WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 6. Semut Hijau Beracun


__ADS_3

Xiao Quan duduk diatas tempat tidur dan terus berspekulasi mengapa orang – orang di penginapan memasukkan racun tidur kedalam makanan mereka.


“aku harus menyelidiki hal ini” batin Xiao Quan


Xiao Quan melompat dari jendela kamarnya di lantai dua lalu menyusup kebelakang penginapan. Dengan berjinjit pelan ia berjalan menuju sebatang pohon besar ditepi jalan belakang dan menekan auranya untuk menyembunyikan keberadaannya.  Xiao Quan bersembunyi dibalik sebatang pohon yang cukup besar di kegelapan malam. Terdengar dua orang penjaga sedang berpatroli  bercakap cakap. Mereka hanya penjaga penginapan dengan ranah kondensasi Qi tingkat tiga.


“ tiga hari lagi pemimpin kelompok akan datang menjemput dua orang pemuda dan seorang anak itu” ucap penjaga pertama yang berperawakan tinggi dan kurus   kepada penjaga kedua


“mungkin kita juga akan ikut mengawalnya” sambungnya


“ah tidak mungkin, kita hanya penjaga kelas bawah, itu hanya angan – anganmu saja, kau seperti cacing yang ingin menjadi naga, hahahaha “ jawab penjaga kedua sambil menertawakan temannya


Xiao Quan mendengarkan dengan seksama percakapan keduanya yang kemudian semakin menjauh. “aku harus bisa mengorek informasi dari kedua orang ini”

__ADS_1


Tanpa basa basi Xiao Quan mendekati kedua orang itu dan meluncurkan dua pukulan berturut –turut ke tengkuk masing masing penjaga. Tak sempat menoleh kebelakang keduanya langsung pingsan dan  jatuh ketanah . perbedaan kultivasi Xiao Quan dengan kedua penjaga itu membuat semuanya menjadi lebih mudah. Xiao Quan menarik tubuh kedua penjaga itu dan menjauh dari penginapan .


**


Dibawah sinar bulan yang terang kedua penjaga itu tersadar dengan posisi kedua tangan mereka terikat kebelakang dengan bersandarkan sebuah pohon berdiameter lima puluh senti meter. Xiao Quan yang menutup wajahnya dengan secarik kain menghunjami tubuh keduanya dengan tinjunya kearah perut keduanya secara bergantian. Mulut kedua penjaga itu ingin berteriak tapi tidak bisa mengeluarkan suara karena mulut mereka disumpal dengan kain. Kultivasi mereka juga di segel oleh Xiao Quan sehingga mereka tak ubahnya adalah orang biasa.


Beberapa menit kemudian Xiao Quan berhenti memukuli mereka. “ aku ingin kalian menjawab Pertanyaanku dan kalian bisa bebas setelahnya”  perintah Xiao Quan dengan nada suara dingin.


Xiao Quan menarik kain yang ada di mulut penjaga pertama.


“hahahaha” Penjaga pertama tertawa


“jangan bermimpi aku akan bicara kepadamu, lebih baik aku mati disini, ayo bunuh aku kalau kau berani” jawab penjaga pertama itu dengan senyum meledek

__ADS_1


Xiao Quan kembali memukul perut penjaga itu dan memasukkan kain lagi ke mulutnya dan memukulinya kembali berulang kali sampai ia pingsan.


Xiao Quan beralih pada penjaga kedua yang terlihat ragu – ragu. “aku hanya butuh jawaban dari pertanyaanku, bukan yang lain “ ucap Xiao Quan


Xiao Quan menarik kain yang menyumpal mulut penjaga kedua. Tapi penjaga kedua tetap tidak menjawab yang membuat Xiao Quan kembali memukulinya sampai pingsan.


Setelah satu jam keduanya bangun dari pingsan mereka dan melihat ditangan Xiao Quan ada sarang semut sebesar buah kelapa yang dilapisi dengan Qi.


“aku sudah cukup bersabar menunggu kalian bangun, jadi aku ingin setiap pertanyaanku memiliki jawaban yang memuaskan atau kalau tidak kalian akan menyesal “  Xiao Quan mengancam kedua penjaga


Xiao Quan maju dan merobek pakaian penjaga pertama. Ia mengulangi pertanyaannya  sekali lagi tapi pria itu tetap kukuh dengan pendiriannya  menyebabkan emosi Xiao Quan naik. Ia menyumpal kembali mulut penjaga itu dan mengeluarkan beberapa semut hijau beracun dari sarangnya yang sebesar buah kelapa.


Semut hijau beracun adalah beast beracun yang menyebabkan kejantanan pria menjadi lumpuh dan jika intensitas racun terlalu banyak akan menyebabkan lumpuh permanen serta juga bisa membuat orang itu akan menjadi gila. Semakin banyak racunnya semakin kuat reaksinya. tanpa proteksi dari Qi maka racun tidak akan bisa ditawarkan.

__ADS_1


Penjaga pertama melotot kearah Xiao Quan hendak berbicara tapi tertahan.


__ADS_2