WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 19. Tidak Tahu Malu


__ADS_3

**


Dua orang penjaga yang tersisa saling berpandangan, di satu sisi mereka menyesal telah mengucapkan sesuatu yang tidak baik bagi diri mereka sendiri, tapi disisi lain mereka merasa benci dan dendam  berakar di hati mereka karena merasa ditipu oleh Xiao Quan dan yang lain.


Tidak menunggu lama keduanya mulai meneteskan keringat dan buih mulai keluar dari tepi bibir mereka, tubuh mereka mulai kejang – kejang dan menggelepar beberapa saat  sampai akhirnya keduanya berhenti bernafas untuk selamanya, dalam jangka dua menit tubuh ketiganya langsung menghijau dan muncul bau yang menyengat hidung,  menunjukkan tanda – tanda pembusukan seakan- akan mereka telah mati beberapa hari.


“adik kecil , racun apa yang kau gunakan untuk membunuh mereka” Long Ming bertanya kepada Xiao Quan


“hehehe, aku memasukkan beberapa puluh jenis racun yang aku dapatkan di gudang racun kedalam guci mereka, aku juga tidak tahu kalau efeknya akan semengerikan ini” jawab Xiao Quan santai


Setelah ketiga penjaga terbunuh,  Luo Shin , Long Ming dan Xiao Quan mengambil tempat yang agak jauh dan  duduk sambil mendiskusikan apa yang harus dilakukan.


“sebaiknya kita kembali ke sekte dan melaporkan kepada pemimpin sekte apa yang telah terjadi disini” Long Ming memberikan usulan.

__ADS_1


“bagaimanapun berada ditempat ini sungguh tidak aman bagi kita” lanjutnya


“ya , aku setuju kak “ Xiao Quan menimpali usulan Long Ming


Luo Shin yang tingkat kultivasinya paling tinggi diantara mereka bertiga diam sejenak mencoba untuk mencari  alternatif lain. Karena bagaimanapun kembali ke sekte pasti akan mengundang kecurigaan dari Organisasi Daun Emas. Sehingga mungkin sekte Bulan Sabit akan menjadi sasaran Organisasi Daun Emas dimasa depan. Tapi sebaliknya pula, dengan secepatnya kembali ke sekte maka akan semakin cepat untuk mempersiapkan diri jika Organisasi Daun Emas mencoba menyerang.


“ Baiklah, kita akan kembali ke Sekte, tapi sebelum itu kita harus mengaburkan jejak kita ditempat ini” Ucap Luo Shin sambil mulai  beranjak dari tempat duduknya


“tunggu sebentar kak, ada yang harus aku lakukan” Xiao Quan berjalan menghampiri mayat – mayat yang ada didalam penginapan dan menjarah kekayaan mereka, tidak lupa pula ia membobol tempat penyimpanan batu roh di lobi penginapan. Dari hasil jarahannya Xiao Quan mendapatkan satu  batu roh kelas tiga, empat belas batu roh kelas dua dan tiga puluh tujuh batu roh kelas satu, selain itu ia mendapat beberapa jenis pil walaupun tingkatannya rendah.


“kakak, aku sudah selesai”


Long Ming dan Luo Shin berpandangan, mereka tidak menyangka bagaimana anak umur dua belas tahun ini begitu tidak tahu malu merampok orang yang telah mati dan berhasil mendapatkan harta yang cukup banyak dari mereka. mereka ragu apakah Xiao Quan adalah murid dari sekte Pedang Emas yang merupakan sekte besar aliran putih, karena  tidak ada murid dari sekte aliran putih yang akan berbuat seperti itu

__ADS_1


Xiao Quan sebenarnya berencana untuk tidak tinggal lama di sekte bulan sabit, ia ingin berpetualang sehingga ia membutuhkan bekal yang cukup banyak


***


Matahari telah menampakkan wajahnya di ufuk timur, deru angin sepoi – sepoi menerpa wajah dengan lembut. Di Kejauhan dari tempat Xiao Quan berdiri terllihat api yang menjulang tinggi membakar seluruh penginapan dengan ganasnya.


Tanpa menunggu lama ketiganya bersiap untuk pergi


“mari Kita lanjutkan perjalanan” ajak Luo Shin sambil menunggang kudanya


Kali ini mereka bertiga tidak berjalan kaki lagi tapi mereka menunggangi kuda yang ada di penginapan, bukan saja untuk menghemat tenaga tetapi juga menghemat waktu. Perjalanan ke sekte bulan sabit bisa ditempuh dalam tiga hari lagi dengan berjalan kaki, dengan menunggang kuda bisa dicapai paling lama dua hari.


Xiao Quan berada ditengah – tengah antara Luo Shin yang didepan dengan Long Ming dibelakang. Mereka tidak menduga Xiao Quan begitu mahir menunggang kuda.

__ADS_1


Ketika di sekte Pedang Emas Xiao Quan merupakan murid paling jenius sehingga mendapatkan sumber daya yang terbaik. Dengan kejeniusan yang dimilikinya masa depannya sangatlah cerah di sekte Pedang Emas, Dia yang akan diharapkan menjadi pemimpin sekte dimasa depan bahakan mungkin diusia sebelum seratus tahun. Banyak keterampilan yang telah dia pelajari mulai dari mengunakan pedang, memanah, menunggang kuda, bahkan formasi, walaupun pada tingkat yang belum cukup tinggi dibandingkan keduanya. Tapi untuk anak seusianya ini merupakan sebuah pencapaian yang sangat hebat  dan mungkin bila dibandingkan  bisa diatas jenius sekte besar lainnya.


Ketiganya terus memacu kuda mereka meninggalkan lokasi penginapan.


__ADS_2