
**
Yang bertindak sebagai wasit dibabak utama ini adalah tuan penatua Liu Kang dari Aula penegakan”. Pembawa acara mengumumkan dengan suara yang lantang disambut dengan sorak sorai penonton. Dengan pengumuman yang disampaikan pembawa acara, diskusi hangat terjadi diantara penonton.
“aku yakin tidak akan ada yang bisa bermain curang jika Penatua Liu Kang yang akan menjadi Wasitnya” ujar seorang penonton kepada temannya.
“aku juga yakin, tetapi aku takut itu akan membuat para peserta merasa tertekan” balas yang lain
Penatua Liu Kang adalah penatua Utama dari Aula Penegakan, ia merupakan penatua dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi, kesalahan sekecil apapun akan mendapatkan hukuman yang setimpal darinya. tingkat Kultivasinya berada di ranah Fighter Mid – Stage. Tidak ada seorangpun yang meragukan integritasnya sehingga menyebabkan orang lain akan merasa tertekan dengan kehadirannya.
Penatu Liu kang maju ke tengah- tengah Arena dan berdiri disamping pembawa acara. “selanjutnya Arena ini akan kami serahkan kepada Penatua Liu Kang” ucap Pembawa Acara mempersilahkan.
***
Pembawa Acara mulai memanggil nomor peserta pertama, dua orang laki – laki langsung bangkit dari tempat duduk mereka dan mulai berjalan ke tengah – tengah arena kemudian berhenti dengan posisi berhadap – hadapan, kedua laki – laki itu saling mengukur kemampuan.
Salah seorang dari laki – laki itu adalah Long Xue. Ia nampak begitu percaya diri kali ini. Sementara lawannya agak sedikit gentar berhadapan dengan Long Xue.
“aku ingatkan kembali, ini hanya pertandingan persahabatan jangan berbuat curang dan melakukan sesuatu yang melanggar aturan, atau kalian akan diberikan tindakan ” ucap Penatua Liu Kang dengan tegas sambil menatap kedua peserta.
Keduanya mengangguk dan mulai bersiap dengan serangan yang bisa dilepaskan kapan saja. Penatua Liu kang memberikan tanda dimulainya pertandingan.
__ADS_1
Keduanya sama – sama mulai melakukan serangan, Long Xue menyerang dengan tinjunya diiringi dengan tepisan oleh lawannya. Pertandingan tangan kosong terjadi untuk waktu yang lama, serangan tinju, telapak tangan bahkan tendangan terus terjadi, keduanya memiliki stamina yang cukup kuat.
“tinju badai” sebuah tinju mengarah kearah Long Xue
“telapak angin” Long Xue membalas dengan mengirimkan telapak kearah lawannya
Kedua serangan langsung bertemu dan suara ledakan terjadi arena. Keduanya sama - sama mundur beberapa langkah kebelakang. terlihat lawan dari Long Xue mengusap bibirnya karena seteguk darah keluar dari mulutnya akibat dari bentrokan, ia memiliki kondisi yang lebih buruk dari Long Xue.
Merasa tidak ada harapan lagi untuk mengalahkan Long Xue ia kemudian berhenti menyerang, dan mengakui kekalahan.
Teriakan penonton begitu riuh, mereka tidak menyangka pertandingan akan berakhir dengan ending yang sangat cepat. Bahkan ada diantara penonton yang mengutuk pria malang itu dengan sumpah serapah.
***
Didalam penjara Xiao Quan mencari ide untuk dapat melarikan diri, beberapa kali ia menyerang untuk menghancurkan pintu jeruji, namun tak satupun usahanya berhasil
“sepertinya pintu ini dilindungi semacam formasi penyegelan sehingga tak satupun serangan ku membuat ia tergores apalagi rusak”. Xiao Quan mengumpat dalam hati
Ia mulai memikirkan cara lain dan tiba – tiba ia memiliki ide dibenaknya. “ah, akan aku coba memikat mereka, kalau aku tak bisa menghancurkannya bukan berati mereka tidak bisa membukanya”. Xiao Quan buru – buru meletakkan beberapa batu roh didepannya, kemudian melumurinya dengan bubuk racun yang dia simpan dicincin penyimpanannya. Tak lupa ia juga mengoleskannya di kedua tangannya.
Xiao Quan duduk bersila dan mulai berkultivasi, ia berniat memikat penjaga yang bertugas untuk masuk ke ruangannya kemudian meracuninya. Tidak butuh waktu yang lama energi didalam ruangan itu mulai tersedot kearah dantiannya, semakin lama skalanya menjadi lebih luas, sepuluh meter, dua puluh meter tiga puluh meter, skalanya semakin bertambah dan saat ini mulai mencapai halaman aula penegakan.
__ADS_1
Pergerakan energi alam yang tidak wajar dari arah ruang tahanan membuat para penjaga kebingungan, diluar hanya ada sepuluh orang yang berjaga. Disebabkan diadakannya pertandingan membuat penjagaan tidak terlalu ketat dilakukan.
“apa yang terjadi disini” salah satu penjaga berkomentar
“aku merasa ada pergerakan energi yang cepat kearah ruang tahanan “ jawab yang lain.
“Ada baiknya kita periksa , mungkin ada tahanan yang sedang berkultivasi dan menyedot energi dengan lahapnya” ajak seorang penjaga kepada temannya.
Keduanya masuk kearah ruang tahanan dan berjalan terus mengikuti aliran energi yang semakin lama semakin cepat. Sampai akhirnya keduanya berada dihadapan pintu kamar dimana Xiao Quan berada. Mata keduanya langsung melotot karena disamping Xiao Quan tergeletak beberapa batu roh.
Xiao quan berpura – pura tidak mengetahui kedatangan kedua penjaga itu. Didalam hatinya ia merasa senang karena bisa memancing keduanya untuk masuk. “keserakahan memang bisa membutakan akal” batin Xiao Quan
Kedua penjaga melakukan teknik pelepasan segel dan meletakkan tangan mereka ke pintu jeruji.
“Krak krak kraaak “ terdengar suara pintu dibuka
‘ayo cepat ambil, sebelum ada yang melihat kita, nanti kita bangunkan bocah ini ”
Tanpa mereka duga Xiao Quan dengan tiba –tiba bergerak kearah kedua penjaga dan mengoleskan kedua tangannya kearah penjaga yang sedang mengambil batu roh dilantai.
Sontak keduanya kaget dan menepis gerakan tangan Xiao Quan.
__ADS_1