosi maka serangan akan menjadi sia – sia  dan ini akan menjadi titik lemah serangan.


“kalian juga sebenarnya tidak cukup baik untuk kelas orang – orang tolol seperti kalian yang memakai cara – cara licik’ balas Luo Shin sambil tersenyum mengejek


Kepala perampok menjadi berang dengan kata – kata Luo Shin dan tampilan senyumnya, ia menarik pedang dari sarungnya dan  mulai menyerang Luo Shin. Dengan dibantu dua orang yang lain mereka menyerang dengan membabi buta.

__ADS_1


__ADS_2