
**
Wang Na berdecak kesal menyaksikan kemampuan Xiao Quan yang meningkat pesat. Dalam hatinya ia menyadari tidak mudah mendapatkan kesempatan untuk menang. “anak ini, bukan orang biasa kemampuan bertarungnya bahkan setingkat orang yang telah mengalami banyak pertarungan ditambah lagi kebrutalannya yang sangat mengerikan, tanpa ampun”
Xiao Quan mengambil inisiatif untuk memulai serangan, ia berlari menuju Wang Na. Ia merasa tubuhnya lebih ringan sehingga secara otomatis kecepatannya menjadi berkali lipat.
“buukkk” satu tendangan diarahkan Xiao Quan ke perut Wang Na tapi masih ditangkis oleh Wang Na dengan tendangan juga, Dilanjutkan dengan tinju silih berganti , membuat Wang Na kewalahan menangkis serangan yang ditujukan kepadanya. Beberapa pukulan mulai bersarang ditubuhnya. Xiao Quan tidak ingin langsung menghabisi Wang Na
“aku bisa menggunakan wanita ini sebagai lawan untuk menstabilkan Kultivasiku yang belum stabil” batin Xiao Quan
Jika Wang Na mengetahui apa yang sedang difikirkan oleh Xiao Quan , maka ia mungkin saja akan memaki Xiao Quan hingga sampai kakek buyutnya.
Merasa semakin terdesak dan sangat yakin kalau ia tidak mampu mengalahkan Xiao Quan, Wang Na mencari cara untuk melarikan diri. Wang Na mencoba membuat jarak dengan Xiao Quan, ia menunggu kesempatan untuk meninggalkan area pertarungan, namun Xiao Quan menyadari apa yang difikirkan Wang Na, ia terus menempel dekat sambil meluncurkan serangan jarak dekat ke tubuh Wang Na.
__ADS_1
Long Ming menyaksikan pertarungan antara Xiao Quan dengan Wang Na, ia menyadari kemampuan Xiao Quan diatas apa yang ia pikirkan. “ akar roh apa yang dimiliki oleh anak ini, kemampuannya tidak biasa, aku akan memeriksanya setelah semua ini berakhir”
Xiao Quan terus menghajar Wang Na dengan pukulan dan tendangan, sehingga wajah Wang Na yang biasanya mampu membuat para pria berdebar – debar karena kecantikannya, kini berubah menjadi sangat menyeramkan, banyak biru lebam di wajah dan sekujur tubuhnya, bahkan hidungnya bengkak mengeluarkan darah. Wang Na tidak diberikan waktu untuk bangkit ia terus dihujani dengan serangan walaupun tidak mengenai titik vital.
Wang Na tidak percaya dengan apa yang dialaminya, dihajar dan dikalahkan oleh seorang anak kecil, seumur hidupnya ia tidak pernah membayangkan hal ini akan menimpanya bahkan dalam mimpi sekalipun.
“adik kecil, ampuni aku. Aku mengaku kalah” Wang Na mengiba
Darah menyembur dari luka yang menganga, diikuti suara teriakan kesakitan dari mulut Wang Na, ia menggelepar dilantai dengan darah yang memancur dari lengannya.
“Aku belum selesai” Xiao Quan menebas lagi memotong kedua kaki dan lengan kiri Wang Na.
“Aku akan berikan kau kesempatan untuk menikmati kesakitan sebagaimana orang – orang yang kalian tangkap dan jadikan budak”.
__ADS_1
Nyonya besar yang menyaksikan hal ini menjadi bergidik ngeri “ anak ini sedikitpun tidak memiliki belas kasihan bahkan untuk seorang perempuan”. Sementara para penjaga menelan ludah bercampur darah melihat perbuatan Xiao Quan.
Wang Na menjerit histeris disebabkan rasa sakit yang sangat berat, ditambah dengan kebencian yang mendalam dihatinya. Beberapa saat kemudian ia menggunakan semua Qi Nya untuk menghentikan pendarahan sehingga ia merasa agak sedikit tenang, ia memandangi tangan dan kakinya yang terpotong.
“aku akan membalas mu dan seluruh keluargamu sepuluh kali lipat bahkan seratus kali lipat dari apa yang telah kau lakukan, sekte lembah racun tidak akan pernah tinggal diam” ancam Wang Na
“kau boleh melakukannya tapi di kehidupan mendatang bibi ” Xiao Quan melempar pedangnya kearah kepala Wang Na.
Wang Na terbunuh seketika pedang menembus kepalanya.
Long Ming, Nyonya besar dan para penjaga memalingkan muka merasa jijik dengan perbuatan Xiao Quan, sementara Tidak ada ekspresi di wajah Xiao Quan, bahkan ia merasa ini adalah hal yang biasa saja.
Xiao Quan menatap Nyonya besar dan para penjaga
__ADS_1