
" siapa yang berani menyerang ku dari belakang, dasar pengecut " ungkapan kekesalan keluar dari mulut pria bertopeng itu
"kalau kau punya keberanian, tunjukkan wajahmu " nadanya semakin meninggi
"swooossh" sekelebat bayangan disertai dengan aura berwarna ungu terlihat bergerak di antara dahan-dahan pohon yang rimbun.
pria bertopeng itu bergidik ngeri setelah mengetahui bahwa orang yang menyerangnya berada pada ranah fighter.
dalam sekejap mata orang yang menyerang pria bertopeng itu langsung berhenti di hadapan nya.
menyadari orang yang hadir di hadapannya adalah orang yang sebenarnya tidak bisa di singgungnya membuat nyalinya menjadi ciut.
"ma maafkan aku tuan " ucapnya dengan terbata - bata
tidak banyak ekspresi yang ditunjukkan oleh pria bertopeng itu, ketakutannya sudah terlalu besar. Karena bagaimanapun perbedaan kekuatan antara seorang kondensasi Qi dengan Kultivator di ranah fighter bagaikan jurang yang lebar yang tak bisa dilaluinya.
__ADS_1
jubah putih ungu muda berkibar, dengan motif gambar taring harimau di punggungnya tercetak berwarna hitam, Kultivator beraura ungu itu ternyata adalah seorang lelaki tua, posturnya yang pendek kurus dengan keriput yang menghias wajahnya menunjukkan bahwa ia memiliki masa hidup yang sudah lama. laki-laki tua itu memandangi sekeliling dan tatapannya jatuh pada sosok Wu Jing yang sedang terkulai lemah di tanah.
senyum tipis muncul di wajah lelaki tua beraura ungu itu ketika melihat Wu Jing. ada makna tersirat yang ditunjukkan oleh ekspresi wajah laki laki tua itu.
*bergerak
dengan satu hentakan kakinya ke tanah membuat jarak beberapa meter tempat itu bergetar.
pria bertopeng menjadi semakin ketakutan, ia hanya menundukkan kepalanya menghadap tanah.
" tuan, mungkin ada kesalahpahaman di antara kita, harap tuan menyampaikan kepadaku, hal apa yang membuat tiba-tiba menyerang saya". tanya pria bertopeng
kekakuan suasana terus terjadi seakan-akan ucapan yang disampaikannya tidak berarti apa-apa di hati pria tua itu.
pria tua itu berjalan mendekati Wu Jing. kedua tangannya langsung mengangkat bahu Wu Jing dan mendudukkannya.
__ADS_1
dengan meletakkan salah satu tangannya di dada Wu Jing, pria itu mulai menyalurkan Qi melalui Meridian di tubuh Wu Jing.
pria bertopeng itu berdiri terpaku tidak berani bergerak dari tempatnya karena baginya menyinggung seorang kultivator di ranah fighter sama dengan mencari kematian. sadar akan hal itu, ia tidak ingin membuat masalah baru yang tak bisa diatasinya.
beberapa menit kemudian luka-luka di tubuh Wu Jing mulai menunjukkan tanda-tanda membaik, darah yang sebelumnya menetes dari luka mulai berhenti dan luka-luka tipis mulai menutup. sementara itu organ dalamnya yang disposisi perlahan kembali ke posisinya masing-masing.
dalam waktu yang cukup singkat pria tua akhirnya menarik tangannya kembali. ia berbalik menatap pria bertopeng tanpa ekspresi.
ditatap oleh pria tua itu, bulu kuduk pria bertopeng langsung berdiri. ia merasa bahwa dirinya seakan-akan ditatap oleh binatang buas.
pria tua tiba - tiba bergerak dengan cepat mendekati pria bertopeng. dengan sebuah kepalan tangan yang tidak terlalu besar ia menyarangkan pukulannya ke perut pria bertopeng .
meskipun posisi pria bertopeng itu kurang menguntungkan disebabkan perbedaan ranah tapi ia tetap memblokir pukulan yang datang dengan menyilangkan kedua tangannya, yang pada akhirnya membuat ia terlempar beberapa meter ke belakang. kedua tulang di lengannya patah. dan seteguk darah keluar menetes dari sudut bibirnya.
perubahan situasi yang mendadak tak pernah disangka - sangkanya, entah dari mana datangnya pria tua itu. beberapa menit yang lalu ia masih mendominasi keadaan, tapi sejak kedatangan pria tua itu hidupnya bagaikan telur di ujung tanduk.
__ADS_1
dengan erangan lirih yang keluar dari mulutnya, ia masih berusaha bertanya siapa pria tua yang menyerangnya.