
Jin mengetuk pintu kamar Zya lalu membukanya. Terlihat Zya masih bermain dengan handphonenya. Zya membalikkan badannya dan melihat Jin berjalan kearahnya.
"Abang bawa apaan?" Tanya Zya yang melihat Jin menenteng sesuatu ditangannya.
"Pesenan lo." Ucap Jin dan menaruhnya dimeja Zya.
"Perasaan Zya gak pesen-pesen." Zya bangun dan berusaha duduk. Jin membantu Zya membetulkan posisi duduknya.
"Walaupun lo gak pesen langsung, tapi suara hati lo kedengeran." Zya tersenyum melihat abangnya yang membawa mie ayam dan jus alpukat kegemarannya.
"Eemmm abang gue perhatian banget meskipun kadang suka ngeselin." Kata Zya manja.
"Itu muji apa ngledek?" Kata Jin memastikan.
"Hehehe." Zya tertawa kecil.
"Udah bisa ketawa lo?" Ucap Jin sembari memberikan mangkuk mie ayamnya dan jus alpukatnya.
"Apa sih bang. Jangan mulai deh." Zya meminum jus alpukatnya dulu yang terasa segar dimulutnya.
"Nih, abisin ya. Kalau nggak, gue gak bakal beliin lagi buat lo." Ucap Jin bermaksud agar Zya memakannya dengan benar.
"Siap bos." Kata Zya yang sudah terdengar semangatnya.
"Ya udah gue mau istirahat dulu. Minuman lo kan udah ada nih. Ntar jangan lupa minum obatnya juga." Jin mengingatkan Zya yang sudah mulai memakan mie nya.
"Oke." Zya melanjutkan makan malamnya hari ini dengan mie yang Jin bawa dan segelas jus alpukat.
----*----
Jin bersiap untuk berangkat, sebelum itu ia mampir kekamar Zya dan melihat adiknya yang masih tidur. Jin memeriksa suhu badan Zya, sudah tidak sepanas kemaren. Jin bergegas turun dan sarapan sebentar lalu pamit pada Momy. Karena Jin tau Dady nya pasti sudah berangkat awal, jadi ia tidak mencari Dady nya.
Jin sampai disekolah dan memarkirkan mobilnya ditempat biasanya. Jin segera ke tempat satpam dan memberikan surat yang ia bawa kepada satpam itu.
"Lo bawa surat siapa?" Tiba-tiba V datang dari belakang.
"Oh eh, tadi ada yang nitip ke gue." Kata Jin.
"Ooh. Hari ini jadi kan temenin gue latihan voli." Ucap V mengingatkan. V juga kurang bagus dalam permainan voli, jadi ia ingin belajar kepada Jin yang sudah bagus dalam permainan volinya. Selain itu juga, minggu depan ada penilaian voli. V tidak mau terlihat lemah lagi didepan Zya, siapa tau nanti jadwal olahraganya tetap bersama.
"Jadi lah." Ucap Jin lalu merangkul V dan jalan bersama menuju kelasnya.
"Jin, gue ketoilet dulu ya." Kata V setelah dekat dengan kelasnya.
"Oh ya udah." Jin masuk kekelas sendiri, sementara V pergi ke arah lain.
V sengaja mencari alasan agar bisa lepas dari Jin. Tujuannya adalah ke kelas Zya bukan ketoilet. V hanya ingin memastikan kalau perempuan itu masuk sekolah sekarang. Mengingat kejadian kemaren, V melihat Zya yang sepertinya kurang sehat. Tibanya didepan kelas Zya, V melihat sebentar. Ia tidak melihat Zya. Bell masuk sudah akan berbunyi, jadi tidak mungkin kalau Zya masih belum datang. Kali ini V sudah yakin kalau Zya pasti tidak masuk karena sakit. V ingin menghubungi Zya, tapi ia ingat kalau belum meminta nomer hp Zya. V jadi teringat Jungkook yang memiliki kontak nomer Zya. Tapi ada kebingungan didalam dirinya. Haruskah ia meminta kontak nomer Zya pada Jungkook?
