WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 14. Pertarungan II


__ADS_3

**


Xiao Quan menjauh dari Long Ming untuk menjaga agar racun tidak mempengaruhi Long Ming. Wang Na menyerang Xiao Quan dengan dua buah pisau yang ia cabut dari pinggangnya dengan tiba – tiba, namun Xiao Quan masih menghadapinya dengan tenang. Bahkan Xiao Quan merasa kemampuan wanita ini cukup buruk dengan tingkat Kultivasinya saat ini ,


“kenapa racunku belum bereaksi”  batin Wang Na, ia menahan serangan karena ia menunggu racun yang teah ia lemparkan bereaksi. Wang Na yakin dengan kemampuannya saat ini ia tidak akan bisa mengalahkan bocah kecil ini.


Dalam sekejap mata keduanya telah bertukar lebih dari sepuluh jurus, penampilan Xiao Quan tetap tenang bahkan terkadang memberikan senyuman kepada Wang Na. “Bibi,  apakah kau sedang bermain - main atau kalau kau lelah kita bisa istirahat sejenak” ejek Xiao Quan


Wang Na yang merasa diremehkan oleh seorang anak kecil berusia dua belas tahun menjadikan serangannya menjadi membabi buta tanpa arah, emosinya naik ke ubun – ubun. Ingin rasanya ia mencabik – cabik Xiao Quan menjadi ribuan potong.


Pertarungan semakin intens antara Xiao Quan dan Wang Na. Xiao Quan mengayunkan pedangnya dengan cepat dan melukai pergelangan tangan Wang Na sehingga salah satu pisaunya terlepas. Tiba – tiba Wang na melepaskan bubuk berwarna hijau dari tangannya, ini merupakan bubuk  beracun yang merupakan senjata Rahasia  yang ia gunakan ketika merasa terancam.

__ADS_1


“bibi, kemampuanmu cukup lumayan, tapi maafkan aku karena aku sangat menghargai kesetaraan antara laki – laki dan wanita maka aku tidak akan mengurangi tenagaku” Xiao Quan kembali mengejek Wang Na


Xiao Quan menyerang balik dengan kekuatan  penuh, dalam waktu yang relatif singkat Wang Na berhasil dipojokkan oleh Xiao Quan. Darah mulai menetes dari beberapa bagian tubuh Wang Na, ekspresi kesakitan mulai terlihat diwajahnya.


“aku tidak punya pilihan lain” Wang Na yang merasa terpojok mengeluarkan tiga butir pil berwarna merah darah dari saku bajunya kemudian menelannya. Xiao Quan terpaku dengan tindakan Wang Na yang menelan obat ditengah – tengah pertarungan.


Pertukaran serangan terus terjadi, namun Xiao Quan merasa kemampuan Wang Na meningkat dengan pesat, tidak hanya kekuatannya  menjadi berlipat ganda tapi kecepatannya semakin sulit untuk diikuti. Permainan pisaunya terus menerus mendesak Xiao Quan dan memojokkannya


Xiao Quan mengerutkan keningnya sambil mengambil beberapa gerakan menyesuaikan dengan serangan Wang Na “ini pasti karena obat yang dikonsumsinya”


Xiao Quan menebas dua kali dengan tebasan diagonal namun tak satupun yang berhasil menyentuh Wang Na. Dengan mudah ia menghindari setiap tebasan yang mengarah kepadanya disebabkan kecepatannya yang berlipat ganda.

__ADS_1


“aku harus mencari cara untuk menghadapinya, aku yakin obat itu pasti memiliki batas penggunaannya” Xiao Quan mulai memikirkan cara untuk mengulur waktu.


Ia mencoba mengambil jarak agar terus bisa mengulur waktu dan memikirkan tindakan yang paling efektif untuk mengalahkan Wang Na.


**


Disisi lain pertarungan juga semakin panas antara Long Ming dan nyonya besar sera lima penjaga. Satu persatu penjaga terjungkal kebelakang  mutah darah terkena pukulan dan tendangan Long Ming. Nyonya besar yang memiliki tingkat Kultivasi yang sama dengan Long Ming terus menyerang dengan segenap kemampuannya.


“tinju Badai “  Long Ming melepaskan kekuatannya


Nyonya besar menyambut tinju Long Ming dengan “Telapak penghancur”

__ADS_1


“Booommmm” suara ledakan terdengar ketika dua serangan itu berbenturan, keduanya terpental  menabrak dinding dan jatuh kelantai.


Keduanya memuntahkan seteguk darah besar dari mulut mereka, tampaknya luka dalam yang mereka derita cukup parah.


__ADS_2