WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 67. Memurnikan Obat


__ADS_3

Xiao Quan duduk bersila sambil mengamati bahan - bahan yang telah dia beli di pasar. disampingnya terdapat sebuah buku manual membuat obat. dengan bermodalkan pengalaman memperbaiki obat di sekte bulan sabit, ia ingin mencoba berlatih sendiri.


Xiao Quan mengeluarkan tungku yang ia beli di pasar dari cincin penyimpanannya. dalam penyulingan obat, penggunaan jenis tungku juga menentukan keberhasilan memurnikan bahan-bahan obat, seorang Alchemy harus mengetahui dengan jelas dan rinci kemampuan yang dimiliki tungku penyulingannya, semakin tinggi kualitas pil dan obat yang ingin dimurnikan maka persyaratan yang dimiliki tungku juga semakin tinggi, dan semakin tinggi kualitas tungku semakin mahal pula harganya di pasaran.


Xiao Quan mulai meletakkan tungku di depannya dan menyesuaikan dengan bidang datar agar tidak terjadi sesuatu yang di luar dugaan seperti tungku yang miring saat pemurnian obat. kemudian dia mulai mengeluarkan Qi dari tangannya dan memompanya ke tungku sehingga membentuk nyala api berwarna ungu, perlahan ia memanaskan tungku dengan santai. Ia terus mengikuti petunjuk yang ada dalam manual, perlahan ia memasukkan bahan yang pertama yaitu " rumput musim semi " kedalam tungku.


sepotong rumput musim semi yang memasuki tungku langsung berubah menjadi abu karena nyala api yang terlalu besar dipompakan oleh Xiao quan ke dalam tungku.


Xiao Quan menggeleng-gelengkan kepala, ia tidak menyangka bahwa perbedaan bahan yang digunakan dengan nyala api yang dipompakan akan berdampak pada kerusakan dalam bahan-bahan obat itu sendiri.


kembali ia memasukkan sepotong rumput musim semi ke dalam tungku namun dengan volume api yang lebih kecil, terdengar suara " zzzzzzzz" dari dalam tungku.

__ADS_1


dengan mengandalkan persepsi jiwanya, Xiao Guan mulai mengamati perkembangan bahan yang ada di dalam tungku. beberapa saat kemudian tangan kanannya mulai mengurai dan memisahkan antara zat obat dengan kotoran, ia menggunakan Qi untuk melapisi tangan kanannya sehingga panas tidak bisa membakar tangannya.


15 menit kemudian, dalam penguraian zat obat dari bahan rumput musim semi kedua ini, tiba-tiba Xiao Quan kehilangan kontrol terhadap api sehingga menyebabkan tungku mengeluarkan ledakan kecil dari dalam.


percobaan kedua Xiao Quan ternyata gagal, namun ia tidak berputus asa, karena dari percobaan pertama hingga percobaan kedua ia menyadari bahwa telah mengalami sedikit kemajuan.


percobaan ketiga, kembali ia memasukkan potongan rumput musim semi ke dalam tungku, kali ini ia bertekad untuk mengontrol nyala api dengan lebih baik. kembali tungku mengeluarkan suara "zzzzzxx" dari dalam, dengan cekatan ia mulai mengurai kembali bahan obat dan memisahkannya dari kotoran di dalam tungku.


senyum tersungging di wajahnya, karena telah berhasil membentuk pasta berwarna kuning pucat, meskipun tingkat efisiensi bahan sangat rendah hanya sekitar 30 persen, sementara 70 lagi terbuang menjadi kotoran.


"hahaha, akhirnya aku bisa melakukannya "ucap Xiao quan dengan bangga terhadap dirinya sendiri. peningkatan kemampuannya dalam Alchemy dari percobaan pertama hingga yang ketiga meningkatkan semangat di dalam hatinya untuk terus belajar.

__ADS_1


kembali yang mencoba memurnikan bahan-bahan yang lain sesuai dengan petunjuk yang terdapat di dalam manual.


***


sementara di suatu tempat di kediaman Klan Meng, Meng Chao yang baru saja diperingatkan oleh tetua kelima merasa tidak senang. kebencian di dalam hatinya terhadap Xiao Quan menjadi dalam.


Meng Chao berfikir keras, bagaimana memberi pelajaran kepada Xiao Quan dan Wu Jing.


"tampaknya tidak ada cara lain, aku harus menghubungi tuan muda keluarga Fu untuk memberi pelajaran kepada bocah itu dan Wu Jing" batinnya


senyum licik mulai merekah kembali diwajahnya, otaknya langsung memproses tindakan-tindakan yang akan dilakukannya termasuk cerita yang akan disampaikan kepada tuan muda klan FU.

__ADS_1


"ayo ikuti aku sekarang " Meng Chao memanggil penjaganya. mereka pergi meninggalkan wilayah kediaman Klan Meng.


__ADS_2