WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 41. Babak Utama IV


__ADS_3

**


“padahal sedikit lagi” Wei Ying menyesali keputusan yang diambilnya, jika sedikit waktu lagi dia bersabar mengulur waktu dengan memainkan pedangnya, Feng han pasti akan terpojok ke posisi yang tidak menguntungkan, namun hasil pertandingan telah diumumkan, tidak ada usaha yang bisa merubahnya lagi.


Feng han dan Wei Ying kembali ketempat duduk peserta dengan kepala tertunduk, beberapa peserta melihat kearah mereka dengan tatapan mengejek sehingga membuat suasana menjadi canggung.


“selanjutnya pertandingan ketiga akan dilaksanakan antara Hu Yaoyun dengan Shui Liu, pembawa acara memanggil keduanya untuk memasuki Arena. terlihat dua orang perempuan berjalan masuk arena kemudian berhadapan saling membungkuk dan menangkupkan tangan sebagai tanda penghormatan.


“Saudari Shui aku tidak akan segan” Hu Yaoyun menarik pedang dari sarungnya, dia mulai bergerak maju menyerang dengan berlari membentuk pola lingkaran, sementara Shui Liu meningkatkan kewaspadaannya dengan menghunus pedang didepannya menunjukkan ia bersiap terhadap serangan yang akan diluncurkan Hu Yaoyun.


Dengan pola serangan yang berganti – ganti Hu Yaoyun menusukkan pedangnya ke depan, tapi dengan mudah ditepis oleh Shui Liu. Nama Shui Liu memang tidak seterkenal Hu Yaoyun, namun pada dasarnya tingkat kultivasi keduanya tidak berbeda jauh.  Pengalaman Hu Yaoyun memang lebih banyak dibanding dengan Shui Liu, ditambah lagi ia merupakan murid langsung dari penatua utama Aula Penegakan dan putri dari ketua sekte, hal ini tentu memberikan nilai plus terhadap dirinya. Dengan statusnya, ia dengan mudah mendapatkan sumber daya untuk meningkatkan kemampuannya.


Di arena Shui Liu  masih terus menghindari serangan dari Hu Yaoyun. Semakin lama intensitas serangan Hu Yaoyun semakin cepat dan  meningkat. Shui Liu mulai gelagapan menghindari serangan. Beberapa luka gores mulai terlihat dibeberapa bagian tubuh Shui Liu.


Hu Yaouyun merubah teknik serangan yang awalnya memutar, kini berubah menyerang hanya dari depan. Shui Liu menduga kesempatannya telah datang, ia mulai membalas serangan Hu Yaoyun. Suara dentangan pedang terdengar dengan keras beberapa kali.

__ADS_1


“ketua, anda beruntung memiliki putri yang hebat dan cantik” Luo Shin memuji.


“diusianya yang sekarang ia telah menunjukkan bakatnya yang luar biasa”


Ketua sekte tersenyum dengan bangga melihat putrinya yang sedang bertarung dengan gesit, setiap gerakan jurus yang ditunjukkan membuat hati ketua sekte begitu berbunga – bunga.


Hu Yaoyun dan Shui Liu telah bertukar serangan lebih dari seratus jurus, lima goresan luka terlihat di kedua  tangan Hu Yaoyun, sedangkan Shui Liu menderita luka yang tidak terhitung lagi.


Melihat situasi pertarungan yang sudah tidak berimbang Penatua Liu Kang  menengahi keduanya karena melihat Shui Liu tidak lagi memilki kesempatan untuk menang bahkan jika ia melanjutkan pertarungan, itu hanya akan memperburuk keadaannya.


Kondisi Hu Yaoyun juga hampir sama, staminanya banyak terkuras. Hanya saja kondisinya lebih baik dari pada Shui Liu.


“Pemenang pertandingan kali ini adalah Hu Yaoyun” penatua Liu Kang mengumumkan hasil pertandingan. Tepuk tangan dari penonton dan juga panggung utama terdengar begitu keras disertai dengan sorak sorai  mengelu – elukan nama Hu Yaoyun.


Dalam keadaan yang masih bergembira, dipanggung utama seorang penatua dari Aula misi menghampiri ketua sekte terlihat melaporkan sesuatu. Wajah ketua sekte langsung berubah dari yang awalnya gembira berganti menjadi tegang setelah mendengar laporan yang sampai kepadanya.

__ADS_1


Ketua sekte berbicara kepada Luo Shin tentang laporan yang telah ia terima. “minta semua Penatua Utama untuk hadir kediamanku sekarang” perintahnya kepada Luo Shin


Ketua sekte meninggalkan lokasi arena pertandingan beserta beberapa penatua.


***


Di Aula penegakan Xiao Quan telah mematahkan kaki kedua penjaga yang diracuni sehingga membuat kondisi keduanya menjadi tidak sadarkan diri. Tanpa menunggu lebih lama Xiao Quan berjalan  keluar dari ruangan dengan perlahan, ia maju menyelidiki situasi sekitar Aula Penegakan.  suasana di Aula penegakan sangat sepi, tidak ada yang terlihat berlalu lalang didalam ruangan disebabkan sebagian besar orang menyaksikan kompetisi babak utama di Arena Pertandingan.


“kami sudah menunggumu” suara mengejutkan dari salah satu sisi ruangan, terlihat lima orang melompat keluar dari tempat persembunyian, mereka mengenakan pakaian hitam dengan penutup wajah dan kepala.


“siapa kalian” Xiao Quan meningkatkan kewaspadaannya.  Ia tidak ingin terpojok kepada sesuatu yang tidak menguntungkan kondisi dirinya


“ayo cepat tinggalkan tempat ini, tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang” ajak salah satu dari kelima orang itu.


Xiao Quan mengikuti kelimanya dengan mengendap – endap, di pintu keluar terlihat beberapa orang penjaga tergeletak pingsan. Dari cara pergerakan mereka yang sulit untuk diimbangi, Xiao Quan tahu bahwa kelimanya berada diranah Fighter.

__ADS_1


“setelah diluar aku akan mencoba untuk melarikan diri dari kelima orang ini” batin Xiao Quan, ia masih tidak percaya kepada lima orang yang membuka jalan untuknya.


__ADS_2