V akhirnya mengalihkan pikirannya dan kembali berjalan ke kelasnya. Ditengah jalan, V bertemu dengan Jungkook.
"Hey." Mereka melakukan tos.
"Lo belum masuk kelas?" Tanya V basa-basi.
"Ini gue mau ke kelas. Lo kok bisa disini? Kelas lo kan disana bang." Tanya Jungkook balik dengan heran.
"Oh eee gue -- habis dari toilet terus muter aja lewat sini." Kata V mengacak rambutnya dari belakang sembari mencari alasan.
"Ooo." Jungkook mengangguk.
"Ee Kookie? Ucap V pelan.
"Iya?" Jungkook bisa mendengar V memanggil namanya.
__ADS_1
"Eh nggak deh, gak ada." Kata V pelan seperti malu-malu.
"Apa bang? Lo mau ngomong apa?" Tanya Jungkook memastikan.
"Nggak gak jadi. Gue ke kelas dulu ya keburu bell nih." V segera mencari alasan untuk ke kelasnya.
"Oh ya udah." Kata Jungkook sedikit heran dengan sikap V saat ini.
V berlari ke kelasnya, menghindar dari Jungkook. Entah kenapa kali ini ia tidak bisa meminta sesuatu pada Jungkook. Padahal sebelum-sebelumnya ia tidak akan gugup seperti ini, walaupun yang ia pinta adalah nomer kontak seseorang. V masih merasa kalau Jungkook juga menyukai Zya dan V menganggap bahwa Jungkook saat ini adalah saingannya.
Mungkin saingan terberat buat V karena V tau dengan jelas kalau Jungkook lebih dekat dengan Zya daripada dirinya. V merasa Jungkook lebih tau tentang pribadi Zya, sementara V tidak tau apa-apa. Tapi ini juga tidak akan membuat V menyerah, ia akan terus mencari tau dan berusaha akan mendapatkan Zya lebih dulu.
----*----
Jin mengajari V dengan banyak teknik dari servis, passing, smash dan cara memblocking lawan.Teman-teman yang lainnya pun ikut bergabung seperti Suga, Jhoope, Jimin, Namjoon, Jungkook, dan anak-anak yang lainnya juga yang ingin bergabung.
Ketika V sudah mempelajari ulang teknik-tekniknya, Jin rasa itu sudah cukup. Jin menyuruh V agar ikut bermain tim. V pun setuju dan mengikuti arahan Jin. Lapangan pun mulai ramai dengan siswa-siswi yang ingin menontonnya. Ada pula beberapa yang menyemangati mereka dan ada pula yang hanya mengobrol, mengkritik atau memberi saran pada pemain itu diam-diam.
Sayangnya permainan tak berlangsung lama. Mereka segera bubar sebelum jam istirahat berakhir. Beberapa penonton merasa kecewa tapi mereka tetap menghentikan permainan itu dan pergi kekantin untuk mengisi perutnya.
Jin, Namjoon, Suga, dan V duduk dimeja kantin sementara Jhoope, Jimin dan Jungkook memesan makanan untuk dimakannya. Banyak siswi yang kagum dengan permainan Jin namun Jin tidak terlalu banyak tingkah. Bahkan masih ada beberapa siswi yang histeris menyapanya ketika Jin melewatinya. Tiga orang siswi menghampiri Jin dan mencoba merayunya.
"Kak tadi bagus banget mainnya." Ucap salah satu dari mereka.
"Makasih ya." Jin menjawab seramah mungkin.
"Iya kak, bagus banget. Kapan-kapan main lagi ya." Kata satunya lagi.
"Nih kak minuman buat kakak." Ucap yang lain lagi.
"Ambil punya ku aja kak."
"Eh punyaku aja kak, lebih enak es teh lemon."
Dan mereka bertiga pun menimbulkan keributan yang membuat teman- teman Jin tertawa melihat Jin yang kelabakan sesaat.
"Eh kalau habis olahraga itu jangan minum minuman bersoda tau. Mending punya gue air putih murni."
"Nggak nggak punya gue lebih seger."
