WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 53. Penyerangan VIII


__ADS_3

**


“ketua” Luo Shin  menghampiri ketua sekte dan membantunya menghadapi Lin Xiong


Ketua sekte terkejut dengan kedatangan Luo shin dan beberapa orang penatua, “bagaimana keadaan disisi barat ? “ tanya ketua sekte


“sisi barat dan sisi utara telah berhasil mengalahkan musuh” jawab Luo Shin


Senyum merekah di wajah ketua sekte.


Lin Xiong menyerang kembali, kali ini ia harus menghadapi ketua sekte dan Luo Shin secara bersamaan. Dengan kombinasi serangan yang diluncurkan membuat Lin Xiong menjadi terpojok.


“aku akan mengakhiri ini “ ucap ketua sekte kepada Lin Xiong


“aku tidak akan membiarkan semuanya menjadi mudah bagi kalian” sela Lin Xiong dengan berani


Dengan seluruh kekuatannya Lin Xiong berjuang ,tetesan - tetesan darah mulai mengucur dari tubuhnya akibat perpaduan serangan Luo shin dan ketua sekte.


“pedang pembelah langit” Ketua sekte melancarkan serangan kuat.


Lin Xiong menghadang serangan sekuat tenaga.

__ADS_1


Masih berkutat mengantisipasi serangan dari ketua sekte, Luo Shin melancarkan serangannya


“tombak pelangi”


Satu serangan tombak menuju kearah punggung lin Xiong dan menusuknya,


“arrrcchh” suara teriakan Lin Xiong bergema terdengar oleh orang – orang disekitarnya


Namun tiba – tiba dengan refleks yang cepat ketua sekte dan luo Shin melompat kebelakang serta suara teriakan Lin Xiong berhenti.


“ada yang menggunakan senjata rahasia” ungkap ketua sekte


Pandangan ketua sekte dan Luo Shin tertuju kearah datangnya senjata rahasia, ternyata di sana berdiri seorang anak kecil yaitu Xiao Quan.


“apa yang dilakukan anak itu disini “ gumam ketua sekte.


Dengan kematian Lin Xiong para anggota organisasi daun emas menjadi kocar kacir tak menentu arah, sebagian mencoba melarikan diri dan sebagian tetap melakukan perlawanan hingga kematian mereka dapatkan.


Kematian Lin Xiong menandakan kemenangan sekte bulan sabit dalam perang yang berlangsung.


**

__ADS_1


Kondisi disisi selatan ternyata lebih baik dari pada disisi timur dengan bantuan dari sisi utara perlawanan dari organisasi daun emas lebih mudah dipatahkan dan dikalahkan.


Di Seluruh tempat Semua orang menghembuskan nafas lega karena perang telah berakhir, namun beberapa puluh orang menangis menyaksikan kerabat dan saudaranya gugur di medan pertempuran,


Ekspresi kegembiraan tak terlihat dimata para kultivator sekte bulan sabit.


“bawa yang terluka ke aula agar mendapatkan pengobatan yang layak, dan juga bawa jasad saudara – saudara kita ke lapangan utama, kita akan melakukan penghormatan terakhir kepada mereka.” Ketua sekte memberikan instruksi  kepada semua orang yang berada disekitarnya


Dengan sigap beberapa puluh orang yang masih dalam kondisi baik berkeliaran memapah dan membawa orang yang sedang terluka parah. Peperangan yang telah berlangsung hampir menghancurkan pondasi dari sekte bulan sabit.


Jasad – jasad yang terbujur kaku disusun membentuk barisan dengan ditutupi kain di masing – masing jasad. Angin berhembus membawa semerbak bau darah  yang kental. Duka yang dalam tertoreh di hati kultivator, sebagian tubuh mereka menggigil menyaksikan kerabat dan teman mereka terbujur kaku.


**


Setelah semua jasad dikumpulkan di lapangan utama, disaksikan ratusan orang, ketua sekte berdiri dan memberikan penghormatan kepada para kultivator yang gugur.


“saudara – saudara yang terhormat, hari ini kita telah menuliskan sejarah besar dalam sekte ini. Kita telah kehilangan saudara, orang tua, anak, teman dan orang – orang yang kita sayangi. Mereka telah mewarnai tanah sekte ini dengan darah mereka, mereka telah berjuang dengan segenap cinta mereka terhadap kita, hari ini kita akan memakamkan mereka dengan layak dan mengukir nama mereka sebagai pahlawan di sekte ini dan didalam hati kita” ucap ketua sekte dengan lantang namun diiringi dengan tetesan air mata.


Para anggota sekte yang mendengar kata – kata ketua juga tak dapat membendung air mata. Suasana haru menyelimuti sekte bulan sabit.


sekelompok orang yang bertugas datang membawa jasad –jasad yang ada untuk dimakamkan di wilayah selatan sekte bulan sabit. Di Acara pemakaman Xiao Quan tidak hadir sama sekali, ia sibuk memulihkan diri.

__ADS_1


__ADS_2