
Xiao Quan mengedarkan Qi ditubuhnya, dengan lonjakan Qi membuat ia mampu bertahan dari tekanan kekuatan musuh.
beberapa waktu berlalu, Xiao Quan kembali menghunuskan pedang kearah pria bertopeng dengan senjata berbentuk bulan sabit.
"hiyaaa" satu tebasan diagonal meluncur ringan.
pria bertopeng itu menangkis dengan Berani. tangannya bergetar sementara waktu. tanpa jeda yang lama Xiao Quan kembali menyerang beberapa kali.
dua pria bertopeng lainnya mendekat, karena merasa kesempatan ada didepan mata. tapi tiba tiba.
dua lembar jimat kertas meluncur kearah mereka . seketika " Boooom Booooom"
dua ledakan terdengar cukup keras dan menghancurkan dua orang bertopeng yang mendekat. pergantian situasi yang tiba tiba membuat keduanya tidak ada waktu untuk mengelak.
Xiao Quan telah menyiapkan dua kertas peledak sebelumnya ketika jeda pertarungan terjadi, diam diam ia mengeluarkan dua lembar kertas jimat peledak. jimat kertas ini ia beli ketika masih berada di kota kabut ilusi.
kedua pria bertopeng terpental ke belakang, luka-luka di sekujur tubuh mereka mengeluarkan banyak darah. tidak ada waktu bagi mereka untuk menyembuhkan diri mereka sendiri.
dengan sigap Xiao Quan maju ke salah satu pria bertopeng dan langsung menikamkan pedang ke dadanya.
"aaaarrrrgggghhh" jeritan pilu terdengar sebelum akhirnya hilang menjadi senyap
melihat temannya dibunuh oleh Xiao Quan begitu saja, bulu kuduk pria bertopeng lainnya langsung berdiri.
__ADS_1
mereka tidak menyangka seorang anak kecil berani melakukan pembunuhan dengan tanpa ada ekspresi menyesal.
sudut pandang mereka terhadap Xiao Quan mulai berubah, mereka tidak lagi menganggap Xiao Quan sebagai seorang anak kecil melainkan dia layaknya adalah seorang Kultivator yang sangat mengerikan.
Xiao Quan melirik pria bertopeng lain yang terkena ledakan jimat kertas. wajah pria bertopeng itu langsung menjadi pucat. walaupun wajahnya ditutupi oleh topeng namun dari ekspresinya dan gestur tubuhnya menunjukkan ketakutan yang sangat dalam.
pria bertopeng itu menggelengkan kepala dan tak mengharapkan Xiao Quan datang ke arahnya.
namun harapannya menjadi pupus ketika sebilah pedang terbang menuju tenggorokannya.
tanpa daya upaya bertopeng itu tidak memiliki kekuatan lagi untuk memblokir serangan pedang yang diluncurkan oleh Xiao Quan.
"Swuusssshh" Xiao Quan langsung menggorok leher pria bertopeng itu.
"apakah kau ingin melarikan diri" Xiao Quan berucap dengan nada mengejek sambil memandangi bertopeng itu berlari tak tentu arah.
Xiao Quan teringat dengan Wu Jing.
" aku harus segera membantunya, tidak ada waktu lagi" Xiao Quan berbisik dalam hatinya.
dengan satu lompatan yang cukup tinggi, iya langsung berdiri di atas sebuah dahan pohon.
dengan persepsinya Xiao Quan mulai memperkirakan arah yang dituju oleh Wu Jing.
__ADS_1
keadaan mental Xiao Quan yang telah meningkat disebabkan kemampuan giok ingatan membuat persepsinya menjadi jauh lebih efektif.
beberapa gambaran muncul dalam pikiran Xiao Quan.
"sepertinya ia menuju ke arah sana" batinnya
Xiao Quan melompat ke bawah dan langsung berlari menuju satu arah yang telah ditempuh oleh Wu Jing.
dengan kekuatan Xiao Quan saat ini, iya memiliki peluang untuk mengalahkan pemimpin pria bertopeng tersebut.
pria bertopeng yang menjadi pemimpin mereka berada pada ranah kondensasi Qi tingkat ketujuh sama dengan Xiao Quan.
perbedaan diantara keduanya adalah jam terbang dalam pertarungan.
Xiao Quan terus berlari sambil sesekali melepaskan persepsi untuk mendeteksi arah Wu Jing.
***
di tempat yang lain seorang pria melaporkan kepada pimpinannya.
"tuan, ada dua orang yang keluar dari formasi pendeteksi yang kita pasang, nampaknya salah satu diantaranya adalah musuh.
pemimpin pria bertopeng itu menganggukkan kepala, tidak ada ekspresi di wajahnya. ia merasa bahwa dengan kekuatannya yang berada di ranah fighter mid stage, keberadaan Xiao Quan dan Wu Jing baginya bukanlah sebuah ancaman sehingga ia merasa hal itu adalah sesuatu yang mudah untuk diatasi.
__ADS_1
"aku akan melaporkan ini kepada Tuan muda" ia berucap pelan sambil beranjak dari tempatnya