WAY OF ETERNITY

WAY OF ETERNITY
Ch 17. Akhir Pertarungan


__ADS_3

**


Xiao Quan berjalan mendekati Long Ming yang terluka parah, ia membantu Long Ming untuk duduk bersila dan iapun mengambil posisi yang sama dibelakang Long Ming kemudian  ia menaruh kedua telapak tangannya dipunggung Long Ming, dalam beberapa tarikan Nafas ia mulai menyalurkan Qi kedalam tubuhnya.


Ketika Qi milik Xiao Quan masuk ke tubuhnya, Long Ming merasa hangat menjalar ke seluruh tubuhnya, energi kehidupan yang melimpah memasuki setiap meridian dengan cepat. “bagaimana anak ini memiliki qi penyembuhan seperti ini ?. apa anak ini memiliki akar roh dengan elemen kayu ?, hanya orang yang memiliki akar roh elemen kayu yang memiliki Qi penyembuhan sekuat ini tapi bagaimana mungkin, tadi ia jelas – jelas memakan banyak racun, harusnya elemen kayu sangat sensitif dengan elemen racun “ Long Ming tambah bingung dengan kondisi Xiao Quan, semua serba tidak masuk akal baginya.


Lima belas menit kemudian, wajah Long Ming yang tadinya pucat kembali lebih berwarna dan cerah, ia sudah tidak merasakan sakit lagi di dadanya, nafasnya menjadi lebih teratur, detak jantungnya kembali normal, delapan puluh persen kondisi dan kemampuannya telah pulih.


Long Ming membuka matanya, “adik kecil sudah cukup, mari kita selamatkan Luo Shin terlebih dahulu”


Xiao Quan menarik tangannya dan mengatur nafasnya yang sudah mulai terengah – engah. Long Ming berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Nyonya besar pemilik penginapan.


“beri tahu dimana kalian menyekap teman kami” tanya Long Ming dengan nada serius


“apakah kalian pikir kami takut mati. Tidak,  sedikitpun kami tidak takut mati “ Nyonya besar menjawab dengan Lantang


Long Ming terdiam sejenak, pada dasarnya ia adalah orang sekte aliran putih yang sangat lurus sehingga sikapnya yang terlalu baik membuat ia tidak bisa memaksa Nyonya besar dan para penjaga untuk memberi informasi.

__ADS_1


Xiao Quan yang masih memulihkan diri menjadi geram mendengar pernyataan Nyonya besar itu. Ia mengakhiri pemulihannya. Ia  mulai berdiri dan tiba – tiba  tertawa keras kemudian berhenti.


“kalian tidak takut mati ? akan aku kabulkan keinginan kalian tapi dengan caraku sendiri, kebetulan kalian memiliki pedang yang cukup bagus disini” Xiao Quan berjalan memunguti tiga bilah pedang yang tergeletak tidak jauh dari tempat mereka. Pedang pedang ini milik para penjaga.


Dengan tatapan yang dingin ia mulai menghampiri salah satu penjaga. Sementara Long Ming memeriksa satu persatu kamar – kamar besi.


Tahanan yang paling dekat dengan Xiao Quan mulai gemetaran dan menelan ludahnya. Melihat seorang anak kecil dengan pedang terhunus mendekatinya membuat bibirnya mulai bergetar.


Xiao Quan memasukkan Qi kedalam pedang yang digenggamnya, “Wussshh” ia menebas salah satu penjaga dengan mode diagonal. Penjaga yang terduduk itu langsung terbelah dari bahu kirinya hingga pinggang sebelah kanannya. Ia tidak langsung mati tapi menggelepar beberapa saat lalu menghembuskan nafas terakhir.


Semua mata yang memandang langsung tercengang.


Melihat dua temannya terbunuh penjaga ketiga tiba – tiba berbicara, “tuan muda, ampuni kami, kami akan menunjukkannya, teman kalian ada dikamar besar itu”. Sambil menunjuk kamar tempat mereka keluar.


“kami hanya penjaga, semua yang terjadi disini adalah rencana Nyonya besar dan nona Wang Na” penjaga itu menjelaskan


“iya, benar tuan muda” penjaga lain menimpali.

__ADS_1


Tatapan Xiao Quan pindah kearah Nyonya besar. Tanpa basa – basi Xiao Quan menghabisi Nyonya besar dengan tiga kali tebasan berturut - turut .


Long Ming memeriksa kamar besar dan mendapati Luo Shin yang sedang tidak sadarkan diri, kedua tangan dan kakinya terikat rantai besar. Long Ming keluar dan mendapati nyonya besar telah terbunuh. Ia mulai mencari kunci untuk membuka rantai besar itu, Ternyata kunci ada disaku pinggang nyonya besar. Long Ming mengambil kunci itu, sementara Xiao  Quan melepas Cincin Penyimpanan dari jari tangan nyonya besar dan membukanya dengan paksa. Dikarenakan Nyonya besar sudah mati sehingga dengan memasukkan sedikit Qi ia sudah bisa mengakses isi dari Cincin penyimpanan itu.


“Lumayan untuk bekal perjalanan kita “ Xiao Quan tersenyum melihat isi Cincin penyimpanan Nyonya besar itu


Long Ming dan Xiao Quan masuk kembali kedalam kamar, selama Long Ming membuka rantai besar, Xiao Quan memasukkan penawar racun tidur ke mulut Luo Shin dan menyalurkan Qi ke tubuhnya untuk mempercepat penyerapan obat.


Beberapa saat kemudian Luo Shin mulai sadarkan diri dengan kondisi sakit kepala berat sebagaimana yang dialami oleh Long Ming sebelumnya. Luo Shin menstabilkan dirinya, ia mengendarai Qi didalam tubuhnya dengan cepat. Kemampuan Luo Shin lebih tinggi dibandingkan Long Ming sehingga penyembuhannya juga lebih cepat.


Lima menit kemudian mereka keluar dari kamar dan mendapati tiga penjaga masih terduduk dengan saling bersandar. Xiao Quan menyalurkan sedikit Qi ke tubuh mereka sehingga mereka sanggup berjalan pelan.


“tunjukkan kepada kami bagaimana cara keluar dari tempat ini” Xiao Quan memerintah


Tiga penjaga itu langsung memandu ketiganya dengan berjalan lambat didepan, walaupun mereka mampu berjalan tapi dikarenakan luka dalam yang mereka derita kemampuan mereka menjadi sangat buruk. Jangankan untuk melawan, untuk berlari pun mereka tak mampu.


Salah satu penjaga menekan sebuah batu bata didinding.

__ADS_1


“kraaaakkk” pintu ruang bawah tanah kembali terbuka


Mereka keluar dari ruang bawah tanah satu persatu dimulai dari Luo Shin kemudian ketiga penjaga dan disusul oleh Long Ming dan Xiao Quan.


__ADS_2