WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 31. Babak Penyisihan


__ADS_3

**


Kerumunan melonjak gembira menyaksikan jagoan mereka memulai pertarungan diatas arena. Sorak sorai dan teriakan bergema dari arah penonton yang menyaksikan. Arena yang disiapkan oleh petugas terlihat bertambah ramai saat para peserta mengeluarkan keahlian bela diri mereka masing - masing. Ada yang mengandalkan kecepatan bergerak, ada yang yang menggunakan senjata pedang, tombak, pisau, bahkan ada juga yang hanya menggunakan tangan kosong


“Lihat itu , diarena nomor satu ada Long Xue ia juga bersama Guo Cheng si tubuh emas”


“Ternyata Zhuo leng ada diarena nomor tujuh. Ah, dia berhadapan dengan Shi Shihong, ini  pasti jadi pertandingan yang seru”


Komentar penonton terdengar dimana – mana mendukung peserta favorit mereka.


Setelah lima menit pertandingan dimulai, satu persatu peserta mulai keluar dari arena, ada yang menyerah ditempat karena tidak sanggup menahan pukulan dan tendangan dari lawan. Ada yang hilang kesadaran dan pingsan diarena. Dalam waktu lima belas menit dua puluh orang telah dinyatakan kalah. Tinggal empat puluh orang lagi yang sedang bertarung


Diarena nomor satu, Long Xue sedang berhadapan dengan seorang murid bernama Guo Cheng, ia memilki kekuatan tubuh yang hebat karena mengembangkan ilmu tubuh emas. Disebutkan bahwa orang yang melatih tubuh emas  sampai pada tahap sempurna maka pedang pun bahkan tidak akan sanggup melukainya.


“Guo Cheng, sebaiknya kita keluarkan mereka terlebih dahulu sebelum kita bersenang – senang agar tidak ada yang mengganggu kita “ ajak Long Xue sambil menatap dua orang peserta lain yang ada di arena nomor satu.


Kedua murid itu bergidik ngeri menyaksikan tatapan Lon Xue dan Guo Cheng, sambil mengerahkan kemampuan terbaik yang mereka miliki, keduanya mulai menarik senjata yang ada di pinggang mereka dan menghunuskan nya.

__ADS_1


Long Xue dan Guo Cheng menyerang kedua peserta itu dengan cepat sampai membuat keduanya  terlempar keluar arena dalam sekejap mata.


Dalam posisi berdiri tegak Guo Cheng membalikkan pandangannya kearah Long Xue “sekarang mari kita putuskan siapa yang terbaik diantara kita” Guo Cheng tersenyum Sinis kearah Long Xue


Dengan Langkah kaki yang kuat Guo Cheng melompat kearah Long Xue sebelum ia bisa berkedip. Dengan tiba – tiba ia menyarangkan tinju kearah dada Long Xue, energi Qi berfluktuasi dengan cepat melalui serangan yang diluncurkan. Serangan yang tiba - tiba dengan tempo yang begitu cepat membuat para penonton begitu terkejut menyaksikannya.


Beberapa Inchi lagi tinju Guo Cheng akan bersarang di dada Long Xue, para penonton yang melihatnya menarik nafas dalam – dalam dengan perasaan tegang bercampur dengan gugup.


Namun, tiba – tiba disaat ayang tepat Long Xue bergeser sedikit kesamping kanan satu langkah dan memiringkan tubuhnya  membuat serangan yang diluncurkan oleh Guo Cheng jatuh ke udara kosong.


Serangan Guo Cheng yang tidak mengenai sasaran membuat dirinya sedikit panik dan terkejut. Belum sempat ia berfikir untuk menarik tangannya kembali sebuah telapak tangan dengan kekuatan besar menghantam tulang rusuk bagian kirinya dan membuat ia langsung terpental, namun tidak sampai menyebabkannya keluar dari arena.


Orang – orang yang menyaksikan dibuat terperangah dengan kejadian yang secara tiba – tiba bertukar. Tidak ada yang menyangka bahwa Long Xue akan menyarangkan tinjunya kearah rusuk Guo Cheng pada saat – saat yang sangat kritis.


Guo Cheng berdiri kembali sambil mengusap seteguk darah yang keluar dari bibirnya. “pukulanmu lumayan keras, tapi itu saja tidak akan cukup menjatuhkan ku”


Guo Cheng bersiap kembali dengan posisi yang kokoh, ia mulai menekan Qi didalam tubuhnya dan menyalurkannya ke setiap meridian ditubuhnya, dengan tingkat Kultivasi saat ini yang itu ranah kondensasi Qi tingkat kesembilan akhir ditambah ilmu tubuh emasnya membuat kekuatannya menjadi berlipat ganda, Guo Cheng juga memilki akar roh elemen tanah sehingga membuat unsur kekuatannya lebih dominan dibanding kecepatan.

__ADS_1


Melihat perubahan pada aura Guo Cheng, Long xue tidak mau menganggap remeh lawannya, bagaimanapun Guo Cheng adalah salah satu yang terkuat digenerasinya. “aku sudah menyangka tidak akan mudah menghadapi orang ini” batin Long Xue.


Long Xue juga mengedarkan Qi ke seluruh tubuhnya dan membentuk kuda – kuda pertahanan sambil menghadap kearah Guo Cheng.


Keduanya sama – sama bergerak saling serang dan bertukar pukulan dengan cepat dan sigap membuat orang – orang yang melihatnya tercengang.


***


Xiao Quan menyaksikan pertandingan diarena  nomor empat tiba – tiba berpaling kearah arena nomor satu karena mendengar teriakan kerumunan yang menyaksikan Guo Cheng yang terpental.


“orang itu memilki tubuh yang kuat, tidak akan mudah menjadi lawannya” Komentar Xiao Quan


Ia terus mengamati pola serangan Guo Cheng dan Long Xue  yang saling bertukar serangan, dalam beberapa menit keduanya telah bertukar lebih dari tiga puluh jurus.


“aku yakin yang akan jadi pemenangnya adalah murid yang bernama Long Xue itu” batinnya.


Ia menggeleng – gelengkan kepala melihat teknik yang dikeluarkan Guo Cheng. Beberapa menit kemudian Guo Cheng keluar dari arena . ia terlalu memaksakan tubuhnya sehingga membuat beberapa meridiannya pecah dan pada saat itu sebuah tendangan dari Long Xue bersarang ditubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2