WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 34. Babak Penyisihan IV


__ADS_3

**


Pertandingan diranah Fighter dimulai sejak Gong dibunyikan sebagai tanda pertandingan,  banyak peserta yang awalnya ragu melakukan serangan hingga akhirnya Semua peserta saling beradu kemampuan, mereka menggunakan senjata mereka dengan sangat mahir, ada yang menggunakan pedang, tombak, tongkat, pisau bahkan ada yang tanpa senjata. Diranah fighter seorang kultivator telah menguasai perubahan energi sesuai dengan elemen yang dimilikinya. Ada yang membentuk pedang Qi dengan elemen api, ada membentuk cambuk dengan elemen air, ada yang membentuk tameng dengan elemen tanah.


Dari semua pertandingan mata penonton jatuh ke arena nomor tiga, seorang pria yang bernama Liu Jun sedang bertarung dengan tiga orang sekaligus tanpa senjata, kekuatan yang dimilikinya sungguh mengagumkan. Berbeda dengan ketiga lawannya yang memiliki kemampuan penggunaan qi yang baik, Liu Jun sebaliknya, penggunaan serangan dengan Qi  bisa dikatakan sangat buruk, tetapi kekuatan fisiknya setara dengan penggunaan Qi lawannya.


Tiga lawan satu saling bertukar serangan dengan cepat, dalam sekejap mata mereka telah bertukar serangan lebih dari lima puluh serangan, semua orang menahan nafas tegas menyaksikan Liu Jun yang bergerak dengan sangat cepat dan memilki serangan akurat, para penonton terpana dengan kemampuannya yang unik dan menakjubkan.


“ayo, berikan serangan terbaikmu Liu Jun” seorang penonton wanita berteriak mendukung Liu Jun, di iringi tatapan penonton lain kepadanya


Tiga orang membangun serangan dengan formasi membentuk segitiga, tampak ketiganya sebenarnya telah berlatih menggunakan formasi bersama – sama, formasi serangan triangle terbentuk mengelilingi Liu Jun, serangan berganti –ganti mulai datang kearah Liu Jun dari tiga arah . tidak mau untuk tetap pasif menunggu serangan dari lawan, Liu Jun mengeluarkan segenap kemampuannya dan memusatkan kekuatan fisik dan energi Qi nya di kedua telapak tangannya. Aura hijau terlihat keluar dari tubuhnya, ototnya yang kekar terlihat menegang dan massanya terlihat bertambah, gerakannya bertambah cepat, ia mengayunkan telapak tangannya.


“Bam.. Bam... Bam..” Suara pukulan tiga kali terdengar oleh semua orang, tiga orang langsung melesat keluar dari arena sementara ada satu orang yang tetap berada dalam di arena yaitu Liu Jun


Sorak sorai dari penonton membuat suasana begitu ramai, banyak mata yang menyaksikan bagaimana tiga orang akan keluar arena oleh satu orang.


“aku tidak menyangka ia akan sekuat itu”, ternyata pelatihannya selama ini tidak sia sia” komentar seorang penonton.

__ADS_1


“mungkin ia akan jadi idola baru di sekte” komentar yang lain


***


Pertandingan di ranah Fighter lebih cepat selesai dibandingkan diranah kondensasi Qi, belum sampai satu jam seluruh arena telah mendapatkan masing – masing pemenang untuk masuk ke babak utama.


“disebabkan babak penyisihan telah berakhir maka babak utama akan kita mulai besok pagi ” pembawa acara berkata dengan lantang hingga terdengar menjangkau seluruh penonton.


Dari sekian banyak penonton, masing – masing memiliki ekspresi yang berbeda – beda, ada yang tertawa gembira, ada yang kecewa dan sedih, ada yang santai biasa. Semua orang bercampur memilki perasaan yang bercampur aduk dan akhirnya semua orang membubarkan diri dari area pertandingan.


“Aku ingin bertemu dengan anak itu” ketua sekte berbisik kepada Luo Shin dipanggung utama disertai anggukan dari Luo Shin.


***


“kakak  penampilanmu begitu mengesankan hari ini, bolehkah aku meminta bimbinganmu” Xiao Quan menyampaikan maksudnya.


Ia merasa ada sesuatu yang unik dari kemampuan Liu Jun, bahkan tanpa menggunakan Qi Liu Jun mampu mengimbangi kultivator lainnya. Xiao Quan ingin mempelajari teknik yang digunakan oleh Liu Jun dan tidak ada cara lain selain meminta petunjuk dari Liu Jun.

__ADS_1


Liu Jun yang memilki sikap pendiam tidak begitu merespon permintaan Xiao Quan. Ia menggelengkan kepalanya beberapa kali.


“maaf, adik kecil, aku sedang tidak ada waktu, mungkin lain kali bisa kita bicarakan kembali” ujar Liu Jun menolak permintaan Xiao Quan dengan langsung


“baiklah kakak, terima kasih” Xiao Quan memberikan senyum ramah walau dalam hatinya ia kecewa karena keinginannya untuk belajar dari Liu jun ditolak. Xiao Quan terus menatap Liu Jun yang berjalan menjauh bersama seorang wanita dengan sikap santai.


Beberapa saat kemudian Luo Shin  datang menemui Xiao Quan yang masih berdiri mematung dengan tatapan ke depan,


“ehmm” Luo Shin berdehem diikuti gerakan kepala Xiao Quan kearahnya.


“salam Wakil ketua” Xiao Quan menangkupkan tinju dan membungkuk”


“adik kecil, ketua sekte ingin bertemu denganmu sekarang dikediamannya, ada sesuatu yang ingin dia bahas denganmu” Luo Shin menyampaikan pesan ketua sekte


Xiao Quan  hanya mengangguk setuju,


“baiklah ayo kita pergi” ajak Luo Shin kepada Xiao Quan

__ADS_1


** Mohon maaf kepada para pembaca  disebabkan ada pekerjaan Author yang menumpuk belakangan ini di kantor sehingga membuat dua hari ini tidak bisa Update. mudah-mudahan kedepannya bisa terus berkarya dan Update setiap hari. terima kasih atas dukungan dan komentarnya.


__ADS_2