WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 15. Pertarungan III


__ADS_3

**


Xiao Quan  mengeluarkan segenap kemampuannya, ia memberikan serangan tipuan  dengan refleks. Wang Na mencoba melindungi kepalanya dari pukulan Xiao Quan tapi ternyata pukulan dari lengan kiri Xiao Quan yang bersarang di perut Wang Na sehingga ia mundur beberapa langkah kebelakang.


Wang Na  mengelus perutnya yang terkena pukulan.  “aku akui kau memiliki kemampuan yang cukup tinggi, tapi sayang sekali  itu tidak akan cukup untuk menghadapiku”


Xiao Quan tidak mendengarkan ucapan Wang Na melainkan mencoba mempersiapkan serangan berikutnya, ia mencoba melakukan serangan tipuan yang lain terhadap Wang Na.


Tebasan pedang, tendangan dan pukulan berganti – ganti diluncurkan oleh Xiao Quan keberbagai titik vital Wang Na.


Wang Na yang telah lebih waspada dengan mudah menghindari setiap serangan Xiao Quan, dengan kecepatan yang dimilikinya ia dengan santai mengelak dari setiap serangan yang datang.


“aku tidak menyangka kekuatannya telah sampai pada tingkat kedelapan, benar – benar obat yang mengerikan” Xiao Quan tidak menyangka efek obat yang dikonsumsi Wang Na akan sehebat itu.


“mau tidak mau, aku harus mengakhiri pertarungan ini”

__ADS_1


Dengan mengumpulkan segenap kekuatannya ia memusatkan Qi kedalam pedangnya kemudian ia menebaskannya , “angin musim semi”


Serangan yang sangat cepat dengan intensitas terbagi menjadi lima belas serangan dalam satu waktu bersamaan menghantam kearah Wang Na, ini merupakan jurus terkuat yang dikuasai oleh Xiao Quan dan hanya diberikan kepada murid – murid terbaik di sekte pedang Emas. Dari tujuh tingkat Ilmu Angin Musim Semi, Xiao Quan baru menguasai tahap pertama.


Wang Na mencoba memblokir serangan kuat Xiao Quan dengan segenap kekuatannya, namun ia terpental beberapa meter kebelakang menabrak dinding batu serta memuntahkan darah. Kondisinya yang terlihat menderita luka dalam  menyebabkan organ tubuhnya tidak mengizinkannya menggunakan kekuatan puncaknya lagi.


Xiao Quan ingin menyerang kembali namun kondisi tubuhnya juga tidak memberikannya kesempatan setelah mengeluarkan serangan Angin Musim Semi, karena serangan itu membuat tubuhnya terbebani dan Qi yang dimilikinya menjadi sangat sedikit.


Wang Na mencoba bangkit dengan segenap kekuatannya, ia merasakan efek dari obat yang dikonsumsinya telah menunjukkan penurunan signifikan , “jika seperti ini terus, aku bisa mati”


Xiao Quan yang menyadari penurunan kekuatan Wang Na mencoba menarik energi alam yang ada disekitarnya, tapi disebabkan pertempuran mereka ada diruang bawah tanah energi yang ada disekitar sangat tipis.  Xiao Quan memikirkan sesuatu, ia mengeluarkan racun  yang tersisa dari saku bajunya.


Wang Na yang melihatnya menjadi keheranan “ apakah anak  ini frustasi sehingga ia ingin mencoba untuk bunuh diri ?”


Nyonya besar dan para penjaga walaupun dalam kondisi luka dalam yang parah juga terperangah dengan tindakan Xiao Quan, mereka tidak menyangka ada orang sebodoh itu

__ADS_1


“adik kecil, jangan gegabah” teriak Long Ming dengan suara yang parau tapi tidak bisa menggerakkan tubuhnya


Xiao Quan terus mengkonsumsi satu demi satu, raut wajahnya berubah – ubah dari waktu ke waktu. Xiao Quan tahu, dari dua kali ia telah mengkonsumsi racun dan tidak terkena efek apa –apa bahkan energinya menjadi lebih kuat ia tahu ada sesuatu yang ajaib ada ditubuhnya.


Wang Na tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Kultivator ranah Earth Master saja tidak berani melakukan hal semacam itu. Dengan banyaknya racun yang dikonsumsi, itu pasti mampu membunuh kultivator ranah Fighter dalam beberapa menit.


Tubuh Xiao Quan berubah warna menjadi merah kemudian berubah lagi menjadi hijau kemudian berubah menjadi hitam.


Beberapa menit kemudian  “ Boooommm” terdengar suara ledakan teredam dari tubuh Xiao Quan.


Xiao Quan mencapai Ranah Kondensasi Qi tingkat ketujuh.


Warna kulit Xiao Quan kembali normal, matanya yang bening menunjukkan kekuatannya yang meningkat dua kali lipat.


Wang Na yang melihat merasa gemetaran, karena baru kali ini ia menyaksikan seseorang yang memakan berbagai jenis racun tapi tidak mati melainkan kekuatannya bertambah dua kali lipat.

__ADS_1


‘tidak mungkin,  ini mustahil” teriak Wang Na Histeris


“bibi, tidak ada yang mustahil, jika dirimu bisa menggunakan obat itu untuk meningkatkan kekuatanmu,   aku juga bisa menggunakan racun - racun ini untuk menaikkan kemampuanku” Xiao Quan tersenyum santai


__ADS_2