WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 23. Rencana Pertandingan


__ADS_3

**


pagi datang kembali setelah malam yang gelap gulita pergi dengan membawa kesunyiannya, matahari mulai terbit dengan cerah dan udara yang dingin serta bersih bisa dihirup oleh siapa saja. Para kultivator disekte Bulan sabit mulai melaksanakan Aktivitas mereka dengan giat. Terlihat para tetua pergi kesebuah tanah lapang dipuncak salah satu gunung di jajaran pegunungan Leiyun dengan berlari – lari kecil.


“hoaamm” Xiao Quan bangun dari tidurnya dengan mengucek matanya. Ia telah tertidur pulas dari sore hingga pagi. Kelelahan dalam perjalanan membuat ia tidur dengan lelap. Walaupun seorang kultivator tahan untuk tidak tidur dalam waktu yang lama, tapi bagaimanapun juga kekurangan tidur akan mempengaruhi dan membebani mental seseorang terkhusus bagi yang masih diranah Kondensasi Qi. Xiao Quan meregangkan tubuhnya beberapa kali hingga terdengar suara tulang - tulang berderak.


“teng teng teng” suara lonceng terdengar berbunyi tiga kali. Suara itu berasal dari lonceng besar di tanah lapang. Para murid sedang berlarian ke tanah lapang diatas gunung dengan tergesa - gesa.


Xiao Quan merasa tertarik dengan apa yang ia lihat, ia bergegas keluar dari kamar dan ikut menyusuri jalan dibelakang para Murid sekte Bulan Sabit.


Walaupun jalan yang dilalui mendaki tapi terlihat para remaja sangat bersemangat. Mereka sudah terbiasa melakukan hal seperti ini setiap pagi.


Beberapa saat kemudian terlihat dipuncak bukit lebih dari enam ratus orang  yang berbaris rapi, didepan mereka terlihat tujuh orang penatua disertai dengan ketua sekte serta luo Shin sang wakil ketua.

__ADS_1


“saudara – saudara, saat ini kelompok aliran hitam sedang merajalela”. Ketua sekte mulai bicara dihadapan para murid dan penatua.


“ Beberapa hari yang lalu sekte pedang emas dihancurkan oleh tiga sekte besar aliran hitam sehingga memancing kemarahan sekte aliran putih. Atas masalah ini maka para ketua sekte besar dan menengah mengadakan pertemuan serta mengambil kesimpulan meminta setiap sekte besar atau kecil untuk mengirim utusannya yang terbaik sebanyak dua orang.  Maka berdasarkan hal ini maka kita dari sekte bulan sabit juga akan ikut mengirimkan utusan dari sekte  dan kita juga akan menentukan orang yang pergi ke sekte tujuh gunung tujuh hari lagi adalah melalui pertarungan diarena. Kandidat yang akan dipilih adalah seorang penatua dari ranah Fighter dan seorang  murid dari ranah kondensasi Qi”. Ketua sekte bulan sabit memberikan pengumuman kepada seluruh orang di tanah lapang itu, walaupun suaranya tidak terlalu keras tetapi karena suaranya dimasukkan energi Qi sehingga membuat setiap orang bisa mendengarnya dengan jelas.


Luo Shin kemudian menambahkan “ pertandingan akan kita laksanakan besok pagi diarena tanding, setiap orang boleh mengunakan tangan kosong atau senjata apapun yang dikuasai. Kandidat pemenang akan mendapatkan hadiah dari sekte berupa batu roh dan sumber daya yang banyak”


para murid tersenyum bahkan ada yang tertawa kegirangan mendengar hadiah yang akan didapatkan. Mereka optimis menjadi pemenang dalam pertandingan kali ini.


Jarak antara sekte bulan sabit dengan sekte tujuh gunung begitu jauh, bisa memakan waktu hingga enam bulan perjalanan dengan berjalan kaki, tetapi menggunakan spirit Beast dapat ditempuh dengan waktu satu hingga dua minggu sesuai dengan kemampuan Spirit Beast yang digunakan. Semakin tinggi kemampuan Spirit beast nya semakin cepat pula mereka sampai ditujuan.


“penatua Li Wei, segera konfirmasi keikutsertaan kita kepada sekte tujuh Gunung, orang – orang kita akan berangkat bersama dengan sekte kecil lainnya melalui sekte Api Ungu”. Ketua sekte memberikan instruksi kepada penatua Li Wei


Selesai mengumumkan perihal pertandingan ketua sekte dan para penatua dari tujuh aula kembali kekediaman ketua sekte untuk membahas sesuatu. Ini menyangkut keberadaan Xiao Quan di sekte Bulan sabit.

__ADS_1


“kita harus menjadikannya menjadi anggota sekte Kita” salah satu penatua angkat bicara


“tapi kita tidak bisa terburu – buru “ yang lain menyanggah


Perdebatan yang cukup alot terjadi diantara penatua tentang bagaimana caranya merekrut Xiao Quan. Kesulitan yang paling besar adalah karena ketidakmampuan Sekte dalam menyediakan sumber daya. Para penatua menduga bahwa Xiao Quan yang berasal dari sekte besar dan merupakan seorang jenius tentu tidak begitu tertarik untuk memasuki sekte kecil seperti sekte bulan sabit.


“tapi tidak ada salahnya kita mencoba dengan cara yang halus, kita buat dia berhutang budi kepada kita sehingga kita lebih mudah untuk membujuknya” penatua Li Wei mengeluarkan pendapat yang disetujui oleh para penatua


***


Xiao Quan berjalan – jalan mengunjungi beberapa tempat di sekte bulan sabit, ia pergi ke arena pertandingan, terlihat beberapa orang sedang membersihkan Arena dan menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Setelah cukup lama ia Merasa bosan dan pergi ketempat lain. Kali ini ia pergi kesebuah tempat di lereng gunung tempat para murid melatih fisik mereka.


Xiao Quan menemukan beberapa orang murid yang sedang membawa sebatang pohon yang cukup besar dipundak mereka. Didalam sekte kecil yang kekurangan sumber daya untuk mengolah Qi biasa mereka menutupinya dengan berlatih menguatkan tubuh fisik mereka secara ekstrim. Hal ini bisa mengkompensasi kekurangan mereka walaupun tanpa sumber daya yang banyak.

__ADS_1


Dari jarak yang cukup jauh Xiao Quan melihat seorang murid yang berlatih sendiri, beberapa luka gores terdapat ditubuhnya yang terbilang cukup kurus dan walaupun ia terkadang jatuh tapi tampaknya ia tidak pernah putus asa untuk bangkit lagi menyelesaikan latihannya.


Xiao Quan berdecak kagum melihatnya. Hal ini membuka mata dan hatinya bahwa sepahit dan separah apapun yang terjadi pada diri kita, tapi kita harus tetap optimis untuk bangkit dari kejatuhan dan keterpurukan, “aku mendapat pencerahan” batinnya


__ADS_2