
**
ditempat yang lain, Wu Jing masih terus berlari. dan sesekali ia menghindar dari serangan. perbedaan kekuatan yang mencolok diantara mereka membuatnya tidak bisa melakukan banyak perlawanan berarti. yang bisa ia lakukan saat ini hanyalah berlari dengan sekencang - kencangnya. sementara pemimpin kelompok bertopeng yang menyerang Xiao Quan dan Wu Jing masih terus mengejar dari belakang seolah mempermainkan Wu Jing yang ketakutan.
"hahaha, percuma saja kau berlari tikus kecil, sebentar lagi aku akan menangkap mu ". teriak pria bertopeng itu.~~~~
sepuluh menit aksi kejar - kejaran diantara mereka terjadi, Wu Jing berhenti karena di hadapannya terdapat jurang yang cukup curam. dengan kekuatannya saat ini sangat mustahil baginya untuk melewati jurang.
"apa yang harus aku lakukan" batinnya
"jika aku melompat, aku tidak tahu apakah aku akan selamat"
Wu Jing dalam keadaan bingung, Pria bertopeng itu tiba dihadapan Wu Jing.
" sudah aku katakan kau tak akan bisa lari tikus kecil, aku tahu teman mu sedang menghadapi masalah besar di sana, tapi kau tidak perlu mengkhawatirkannya, anak buahku tidak akan membunuhnya. paling paling mereka hanya akan memotong tangan dan kakinya saja" ucap pria bertopeng itu sembari mengejek
Wu jing berusaha menenangkan diri. ia mengeluarkan beberapa pisau kecil dari cincin penyimpanan nya.
"Swussshhh... Swussshhh... Swussshhh..." tiga pisau terbang dari tangan Wu jing menuju pria bertopeng.
__ADS_1
" Hmmm, mainan anak kecil" ejek pria itu
dengan satu kali serangan Qi yang dikeluarkan oleh Pria bertopeng itu langsung mementalkan ketiga pisau terbang Wu Jing.
Pria itu mendekat menuju kearah Wu jing, dan dengan kepalan tangannya ia tiba tiba bergerak dengan cepat .
"Buukkh" satu pukulan bersarang ditubuh Wu Jing yang membuat tubuhnya langsung meringis kesakitan
tidak memberikan waktu untuk Wu Jing. ia kembali menyarangkan pukulan kedua dan ketiganya. darah merembes dari sudut bibir Wu jing.
walaupun diberikan tiga pukulan secara beruntun, Wu Jing masih tidak mau menyerah. tekadnya begitu kuat.ia mengedarkan Qi di dantiannya untuk mengurangi rasa sakit ditubuhnya.
"aku akui tubuhmu cukup kuat walau dengan tingkat kultivasi mu yang begitu menyedihkan itu, namun itu semua tidak akan berguna untuk melawanku"
Wu Jing kembali bersiap menerima serangan selanjutnya, ia sangat yakin bahwa serangan berikutnya akan lebih kuat lagi.
pria bertopeng itu mengeluarkan pisau belati dari tas penyimpanannya. beberapa kali ia memutar mutar pisau ditangannya bahkan terkadang menjilati ujungnya. dengan ekspresi menyeramkan. ia tertawa terbahak bahak lalu bergerak dengan cepat kearah Wu Jing.
"sssttt" dengan satu gerakan ia berhasil membuat dua goresan ditubuh Wu jing.
__ADS_1
pria itu terus menyerang dengan gerakan brutal namun cukup terkontrol. ter;lihat ia tidak berniat untuk membunuh Wu Jing.
Luka - luka goresan terus bertambah dan mulai mengeluarkan darah . tubuhnya penuh luka luka sayatan dan menjadikan pakaiannya berlumuran darah merah.
sementara ekspresi pria bertopeng itu semakin girang. ia merasa mampu menguasai situasi sesuka hatinya.
"ayo, mana perlawanan mu" ejeknya
Wu Jing yang terjatuh ketanah bersimbah darah tidak lagi mampu untuk bangkit. dengan keheningan situasi yang ada, ia saat ini hanya memasrahkan diri pada takdir.
"hehehe, aku akan berikan kau waktu untuk mengumpulkan kekuatanmu kembali" pria bertopeng terus berkata dengan intonasi mengejek
pria bertopeng itu duduk beberapa meter dari tempat Wu Jing tergeletak. ia hanya memainkan pisau yang ada ditangannya. sesekali ia memutar mutar pisau itu dan melemparkannya keatas.
lima belas menit berlalu, Wu Jing mulai bisa menguasai tubuhnya lagi, tapi ia memilih untuk tidak bangkit. karena jika ia langsung bangkit maka ia akan menderita serangan yang lebih kuat lagi.
"ayo bangunlah, aku sudah bosan menunggumu " . belum sempat pria itu menyelesaikan kalimatnya , ia melakukan gerakan mengelak kesamping.
ternyata tiba tiba, sebilah pedang meluncur menuju tempat ia sebelumya berdiri.
__ADS_1