WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 52. Penyerangan VII


__ADS_3

**


Pertempuran disisi utara dimenangkan oleh sekte bulan sabit, walaupun banyak yang terluka namun dengan ide dari Xiao Quan menggunakan racun untuk membalas telah memberikan solusi cepat untuk membalikkan keadaan sehingga kemenangan bisa didapatkan dengan relatif mudah.


“kita akan menerima konsekuensi dari pertarungan ini nanti setelah semuanya usai” ucap Penatua Ning Wang kepada Long Ming tanpa ekspresi


Long Ming menanggapi dengan mengangguk lemah.


Penatua Ning Wang berjalan menuju Xiao Quan dan mengulurkan tangannya.


Xiao Quan membalas uluran tangan penatua Ning Wang untuk menjabatnya. Begitu tangan Xiao Quan menyentuh telapak tangan penatua Ning Wang ekspresi Xiao Quan berubah tegang dan setelah beberapa saat wajahnya tersenyum menunjukkan ekspresi lega .


‘ Quan’er, terima kasih atas bantuanmu” ucap penatua Ning Wang dengan tulus


Xiao Quan hanya menanggapi dengan senyumannya yang khas “ tidak perlu berdiri dalam upacara penatua, aku harap semuanya bisa membantu pertempuran disisi yang lain. Para begundal – begundal ini harus segera dilenyapkan sebelum mereka membuat kerusakan yang lebih parah”


Semua orang bersorak ria dan mulai menyebar dengan cepat ketiga sisi lainnya dimana pertempuran yang lebih hebat sedang terjadi.


***


Luo Shin disisi barat sedang ditekan oleh musuh  dengan mengeroyoknya.  Kilatan pedang saling menyambar menghujani Luo Shin yang bersenjatakan sebuah tombak dengan ukiran naga di bilahnya,

__ADS_1


Luo Shin diserang oleh empat orang sekaligus membuat pertahanannya menjadi semakin buruk. Disekitarnya banyak mayat yang telah tergeletak dengan kondisi yang mengenaskan.


“wakil ketua “ penatua Ning wang menyeru


Luo Shin memalingkan wajahnya kearah suara.


Penatua Ning Wang dan lng Ming menghampiri Luo Shin  dan membantunya untuk memberikan waktu bagi Luo Shin beristirahat sejenak mengambil nafas dan memulihkan diri.


Disekitar mereka kultivator sekte bulan sabit yang membantu juga telah berdatangan, salah satu dari mereka juga ada Xiao Quan.


Xiao Quan memilih lawan yang setara dengannya atau bahkan yang lebih lemah dengan tujuan mengurangi jumlah musuh .


 “ mundur semuanya kalian bukan lawannya, biar aku yang mengurus bocah sialan ini, aku akan mewarnai pedang ini dengan darahnya” Seorang pria kekar berjalan maju dengan pedang besar di bahunya, dari kekuatannya ia adalah kultivator tingkat keenam. Perawakan yang tinggi besar membuat orang langsung memberikan jalan kepadanya.


“jleeb” sebuah pisau menancap di kepalanya dan ia langsung jatuh terkapar tidak bernyawa.


“kakak, simpan ucapanmu itu, kau bisa lakukan itu di alam yang lain” Xiao Quan tersenyum dingin tak dan menurunkan kewaspadaannya.


Semua orang tercengang menyaksikan Xiao Quan membunuh tanpa berkedip bahkan tanpa ekspresi menyesal sedikitpun.


“dia anak iblis” salah satu musuh bergumam pelan sambil menarik nafs dalam – dalam.

__ADS_1


Xiao Quan meninggalkan tempatnya menyerbu kearah musuh sambil menyebarkan bubuk racun, beberapa musuh yang tidak mengetahui langsung menghirup bubuk racun sehingga melemahkan kemampuan mereka secara drastis.  Xiao Quan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengambil langkah mundur, Xiao Quan melancarkan belasan tebasan kearah musuh.


Dua orang musuh langsung mati ditempat


Sementara Beberapa orang  yang menyadari serbuk racun  melompat mundur menjaga jarak dari Xiao Quan.


“ mereka meracuni kita” teriak seorang dari organisasi daun emas.


Semua orang mendengar seruan yang disampaikan dan langsung mundur beberapa langkah dari Xiao Quan


Luo Shin yang juga mendengar segera menoleh kearah Xiao Quan.


“Quan’er, anak itu” Luo Shin menggelengkan kepalanya, entah apa yang dipikirkannya.


Suasana pertarungan terhenti sejenak, karena ulah Xiao Quan yang dengan brutal membunuh orang sambil meracuni musuh yang ada disekitarnya.


Gelombang bantuan semakin banyak berdatangan membuat keadaan organisasi daun emas disisi barat  menjadi terjepit. Dengan kemampuan yang semakin lemah para kultivator musuh tidak mampu untuk membendung kekuatan sekte bulan sabit yang secara moral telah meningkat pesat.


Tidak butuh waktu lama bagi sekte bulan sabit membabat habis musuh. Terlihat mayat berserakan di tanah bersimbah darah,


Xiao Quan memunguti beberapa senjata rahasia, “ ini cukup membantu mengurangi musuh yang lemah” Gumamnya sambil mengambil sebuah pisau lempar pendek.

__ADS_1


__ADS_2