
**
Xiao Quan sampai di Aula penegakan bersama penatua Utama Aula Harta dan juga rombongan murid dari Aula Harta, sementara Ketua Sekte kembai ke kediamannya, ia tidak ingin mengintervensi keputusan yang diambil oleh Aula Penegakan.
“Silahkan duduk “ seorang Pria bernama Qiu Liang mempersilahkan Xiao Quan dan penatua utama Aula Harta untuk duduk.
Beberapa saat kemudian Qiu Liang mas bersama penatua utama kedalam sebuah ruangan. Tidak ada suara yang terdengar oleh Xiao Quan dari dalam ruangan, tidak berapa lama kemudian keduanya keluar dan penatua Utama meninggalkan Qiu Liang bersama Xiao Quan.
“Kami ingin kau menjawab pertanyaan kami, ceritakan kepada kami apa yang sedang kau lakukan di wilayah Sungai naga kecil ? “ Qiu liang bertanya
Xiao Quan mulai menceritakan apa yang diinginkan oleh Qiu Liang, “senior, tadi aku sedang berjalan – jalan disekitar sekte karena aku bosan didalam kamar. Ketua sekte juga telah mengizinkan aku untuk tetap berada di sekte sementara waktu. Kebetulan Kemarin aku pergi melihat – lihat keadaan dan pemandangan di sekte ini bersama Wakil ketua, sungai naga kecil begitu menarik perhatianku, tempatnya yang sepi dan tenang, udaranya begitu bersih, sangat baik untuk menyegarkan kembali pikiran yang lelah.
Xiao Quan menjelaskan semua yang ia lakukan kecuali tentang Giok Ingatan. Ia berusaha setenang mungkin. Sementara Qiu Liang hanya menatap dan sesekali manggut – manggut, ia mencerna semua cerita Xiao Quan dengan teliti.
“tidak ada yang aneh dalam cerita anak ini dan Ekspresinya sangat tenang. Jika ia memang pelakunya tentu ada perubahan sikap atau kontradiksi dalam penjelasannya” Qiu Liang ragu dalam hati.
__ADS_1
“tok tok tok “ Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu diketuk.
“masuk” Qiu Liang memberikan izin
Terlihat seorang murid senior melangkah masuk dan menyerahkan selembar kertas kepada Qiu Liang. Qiu Liang buru – buru membuka dan membaca isi kertas itu, ia mengernyitkan kening dan menoleh kepada dua orang penjaga .
‘cepat bawa anak ini keruang satu bagian timur, kita akan lanjutkan pemeriksaan nanti , ada sesuatu yang harus aku lakukan” perintah Qiu Liang
Xiao Quan merasakan ada sesuatu yang aneh dengan perubahan sikap Qiu Liang setelah membaca isi kertas itu, disamping itu ia bertanya – tanya dalam hati tentang keberadaan ruang satu bagian timur.
Kedua murid senior itu meminta Xiao Quan untuk mengikuti mereka. Kedua murid senior itu berada diranah kondensasi Qi tingkat kesembilan. Satu orang berjalan didepan Xiao Quan sementara satu orang lagi berjalan dibelakangnya. Mereka terus melewati beberapa ruangan dan akhirnya tiba disebuah ruangan kecil dengan pintu yang terbuat dari jeruji besi.
Xiao Quan dipaksa masuk ke dalam ruangan oleh kedua murid senior. Ia menyadari tidak ada gunanya melakukan perlawanan , itu bisa saja akan membuat ia semakin terpojok. “aku harus memikirkan tindakan yang akan aku\= lakukan”. Batinnya.
Kedua murid senior itu langsung meninggalkan Xiao Quan sendirian didalam ruangan kecil itu. Xiao Quan terus memikirkan cara untuk keluar yang terbaik dari tempat itu.
__ADS_1
Waktu bergulir dengan cepat, malam telah berlalu dengan segala kegelapannya, sementara Xiao Quan masih dalam penjara . ia telah memeriksa cincin penyimpanannya mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk membantunya keluar. Tapi tidak menemukan apa - apa selain dari batu roh, beberapa pil dan racun yang ia ambil dari penginapan.
***
Di Arena pertandingan orang - orang sudah berdatangan untuk menyaksikan babak utama kompetisi, semua orang datang dengan penuh kegembiraan. Suasana terlihat lebih meriah dibandingkan ketika babak penyisihan dilangsungkan. Semua orang memiliki jagoannya masing – masing bahkan ada yang kembali memasang taruhan dengan nilai yang lebih fantastis walaupun tetap secara sembunyi - sembunyi.
Dipanggung utama juga terlihat ketua sekte dan para penatua utama dari berbagai Aula.
Seorang pria maju ke depan dan memberi hormat kearah panggung utama. Ia membungkukkan tubuhnya dan kemudian mengambil tempat ditengah – tengah arena.
“hari ini kita akan melanjutkan pertandingan diantara peserta. Semua yang telah memasuki babak utama akan berjuang hari ini untuk memasuki babak final , jadi untuk menghemat waktu aku akan memandu pertandingan” pria itu mulai membuka acara
“pertandingan babak utama ini akan dilaksanakan dengan duel satu lawan satu, peraturan pertandingan masih sama dengan babak penyisihan, yaitu tidak diperbolehkan membunuh atau menghancurkan kultivasi peserta lain, bermain curang , atau menggunakan racun.” ia melanjutkan dengan menjabarkan kembali aturan pertandingan.
“aku yakin semua peserta telah memahami peraturan dengan baik, jadi tanpa memperpanjang waktu lagi kita akan melakukan undian untuk menentukan lawan dalam pertandingan.” Pria itu menatap kearah seseorang dan menganggukkan kepala.
__ADS_1
Pria itu maju kearah peserta dan meminta para peserta mengambil sebuah kertas yang digulung berisi nomor . setiap peserta yang memiliki nomor yang sama akan bertanding diarena.
Semua mata tertuju ke arah kursi peserta dengan ekspresi yang tegang bercampur penasaran