
**
Seekor binatang roh mengamati Xiao Quan dari kejauhan, bentuknya adalah Ular dengan kepala yang berwarna merah kekuning – kuningan menyerupai api yang menyala, para kultivator menyebut binatang ini sebagai ular dewa api, kemampuan binatang roh ini setara dengan kultivator ranah Kondensasi Qi tahap kelima. Walaupun kemampuannya setara dengan tahap kelima kondensasi Qi, namun dengan kemampuan uniknya yaitu melakukan penyamaran sehingga sama persis dengan alam yang ditempatinya membuat para kultivator kesulitan untuk menghadapi serangannya yang tiba – tiba.
Pegunungan Leiyun yang berjejer merupakan rumah yang nyaman bagi binatang roh liar, mulai dari yang terlemah hingga yang terkuat. Para kultivator banyak yang memburu binatang roh dengan maksud menjinakkannya agar bisa dijadikan sebagai binatang peliharaan yang bisa digunakan sebagai kekuatan tambahan untuk membantu ketika diperlukan. Bahkan ada sekte yang secara khusus bergelut dengan binatang roh dan memiliki cara yang spesial menjinakkannya. Dalam dunia kultivator mereka sering disebut dengan Beast Kultivator.
Ular dewa api mengendap – endap dan berkamuflase dengan alam membuat ia tidak terlihat oleh mata telanjang ditambah lagi energi yang dipancarkan dari tubuhnya selaras dengan energi alam menjadikan riak energi dari tubuhnya menjadi tidak begitu jelas.
Ular dewa Api merayap kearah Xiao Quan dengan perlahan hingga tinggal beberapa meter lagi dari Xiao Quan, ular itu menunggu kesempatan Xiao Quan lengah untuk menerkamnya secara tiba – tiba.
“ssssstttt .. sssssttt”
Dengan satu gerakan ular dewa api menyerang Xiao Quan dengan sekejap mata.
“bukkk “ satu pukulan keras mengenai Ular Dewa Api.
__ADS_1
pukulan refleks dari Xiao Quan membuat Ular Dewa Api terlempar beberapa meter, ular itu dengan gigih mencoba bangkit dan menyerang kembali.
Xiao Quan melompat dan menghujamkan kembali pukulan ke kepala ular itu beberapa kali, membuat ular itu terkapar ditempat.
Xiao Quan mendekati ular yang sudah dalam keadaan luka parah, “maafkan aku, aku tidak tahan melihat penderitaanmu yang sudah terluka parah, lagi pula aku juga tidak terbiasa menyisakan sesuatu”
Xiao Quan mengangkat kaki dan memusatkan Qi di telapak kakinya, dengan sekali injak kepala Ular itu hancur berantakan. Senyum puas terlihat di wajah Xiao Quan
Xiao Quan membelah tubuh ular dewa api aan mengeluarkan inti binatangnya. ia mengamati bentuk inti ular dewa api, tiba – tiba bayangan kehidupan ular dewa api terbesit dan tergambar dibenak Xiao Quan.
“Xiao Quan melepaskan Inti Ular, “Ah, apa yang terjadi” Xiao Quan keheranan dan hampir menjatuhkan inti Ular itu
Xiao Quan mengambil kembali Inti ular tersebut dan memfokuskan pikirannya, butuh waktu yang lama baginya untuk bisa kembali melihat kehidupan ular dewa api, rentetan kejadian yang dialami Ular itu kembali muncul di pikiran Xiao Quan.
***
__ADS_1
Malam tiba dengan cepat, suara binatang – binatang malam bersahutan. Keadaan diluar sekte sangat mencekam, sepuluh orang yang dikirim oleh sekte belum kembali. Di Aula penegakan terlihat seorang pria yang berlari masuk kedalam dengan tergopoh – gopoh.
“penatua, apa yang harus kita lakukan ?, kita telah mengirim sepuluh orang dari Aula kita untuk menyelidiki dan menangkap mereka namun tak satupun diantara mereka yang kembali” seorang penatua melaporkan kepada Penatua Utama Aula Penegakan.
“para pengintai sementara menyimpulkan bahwa sepuluh orang yang kita kirim telah terbunuh. Kemudian posisi orang – orang yang menyerang selalu berpindah – pindah seakan mereka memiliki informan didalam sekte”. lanjutnya
Laporan penatua itu membuat suasana di Aula Penegakan menjadi hening, tidak ada suara yang terdengar. Wajah penatua utama terlihat sangat serius, karena atas perintahnya sepuluh orang anggota Aula penegakan berangkat dan pada akhirnya harus menjadi mayat.
“apa sebenarnya yang mereka inginkan dari sekte ini ?”, penatua utama bertanya sendiri dalam hatinya sambil mengingat – ingat sesuatu.
“sejak anak itu datang ke sekte ini, mengapa sekte ini memiliki banyak masalah? Belum selesai satu masalah, sekarang sudah muncul masalah baru yang lebih besar”
“dengarkan perintahku aku akan meminta izin kepada ketua agar dibentuk tim yang cukup besar dan kuat untuk menghancurkan musuh, kalian tunggu disini jangan sampai ada yang membocorkan kematian sepuluh orang ini kepada siapapun tanpa seizinku, jika ada yang berani melanggar, aku akan secara langsung membunuhnya” Penatua Utama berkata kepada seluruh orang di Aula Penegakan dengan ekspresi mengancam.
Penatua utama mulai putus asa dengan keadaan yang menimpa Aula Penegakan, awalnya ia mengirim sepuluh orang untuk menangkap para pengacau dan membawanya kedalam sekte, selanjutnya akan dilakukan interogasi dan penegakan hukum sehingga hal itu merupakan jasa besar kepadanya dan akan membuat namanya sebagai penatua semakin terkenal dan disegani oleh semua orang serta reputasi Aula penegakan akan melambung tinggi dibandingkan dengan Aula lainnya. Namun sebaliknya hal yang telah ia rencanakan menjadi berantakan bahkan sekarang Ia malah akan mendapat tuntutan hukuman berat karena melakukan penyerangan tanpa izin dari ketua sekte.
__ADS_1
Penatua utama keluar dari Aula penegakan dengan ekspresi wajah yang muram, tidak ada senyum yang terlihat diwajahnya.
** mohon maaf kepada para Pembaca yang setia membaca karya Author. Disebabkan kondisi kesehatan Author yang belakangan ini kurang baik membuat Way Of Eternity menjadi tidak rilis lebih dari satu minggu. Semoga ke depan Author dan para Pembaca semua tetap diberikan kesehatan untuk melaksanakan aktivitas kita masing – masing dengan lancar.