WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 29. Para Kandidat


__ADS_3

**


Pagi kembali datang dengan cepat dan menghapus kegelapan malam. Suasana  pagi terasa begitu syahdu dengan awan - awan hitam yang menggantung di langit,  menandakan sebentar lagi turun hujan, angin bertiup dengan cukup kencang menerpa pepohonan dan menerbangkan dedaunan kering.


Hari diadakannya pertandingan telah tiba , Lokasi disekitar arena cukup ramai dengan banyak murid yang datang pagi ini menjadi  penonton, sementara Para murid senior yang bertugas sebagai pelaksana telah hadir bahkan sebelum pagi tiba.  Arena yang disediakan untuk babak penyisihan sebanyak sepuluh arena, semuanya telah diberi tanda dengan nomor mulai dari satu hingga sepuluh. Di Pintu masuk menuju arena telah terpampang dengan jelas nama – nama murid yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta. Ada seratus dua puluh orang peserta dari ranah kondensasi Qi dan empat puluh peserta dari ranah fighter.


Pertandingan akan dibagi menjadi dua kelas yaitu tingkat Ranah Kondensasi dan Tingkat ranah fighter. Setiap tingkat akan diadakan masing masing tiga babak, yaitu babak penyisihan, babak utama dan babak final. Untuk ranah kondensasi Qi  diberikan batasan hanya murid dari tingkat ketujuh  sampai tingkat kesepuluh yang diizinkan untuk ikut bertanding sementara untuk ranah Fighter hanya tingkat early stage saja. Hal ini bertujuan agar tidak ada yang terluka parah sewaktu kompetisi diadakan akibat dari perbedaan kultivasi yang terlalu jauh diantara murid.


Kerumunan paling padat terjadi ditempat publikasi nama – nama peserta, masing – masing orang memuji jagoannya dan menjatuhkan yang lain bahkan terkadang terdengar saling mengejek.


‘aku yakin pemenang kali ini ada Zhuo Leng, ia sekarang berada pada tingkat kesepuluh, ia juga termasuk jenius didalam sekte dan berasal dari Klan Zhuo yang  merupakan salah satu klan terbaik di sekte ini, beberapa kali ia telah menjuarai kompetisi diantara murid di generasinya ”


“Zhuo Leng memang hebat namun kalau menurutku yang keluar jadi juara pasti Long Xue, diranah kondensasi Qi dari Klan Long hanya ia yang terbaik, selain dari penatua Long ming tidak ada yang mampu mengimbangi bakatnya disini, pengalamannya dalam menjalankan misi belakangan ini pasti membuat teknik pertempurannya meningkat tajam, dan aku dengar selangkah lagi ia akan memasuki Kondensasi Qi tingkat kesepuluh”

__ADS_1


“Zhuo Leng dan long Xue tidak ada apa – apanya”, suara wanita terdengar menyahut


“ terakhir kali yang memenangkan kejuaraan turnamen antar murid adalah Nona Hu Yaoyun, bakatnya tidak tertandingi di generasinya. Selain dia merupakan anak dari ketua sekte dia juga merupakan murid langsung dari kepala Aula penegakan. Tentu hal ini membuat kemampuannya pasti berada diatas kedua orang yang kalian sebutkan itu.


Diskusi terjadi antara satu murid dengan murid yang lain, semua membicarakan kandidat – kandidat yang berpotensi untuk memenangkan pertandingan.


walaupun hari semakin gelap dan gerimis mulai turun tapi arena semakin padat didatangi para murid sekte yang ingin menyaksikan pertandingan. Pertandingan ini menjadi lebih ramai dari pada pertandingan biasa karena yang menjadi pemenang selain mendapatkan sumber daya juga akan diutus untuk menjadi perwakilan sekte bulan sabit ke sekte tujuh gunung, tentu saja hal ini akan membuat nama sekte, nama klan bahkan nama guru menjadi terkenal sehingga misi – misi yang akan diterima oleh pemenang akan semakin banyak dan imbalannya akan semakin besar pula.


Satu persatu peserta mulai berdatangan. Ada yang datang sendiri, ada yang bersama teman bahkan ada yang bersama guru dan keluarganya.


“lakukan saja yang kamu mau saudara Long, kau bisa bebas memilih” jawab laki – laki yang bernama Zhuo leng


**

__ADS_1


Xiao Quan keluar dari kamar menuju arena yang terletak di samping Aula pelatihan. Jaraknya tidak terlalu jauh dari kediaman para tamu. Lokasi arena yang disiapkan begitu luas hingga sanggup menampung hingga seribu lima ratus penonton. Dimana - mana penonton memakai seragam sekte bulan sabit  sesuai dengan tingkat kultivasi mereka masing – masing.


Seragam sekte bulan sabit berwarna hitam dengan dua garis berwarna orange yang melintang dari depan kebelakang tepat diatas bahu. Di Dadanya terlihat simbol dengan warna - warna yang berbeda antara satu orang dengan orang yang lain untuk menunjukkan tingkat kultivasi masing masing.


Dengan pakaian putih bersih Xiao Quan mulai berjalan dengan santai. Penampilannya yang berbeda dari murid lain membuat ia begitu menarik perhatian orang – orang di jalanan. Banyak mata yang menatapnya dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.


“bukankah itu anak yang kemarin berkelahi ? aku dengar dia juga membuat keributan dengan menarik Qi hingga mencapai skala dua ratus meter “


“ya aku juga mendengarnya, tapi aku juga tidak terlalu yakin dengan berita itu !, sejak kapan anak ini masuk dan menjadi murid sekte”.


‘lebih baik hindari dia, kalau tidak ingin mendapatkan masalah”


Setiap orang yang melihat Xiao Quan pasti akan berkomentar tentang hal yang sama. Xiao Quan tidak ambil perduli dengan mereka yang membicarakannya “ menjadi terkenal memang cukup merepotkan “ ujarnya dalam hati

__ADS_1


Ia terus berjalan menuju lokasi arena walapun dengan tatapan mata yang senantiasa menatapnya dengan penuh perhatian. Lima belas menit kemudian ia sampai di lokasi arena, pintu masuk terlihat begitu padat .


Sebaiknya aku memilih tempat yang paling dekat agar aku bisa mengamati atau belajar dari pertandingan yang berlangsung nanti. Xiao Quan berjalan menuju salah satu tempat duduk di kanan arena nomor empat.


__ADS_2