
Xiao Quan berjalan-jalan di kota kabut ilusi, ia mengunjungi pasar yang ramai untuk memperluas wawasannya terhadap kota kabut ilusi, ia juga ingin melihat-lihat barang yang mungkin menarik hatinya.
beberapa pedagang terlihat menawarkan dagangannya kepada orang-orang yang lewat berlalu lalang di pasar tidak terkecuali dengan Xiao Quan, namun beberapa pedagang yang menjual komoditas tingkat atas juga meragukan Xiao Quan karena tidak mungkin seorang anak kecil mampu membeli barang-barang yang bisa dikatakan cukup mahal.
Xiao Quan juga tidak memberikan respon kepada pedagang-pedagang ini, ia tidak terpancing untuk mengeluarkan hartanya karena Xiao Quan faham betul, menunjukkan kekayaan secara terbuka tanpa didukung kekuatan yang cukup akan menarik jiwa serakah orang-orang di sekitarnya sehingga hanya akan menjadi malapetaka baginya.
setelah lama berjalan - jalan Xiao Quan sampai di depan sebuah toko yang tidak terlalu besar, plakat toko bertuliskan "seribu harta pusaka", toko ini menjual barang-barang antik dan kuno. pengunjung ditempat ini juga tidak ramai karena barang barang kuno dan antik tidak menjadi kebutuhan orang pada umumnya. didalam toko banyak barang-barang yang ditata rapi oleh penjual, untuk menarik minat orang yang melihatnya beberapa kotak bahkan disinari dengan lampu giok berwarna warni agar terlihat mewah sehingga diharapkan menaikkan harga jualnya.
Xiao Quan masuk ke dalam toko dan disambut ramah oleh seorang pelayan toko.
"tuan muda, kalau boleh tahu barang seperti apa yang anda butuhkan? " senyum pelayan menyambut Xiao Quan
__ADS_1
"tidak ada paman, aku hanya sekedar melihat-lihat saja, barangkali ada barang-barang yang membuat aku tertarik "Xiao Quan menyampaikan maksudnya.
Xiao quan berjalan melewati rak demi rak dan masih diikuti oleh penjaga toko. pada barisan rak kelima ia berhenti. matanya tertuju pada sebuah pedang tua. meskipun ia kurang memahami kualitas dari sebuah barang kuno namun secara garis besar seorang kultivator pasti memiliki indra yang tajam untuk menganalisa sesuatu benda walaupun tidak begitu mendalam.
penjaga toko yang melihat pandangan Xiao Quan yang tertuju pada pedang tua itu langsung berinisiatif menjelaskan asal usul orang tua itu.
"tuan muda, anda memiliki mata yang tajam. pedang tua ini adalah salah satu benda antik terbaik di toko ini, ada kisah terkenal yang menyelimuti pedang tua ini di masa jayanya. ini adalah pedang yang digunakan oleh salah seorang prajurit kerajaan Yuan untuk menahan serangan dari demonic beast tingkat tinggi. setelah bertahun-tahun hilang akhirnya pedang tua ini jatuh ke tangan kami. jika tuan muda berkeinginan untuk memilikinya, kami bisa menjualnya kepada tuan muda dengan harga yang murah yaitu 50 batu roh tingkat rendah saja "penjaga toko itu membual agar harga jual pedang tua itu naik.
Xiao Quan terus berjalan sambil melihat-lihat satu persatu barang-barang di tatakannya, meskipun ekspresi penjual terlihat kurang senang, namun ia mencoba untuk bersikap biasa saja.
setelah satu jam waktu berlalu, Xiao Quan belum membeli apa-apa sehingga membuat penjaga toko itu menjadi sangat kesal.
__ADS_1
"adik kecil, kalau kau ingin bermain sebaiknya cari tempat yang lain aku tidak punya waktu untuk menemanimu" tegur penjaga toko itu
Xiao Quan hanya diam merespon ucapan penjaga toko itu sehingga membuat penjaga toko itu lebih kesal lagi.
sambil terus berjalan, mata Xiao Quan tertuju kembali pada sebuah lempengan perak yang berukir pola - pola unik, beberapa bagian sudah terlihat retak dan terkikis. ada perasaan aneh yang tumbuh dalam dirinya ketika melihat lempengan perak itu, seakan-akan jiwanya terpanggil untuk membelinya.
melihat lempengan perak yang di yang dituju oleh Xiao Quan, penjaga toko itu menghela nafas dengan keras.
"adik kecil, kalau kau memang menginginkan benda dengan harga yang murah mengapa kau tidak mengatakan itu dari awal, untuk lempengan perak ini bayar saja satu batu roh kelas rendah dan cepat pergi dari sini " penjaga toko itu berkata dengan kesal.
tidak menunggu waktu yang lama Xiao Quan langsung membayar harga yang ditetapkan oleh penjaga toko itu dan mengambil lempengan perak serta meninggalkan toko seribu harta pusaka.
__ADS_1
"syukurlah anak kecil itu telah pergi, aku berpikir ia akan menjadi ikan besar namun ternyata aku salah, rupanya iya hanya anak orang biasa yang berlagak sok kaya "penjaga toko itu mengumpat di dalam hatinya sambil menepuk kepalanya.