WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 12. Maaf, Aku Sebenarnya Pelupa


__ADS_3

**


Melihat tindakan yang dilakukan Xiao Quan kepada kepala penjaga itu Long Ming menggelengkan- gelengkan kepala. Ia tak menyangka seorang anak usia dua belas tahun sanggup melakukan hal seperti itu dan tidak tampak ada ketakutan atau sebuah penyesalan dari ekspresi wajahnya, bahkan ia terlihat begitu menikmatinya.


“anak ini sangat mengerikan, ia sungguh terlalu brutal” batin Long Ming


Disisi lain kepala penjaga itu masih meringis kesakitan sambil menekan tangannya yang terus mengeluarkan darah. Ia menyesal karena telah berbohong  dengan mengatakan bahwa ia tidak tahu.


“berikan informasi yang kami inginkan atau kau ingin menjadi kultivator tanpa jari – jari tangan atau bahkan tanpa tangan dan kaki sama sekali ” gertak Xiao Quan dengan wajah yang serius


Kepala penjaga menatap wajah Xiao Quan dengan ekspresi bercampur aduk, di satu sisi dendam membara dalam hatinya tapi disisi lain ia begitu ketakutan karena ia tahu kalau Xiao Quan tidak hanya mengancam, terbukti bahwa dua potong jari telah tergeletak dilantai. Dengan berbagai pertimbangan ia akhirnya memutuskan untuk membocorkan informasi.


“baik, baik tuan, aku akan berterus terang. Dibawah penginapan ini sebenarnya ada sebuah ruang bawah tanah yang pintu masuknya terletak disebuah kamar dibelakang lobi penginapan, setiap orang yang dikhawatirkan membuat rencana kami gagal ,biasanya mereka adalah para kultivator yang hebat akan dibawa kesana untuk diamankan hingga ketua kelompok datang membawanya .”

__ADS_1


“berapa orang yang ada diruang bawah tanah itu” Xiao Quan kembali bertanya


“didalam ruang bawah tanah itu ada Nyonya besar dan ditemani enam orang penjaga, sesekali nona Wang Na juga berada di sana dan ia yang meracik racun – racun yang digunakan disini, mereka semua yang mengendalikan penginapan ini” ungkap kepala penjaga itu dengan jelas


“Tuan, hanya itu yang aku tahu, tolong lepaskan aku, aku berjanji tidak akan melakukan hal buruk lagi dimasa depan, bahkan aku akan melakukan kebajikan kebajikan dan menolong orang lain ” penjaga itu tetap memohon ampun kepada Xiao Quan dengan sujud dilantai, kepala penjaga itu melakukan akting terbaiknya agar hati Xiao Quan luluh dan bersedia membebaskannya


“baiklah, kau boleh pergi” jawab Xiao Quan sambil melemparkan pedang yang telah dimasukkan Qi kearah dada kepala penjaga  yang hendak berdiri.


“Aaaacchhhhhh” teriak kepala penjaga itu tak menyangka Xiao Quan ternyata tidak mengampuninya


“tuan, anda katakan bahwa anda tidak pernah membatalkan apa yang anda katakan, tapi ini” dengan mulut berdarah kepala penjaga itu masih berbicara sambil memegang pedang yang menancap di dadanya. Darah mengucur deras keluar membasahi lantai dibawahnya


“hehehe maaf, aku sebenarnya adalah orang yang pelupa” jawab Xiao Quan singkat sambil tersenyum ramah

__ADS_1


Xiao Quan dari awal memang tidak berniat melepaskan satupun diantara orang – orang ini, ia hanya ingin mengorek informasi dari mulut kepala penjaga itu.


“adik kecil, ayo kita periksa ruang bawah tanah yang dikatakan kepala penjaga itu” ajak Long Ming


“kakak, tunggu sebentar disini” Xiao Quan pergi, dan beberapa saat telah kembali dengan sebuah bungkusan kain di tangannya.


Long Ming merasa bingung dengan tindakan Xiao Quan. “ apa yang ada didalam bungkusan kain itu ?” tanya long Ming penasaran


Xiao Quan mengatakan bahwa yang ia bawa adalah racun yang dia ambil di kamar tempat penyimpanan racun milik penginapan.


“mungkin orang – orang diruang bawah tanah itu membutuhkan racun – racun ini" celoteh Xiao Quan ringan


Keduanya berjalan menuju ruang dibelakang lobi penginapan sesuai dengan petunjuk yang telah diberikan kepala penjaga itu, dan benar terdapat sebuah pintu. Ketika pintu itu dibuka mereka menemukan sebuah tangga yang mengarah kebawah.

__ADS_1


__ADS_2