
Dalam perjalanan ke sekte bulan sabit, Xiao Quan tidak banyak bicara bahkan lebih sering merenung kosong. Ia masih teringat dengan hal buruk yang menimpa sektenya. Untuk anak seusianya memang masih sangat sulit untuk melupakan begitu saja peristiwa besar yang telah menghapus sektenya. Xiao Quan berjalan diantara Luo Shin dan Long ming.
Setelah empat hari perjalanan ketiganya berhenti disebuah aliran sungai kecil untuk beristirahat sejenak.
Long ming berkata kepada keduanya “ mungkin adik kecil cukup lelah sebaiknya kita beristirahat malam ini, aku ingat tidak begitu jauh didepan ada sebuah penginapan kecil, lagi pula kita sudah melewati separuh perjalanan kita agar sampai ke sekte bulan sabit” sambil menatap Xiao Quan
“baiklah , aku setuju” jawab Luo Shin. Sementara Xiao Quan hanya tetap diam
Ketiganya mempercepat langkah menuju penginapan kecil didepan.
__ADS_1
Dari kejauhan terlihat sebuah papan nama dengan tulisan penginapan sutra ungu. Penginapan sutra ungu cukup sederhana dengan dekorasi yang didominasi oleh warna ungu di dindingnya. Bangunannya hanya terdiri dua lantai. Lantai pertama adalah lobi sementara lantai dua merupakan kamar penginapan yang berjumlah tiga puluh kamar.
Sesampainya di pintu masuk penginapan seorang wanita muda menyapa dengan ramah. “ selamat sore tuan –tuan, adakah yang bisa kami bantu untuk tuan- tuan ?”
“Kami butuh tiga kamar, serta pemandian air panas dan beberapa makanan enak malam ini “ Luo Shin mengemukakan maksud mereka sambil melemparkan batu roh kelas dua ke atas meja wanita itu
Mata uang yang diakui di benua angin salju adalah batu roh. Batu roh terbagi kepada empat kelas. Batu roh kelas satu berwarna kuning, kemudian satu batu roh kelas dua berwarna biru yang setara dengan sepuluh batu roh kelas satu, batu roh kelas tiga berwarna merah dan ini setara dengan seratus batu roh kelas satu. Sementara Satu batu roh kelas empat berwarna hijau setara dengan seribu batu roh kelas satu.
“tuan – tuan datang ketempat yang tepat, kami kebetulan hanya memiliki tiga kamar yang tersisa. Kami akan siapkan pemandian air panas yang tuan-tuan minta. Makan malam akan disediakan di lobi penginapan ini tuan” wanita itu menjelaskan sambil melirik sebuah batu berwarna biru diatas mejanya dengan mata berkilauan.
__ADS_1
Wanita itu memanggil seorang pelayan untuk membawa ketiganya ke kamar masing – masing. “bawalah tuan – tuan ini ke kamar mereka dan layani mereka dengan baik ” perintah wanita muda itu
Pelayan mengantarkan ketiganya ke kamar mereka masing masing. Ketika melihat lobi penginapan terlihat sekita dua puluh orang yang sedang minum arak. Long ming memperkirakan mereka bukan orang baik –baik tapi ia mengabaikan saja. Menurut Long Ming mereka mungkin adalah bandit atau perampok didaerah itu
***
Sesampai di kamarnya Xiao Quan langsung mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang telah disiapkan oleh penginapan. Ia beristirahat diatas sebuah tempat tidur kayu sederhana. Ia duduk menyilangkan kedua kakinya dan memulai olah pernafasan sebagaimana yang ia telah pelajari. Ia mengingat setiap detail pelajarannya yang ia terima di sekte pedang emas.
Beberapa kali ia mencoba berkonsentrasi tapi bayangan orang orang terdekatnya terus membuyarkan fokusnya. didalam meningkatkan kultivasi salah satu aspek terpenting adalah fokus, jika fokus tidak didapatkan maka akan sangat sulit untuk menarik energi alam kedalam dantian. merasa tidak ada perkembangan Xiao Quan menghentikan latihannya dan kemudian memilih untuk tidur.
__ADS_1
walaupun seorang kultivator tidak terlalu membutuhkan tidur, namun tidur juga mempengaruhi keadaan mental seorang kultivator sehingga tidur sangat baik dilakukan untuk mengembalikan kekuatan mental seseorang.