"Apaan sih lo!"
"STTOOOOPPPPPPP!!!!!" Jin berteriak dengan lantang sehingga membuat semuanya diam. Teman-temannya pun sudah tidak berani tertawa lagi. Disini Jhoope, Jimin, dan Jungkook sudah datang dan membagikan makanan temannya. "Yang pertama, bener kata lo kalau habis olahraga gak boleh minum minuman yang bersoda."
"Tuh dengerin!" Kata mereka berdua yang memegang es teh lemon dan air putih murni.
"Yang kedua, gue gak suka es teh."
"Hahah berarti punya gue dong." Ucap salah satunya dengan percaya diri karena ia yakin Jin pasti mengambil air putih pemberiannya.
"Eh minggir-minggir." Angel dan dua temannya datang menyingkirkan ketiga perempuan tadi.
"Apa sih lo?!" Ucap ketiga perempuan tadi.
"Heh lo gak tau gue siapa? Awas lo." Angel memberikan tatapan yang tajam pada ketiga perempuan tadi. "Jimin, lo haus kan? Nih gue bawain minum. Oh ya, sama permen juga nih biar seger." Seketika Angel berbicara lembut pada Jimin dan menaruh botol minum beserta permennya dihadapan Jimin.
"Gue lagi pengen minum es, dan gue gak bisa makan permen karena gigi gue lagi sakit." Jimin dengan tenang menolak pemberian Angel.
Namjoon mengambil beberapa permen itu dan melihat kalau dibelakang permen itu ada tulisan. Ini adalah permen kiss yang di belakang kemasannya ada tulisan-tulisan yang nyeleneh. Jimin melihat Namjoon dengan heran sementara Namjoon menyusun kata-kata di permen itu. 'I love you and I need you baby' Jimin dan teman-temannya melihat kata-kata yang sudah Namjoon susun.
"Waaww." Jhoope bergelitik antara geli dan merasa risih.
"Wihh lo ditembak cewek duluan tuh." Kata Suga yang mengerti maksud Angel memberikan kata-kata itu.
__ADS_1
"Abang gue tuh, yang cakep." Jungkook juga ikut berbicara.
"Terima gak nih bang?" Tanya V yang melihat Jimin hanya cuek saja dan tidak mengubris.
"Nih ambil aja permen lo!" Jimin mengacak permen itu dan menaruhnya dihadapan Angel. Angel yang semula tersenyum lalu kembali masam.
"Ahahhah ditolak lo." Tawa ketiga perempuan tadi.
"Diem lo pada!" Angel pergi dengan wajah kesalnya. Ia merasa dipermalukan didepan orang-orang yang melihatnya.
"Kak jadi ambil punya aku kan air minumnya?" Tanya salah satu perempuan tadi.
"Maaf ya dek. Lo liat nih disamping gue ada botol minum yang lebih besar dari pada punya lo." Jin memberikan isyarat tangannya kepada mereka bertiga agar pergi. Akhirnya ketiga perempuan itu pun pergi dengan kecewa. Jin tidak mengubris kekecewaan mereka. Jin tau mereka akan kembali dengan sendirinya, kembali mengganggu ketenangan Jin.
"Eh gue ke toilet dulu ya sebelum masuk kelas." Jungkook bergegas pergi sebelum bell masuk berbunyi.
Jungkook melewati kelas Zya, ia melirik sebentar. Sepertinya Zya tidak terlihat hari ini disekolah. Jungkook merasa sedikit khawatir dengan Zya. Dengan cepat Jungkook pergi ketoilet. Sampai ditoilet, Jungkook ingin mengambil handphone nya tetapi ia tidak menemukan hpnya. Jungkook segera kembali kekantin. Tapi belum sampai ia kekantin, bell pertanda istirahat telah usai sudah berbunyi. Jungkook menambah kecepatannya menuju kantin. Terlihat kantin sudah sepi hanya tersisa dua orang saja yang juga akan kembali ke kelasnya. Jungkook segera melihat ketempat ia duduk tadi. Sudah kosong. Mungkin kalau hp itu jatuh disini, V sudah mengambilnya. Jungkook berusaha berpikir positif dan kembali ke kelasnya. Jungkook berlari lagi menuju kelasnya, takut gurunya sudah tiba dikelasnya. Ia pun sesekali melirik kelas abangnya dan terlihat kelas itu tenang yang artinya guru pembimbingnya sudah datang. Jungkook melanjutkan kembali ke kelasnya.
