WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 18. Akhir Pertarungan II


__ADS_3

**


Dilobi penginapan mereka bertiga duduk beristirahat dan ketiga penjaga diperintahkan oleh Xiao Quan untuk berlutut, mereka tidak punya pilihan lain selain menuruti perintahnya.


“cepat katakan apa yang kalian rencanakan terhadap kami ?” Luo Shin mulai mengintrogasi para penjaga.


Para penjaga yang ketakutan itu menjawab dengan menjelaskan sebagaimana informasi yang diterima Xiao Quan dari penjaga yang telah dia bunuh kemarin.


“Organisasi Daun Emas  dipimpin oleh Lin Xiong, praktik kultivasinya berada pada ranah Fighter peak – Stage. Ia yang menguasai daerah ini. Markas Organisasi Daun Emas berjarak satu hari setengah perjalanan dari tempat ini” para penjaga menjelaskan secara bergantian. Mereka mencoba memberikan jawaban yang memuaskan agar Luo Shin setuju untuk membebaskan mereka.


“kakak, aku kebelakang dulu, tidak enak rasanya jika kita terus berbicara tanpa minum arak”  Xiao Quan melangkahkan kaki dengan agak terburu –buru.


Long Ming ingin menyela Xiao Quan untuk mengingatkannya bahwa Di Kekaisaran Yuan tidak diperbolehkan seorang yang belum berumur tujuh belas tahun mengkonsumsi arak.


Di Benua angin salju terdapat empat negara besar yaitu kekaisaran Xia, kekaisaran Shang, Kekaisaran Zhou dan kekaisaran Yuan.

__ADS_1


Negara terkuat diduduki oleh kekaisaran Zhou karena ada dua sekte besar  aliran putih dan puluhan sekte tingkat menengah diwilayahnya. Sementara yang terlemah dan paling misterius adalah kekaisaran Xia, tidak banyak orang yang mengetahui seluk beluk dalam kerajaan tapi diduga di kekaisaran ini para ahli aliran hitam bersembunyi dan menjalankan aktivitas mereka.


Sekte pedang emas dan sekte bulan sabit ada di kekaisaran Yuan yang menduduki peringkat ketiga dari empat negara. Berbatasan dengan kekaisaran Xia di barat  dan kekaisaran Zhou di selatan.


Beberapa saat kemudian Xiao Quan datang dengan dua guci besar arak. Xiao Quan menuangkan arak dari guci ke cangkir yang berada diatas meja. ‘adik kecil karena usiamu baru dua belas tahun maka kau belum boleh untuk minum arak” Long Ming menjelaskan.


“aku tahu kak, aku akan minum teh saja” jawab Xiao Quan singkat.


Keduanya minum arak yang disediakan oleh Xiao Quan. Luo shin terus mengorek informasi dari ketiga orang itu sambil sesekali meminum arak yang ada di cangkirnya.


Xiao Quan menyesap teh yang ada di cangkirnya. Ia tidak memperdulikan jawaban dari para penjaga karena ia telah mengetahui informasi tersebut dari mulut penjaga yang lain.


Melihat ketiga penjaga itu terlihat sangat antusias membocorkan rahasia organisasi Daun Emas kepada mereka. Xiao Quan menuangkan arak dari guci kedua kepada tiga orang penjaga tersebut.


“minumlah arak ini, kalian pasti sangat kehausan semenjak tadi terus berbicara” ucap Xiao Quan dengan senyum ramah menghiasi bibirnya.

__ADS_1


Ketiga penjaga itu saling pandang dan mengambil masing – masing satu cangkir kemudian meminumnya sampai habis. “terima kasih tuan muda” ucap ketiga penjaga itu serentak.


“omong – omong, apakah kalian tidak akan membocorkan informasi bahwa kami yang telah membunuh Wang Na dan nyonya besar ?” tiba – tiba Xiao Quan bertanya


“kami tidak berani tuan muda, jika kami melakukannya kami bersedia dihukum oleh langit ‘ jawab ketiga penjaga itu  bergantian


“baiklah, aku percaya dengan pengakuan kalian, tapi bukankah tadi kalian mengatakan kalau kalian itu tidak taku mati ?”


Ketiga penjaga itu merasa terperanjat dengan kata – kata Xiao Quan. Dalam kepala mereka berputar kejadian beberapa saat lalu diruang bawah tanah.


“ karena kalian tidak takut mati, maka sebentar lagi kalian akan bertemu dengan kematian itu tanpa harus takut terhadapnya”. Ucap Xiao Quan dengan nada yang datar


“Bagaimana mungkin kalian tidak akan membocorkan bahwa kami yang membunuh Wang Na dan nyonya besar, sedangkan kalian para anggota Organisasi Daun Emas yang sudah bertahun - tahun bernaung didalamnya tega untuk membocorkan rahasianya, apalagi terhadap kami yang telah menghajar kalian sampai babak belur. Sungguh kebohongan kalian sangat terlihat rapi” Xiao Quan mendikte para penjaga


Beberapa saat salah satu penjaga menggelepar dilantai dan keluar buih dari mulutnya, ia keracunan.

__ADS_1


“kau meracuni kami” teriak para penjaga itu dengan geram


Kalian yang sudah mengatakan tidak takut mati, maka aku kabulkan. Ludah yang jatuh jangan dijilat kembali, dasar pengecut “ Xiao Quan tertawa keras membuat Long Ming dan Luo Shin saling berpandangan keheranan.


__ADS_2