----*----
Ketika mereka mengobrol dengan asiknya tiba-tiba V seperti menginjak sesuatu.
"Ada apa V?" Tanya Suga yang melihat expresi V aneh.
"Kayaknya gue nginjek sesuatu deh." V segera membungkukkan tubuhnya dan melihat dibawah sepatunya.
"Hp?" Kata Namjoon setelah V membawa hp itu keatas meja.
"Punya siapa?" Semuanya mulai memeriksa hp masing-masing. Tidak ada yang kehilangan.
"Oh tunggu, ini milik Jungkook." Ucap V menunjukkan casingnya yang terdapat foto Jungkook.
"Oohh. Lebih baik lo cepet kembaliin itu hp, kasihan dia jangan bingung ditoilet." Ucap Jimin mengira-ngira.
"Iya nanti gue kasih sambil kekelas." Ucap V.
"Kayaknya kita harus kekelas sekarang. Bentar lagi udah bell nih." Ucap Jin yang melihat jam ditangannya.
"Ya udah ayo." Semuanya mengangguk setuju.
Di perjalanan keluar dari kantin, mereka sudah mendengar bell masuk. V baru akan menuju kelas Jungkook tapi ditarik oleh Suga.
"Lo gak denger bell ya?" Tanya Suga.
"Tapi kan gue mau kembaliin ini." Ucap V.
"Nanti aja, lagian lo sama Jungkook kan satu rumah. Guru udah datang tuh. Ayo cepetan." Suga mengingatkan V dan memperlihatkan guru yang sudah akan berjalan ke kelasnya.
"Tuh guru rajin amat." V dan Suga segera berlari menuju kelasnya. Untungnya mereka sudah sampai lebih dulu daripada guru itu.
V menyimpan hp Jungkook disaku samping celananya. Tak lupa juga V mengecek audio hp Jungkook memastikan kalau hp nya dalam mode silent. Saat pergantian jam pelajaran, tidak sengaja hp Jungkook bergetar. V merasa sedikit kaget, ternyata hp Jungkook bisa bergetar ketika ada pesan. V melihat-lihat hp Jungkook di bawah meja, sehingga tidak ada yang tau apa yang V lakukan. V ingat kalau ada tujuannya yang lain.
Beruntung Suga tadi menghentikannya untuk mengembalikan hp Jungkook. V bisa mengambil kontak nomer Zya dengan diam-diam. V segera mencari kontak nomer Zya dan mengirimnya ke hpnya. V juga mencari-cari pesan Zya yang dituliskan kepada Jungkook. V rasa tidak ada yang penting di pesan itu, akhirnya ia menghentikan aktifitasnya. V menaruh kembali hp Jungkook kesaku celananya. V kembali mengutak-atik handphone nya sendiri. Ia menyimpan no. Zya yang sudah ia simpan. V kepikiran akan menulis pesan untuk Zya, tapi ia masih bingung akan menulis apa. Jhoope mengagetkannya dengan mengetuk mejanya.
"Woy guru woy, cepet duduk." Ucap Jhoope.
V segera memasukkan hpnya kesaku bajunya dan kembali kebangkunya semula. V mengulas senyum diwajahnya.
"Kenape lo? Senyum-senyum kagak jelas, kemasukan jin dibawah meja lo?" Celetuk Jhoope yang melihat V senyum-senyum sendiri setelah dari bawah mejanya.
"Nggak." Kata V singkat.
"Mulai sakit ni anak." Ucap Jhoope lagi.
__ADS_1
Pelajaran dimulai lagi dengan pergantian jadwal dan guru. Semuanya mulai serius kembali dalam pembelajaran begitu juga V.